Masih Dia Pemenangnya

Masih Dia Pemenangnya
Episode 43


__ADS_3

"Kau sunguh berbahaya" ujar Anna


"Aku? Anna justru kau yang berbahaya, kau memancingku terus menerus dan aku pria normal tertu saja berga-" ucapannya ia hentikan sembari membuang nafas kasar


"Aku tidak melakukan apapun. Atas dasar apa kau terpancing? aku tidak menggunakan pakaian minim dan menari erotis di depanmu, salahmu sendiri terlalu mesum" kesal Anna merasa tak terima


"Apa kau tahu? ucapanmu seperti mengajakku berumah tangga" jawab Louis dengan senyum smirk nya


"Berhenti bicara dan makanlah, kau harus bekerja sepertinya sudah terlambat" alih Anna


"Kenapa kau begitu khawatir, aku tidak akan bangkrut jika tidak bekerja sehari saja" jelas Louis


"Aku takut kau miskin dan akan menyusahkanku" ucap Anna dengan raut serius namun kata-katanya hanya candaan


Louis mendengar itu tertawa "Tenang saja, hartaku tidak akan habis walau sampai keturunan kita ke 7 nanti"


"Louis Nicolas Vanderhyde berhenti bicara dan makanlah"


"Kau sungguh menggemaskan jika marah" jawabnya sembari menatap wajah cantik Anna


Setelah perdebatan kecil itu, keduanya segera menyelesaikan makan mereka, Louis dan Anna memanfaatkan waktu libur mereka untuk berbelanja ke Villaggio Mall di Kota Milano


Setibanya disana, Anna langsung ke tempat handphone. Ia akan membeli handphone baru dan lain sebagainya yang ia perlukan.


Saat Anna hendak membayar, Louis sudah lebih dulu mengeluarkan black card miliknya.


"Lou tidak usah ak-"


"Kau tanggung jawabku, sudah tugasku melakukan hal ini ku mohon jangan membantah aku sama sekali tidak keberatan, bantu aku menghabiskan uang okey?" bisik Louis tepat di telinga Anna


"Tap-"


"Ayo, kita pergi kesana" ajaknya menarik tangan Anna tanpa memperdulikan bantahannya


Belanja kali ini ia kalap, bukan Anna yang ingin tapi Louis. Justru pria itu lebih excited membelikannya baju, tas, sepatu, jam tangan, dan aksesoris lainnya


"Lou ini terlalu berlebihan.." tolak Anna


"Anna menurut saja, jika ada yang kau suka tarik" ucap Louis, sejak tadi ia dan Anna berdebat kecil dan tak kunjung usai


Kemudian keduanya lanjut ke sisi yang lain, sembari melihat-lihat kemeja pria, ia akan mencarikan kemeja untuk Louis


"Lou coba lihat ini, bagus kan?" ujarnya sembari menyodorkan kemeja itu

__ADS_1


"Untuk siapa kau mencari kemeja pria?"


"Tentu saja untukmu!" jawabnya kesal


Louis tersenyum, "Pilihkan jas juga, dasi, dan lainnya" ujar Louis semangat


Tak lama datanglah Theo dan bawahannya menghampiri Louis "Tuan, ada apa memanggil saya kemari?" tanya Theo


"Bawa pulang belanjaan itu" tunjuk Louis kepada paper bag yang bertumpuk banyak


Tanpa menjawab lagi Theo dan bawahannya langsung bergegas, di jalan ia menggerutui Louis begitu kesalnya


Setelah selesai berbelanja, Louis dan Anna memutuskan untuk mengisi perut mereka karena merasa begitu lapar.


Saat hendak menuju eskalator untuk turun ke lantai 2 tanpa sengaja Anna melihat Sheza bersama seorang pria kemudian ia menghampirinya dan Louis ikut menyusul di belakang Anna


"Sheza!"


"James?" Louis dan Anna kebingungan melihat kedekatan mereka yang tak biasa


"Sheza kau menganal James?" tanya Anna


"Kenapa kalian ada di sini, ini perlengkapan bayi bukan?" heran Louis ikut melontarkan pertanyaan


"Sheza aku tanya apa kalian saling mengenal? atau James saudaramu?" tambah Anna


"James Van Der Piece, who is she?" tambah Louis yang juga sangat penasaran


"Dia calon istriku" jawab James singkat sedangkan Sheza hanya tertunduk malu-malu


"Apa?" pekik Louis dan Anna kompak


"Maaf aku menyembunyikan ini darimu karena aku takut kau pasti marah juga kecewa. Anna, a-aku tengah hamil anak James" jelas Sheza


"Apa?" kaget Anna tak percaya, Sheza adalah dokter yang sangat jarang terlihat berdekatan dengan pria di rumah sakit tempat mereka bekerja


Louis tersenyum sumringan dan memberi kedua jempolnya pada temannya itu "Wah wah kau curang dude! but, congrats bro" ujar Louis sembari menepuk pundak James. Reaksinya berbeda terbalik dengan Anna yang justru tampak kecewa


"Ini gila! kalian melakukannya walaupun belum menikah? aku tak percaya ini, Sheza kau??"


"Maafkan aku, aku sudah menduga kau marah itulah sebabnya aku menyembunyikan ini" bulir bening sudah mulai membasahi pipi Sheza


Hubungan Anna dan Sheza memang dekat, keduanya kerap dikira kakak adik karena kedekatannya.

__ADS_1


"Berapa usianya?" tanya Anna dengan raut muka sulit di artikan sementara James dan Louis hanya diam


"4 bulan" jawab James membuka suaranya


Louis dan Anna melongo tak percaya, namun Louis jugs senang karena temannya akan menjadi Papa sebentar lagi


"Wahh.. kau gila, untuk apa ikut ke Turki kemarin jika sedang hamil hah? bagaimana jika terjadi sesuatu yang-"


Ucapannya ia henti, Anna berbalik menatap James dengan tajam "Harusnya kau nikahi dulu temanku ini, jika tidak minimal pakailah pengaman saat melakukannya! oh ya Tuhan kenapa hari ini aku selalu ingin marah" gerutu Anna dengan tangis tak terbendung lagi


"Aku bertanggung jawab atas perbuatanku" bela James namun Sheza langsung memberi tatapan untuk dia diam, karena sekuat apapun mereka membela diri perbuatan mereka tetap saja salah


"Semua sudah terjadi, untuk apa marah-marah Anna" ujar Louis mencoba menenangkan


"Kau ingin membenarkan yang salah hah?" bantahnya


Louis memilih diam dan tak ingin membantah lagi, mereka saat ini terkena amukan Anna, ia mengomel tanpa henti hingga menangis karena tak tahan


Louis menarik Anna ke dalam pelukannya "Sudahlah.." ujarnya memcoba menenangkan


"Anna maafkan aku, kau pasti kecewa hikss.. hikss.." kini Sheza juga ikut menangis,


Anna sudah seperti adiknya itulah mengapa hubungan keduanya begitu dekat dan Sheza merasa bersalah karena menyembunyikan hal sepenting ini pada Anna


"Mereka yang enak-enak kenapa kau yang menangis seolah kau yang di hamili" ucap Louis sembari memeluk Anna


"Ayo pulang.." ucap Anna dengan sesegukan, ia masih menangis karena merasa kecewa terhadap Sheza


"Anna.." lirih Sheza


Anna tak mendengar, ia berjalan meninggalkan Sheza dan James disana


"Anna hikss.." seru Sheza lagi


James berusaha menenangkan "Nanti kita bicara baik-baik dengannya" lirihnya


Di dalam mobil Louis mencoba memberi pengertian pada Anna namun tetap saja, Anna tak mau kalah ia justru semakin mengamuk


"Kita yang tidur seranjang saja tidak berbuat macam-macam, mereka yang tinggal terpisah bisa-bisanya temanmu itu menghamili temanku" celoteh Anna


"Yang salah James dan Sheza, kenapa aku yang kena?" batin Louis


Tbc..

__ADS_1


__ADS_2