Masih Dia Pemenangnya

Masih Dia Pemenangnya
Episode 23


__ADS_3

Suasana di ruang makan kini sunyi hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu, tak ada satupun yang membuka suara sebab mereka semua menghargai Anna.


Setelah makan malamnya selesai, Anna beranjak dari duduknya untuk mencuci tangan. Louis yang memperhatikan itu menoleh, ia mengira Anna akan kembali masuk kamar "Anna.." lirihnya


"Sebentar, aku mau cuci tangan" jawab Anna


Setelahnya ia kembali duduk di antara kelima pria itu dan membuka suara "Maaf jika kehadiranku membuat party kalian terganggu" ujarnya


"Apa kau kekasih Louis?" tanya Zicho melenceng dari pembicaraan


"Tidak, aku hanya tamu disini" jawab Anna singkat namun ia berbicara dengan sopan


"Boleh ku tahu namamu nona? Ah tidak ada maksud apa-apa hanya berteman jika kau berkenan" ujar Edgard


"Namaku Anna.." ujar Anna tersenyum ramah


"Boleh ku tahu nama panjangmu?" tambah James


"Bae Annastasya Laura Dawson" jawabnya


"Woahh! Aku Fazio Manu Dawson" ujar Fazio spontan karena nama belakang mereka sama. Sedangkan Louis dan ketiga lainnya hanya menatap datar reaksi Fazio barusan.


"Ah kau keturunan US juga ternyata" tambah Fazio lagi


"Okey girl, namaku James Van Der Piece. Kau bisa memanggilku James" ucap James


"Edgard Givic Boold" ujar Edgard


"Zicho Maximillano" tambah Zicho lagi


"Sudah selesai? Kalian pulanglah.." cibir Louis mentap tak suka karena teman-temannya berlagak sok akrab saat ini


"Ayolah dude kita baru saja bersenang-senang" keluh Edgard

__ADS_1


"Kalau begitu aku permisi" ujar Anna


"Kau mau kemana?" tanya Fazio yang melihat Anna berdiri dari duduknya


"Aku harus istriahat, sampai jumpa lain waktu" balas Anna kemudian ia meninggalkan kelima pria itu


Karena Anna tak bergabung, akhirnya kelima pria itu memilih pulang. Louis menutup pintu apart kemudian bergegas ke kamar Anna "Anna apa kau sudah tidur?" seru Louis sembari mengetuk pintu kamar


Pintu pun terbuka pertanda Anna belum tidur "Masuklah.." ujarnya


Louis masuk dan melihat begitu banyak kertas di atas ranjang Anna, entah apa yang wanita itu lakukan "Kau kemana tadi, dan kertas-kertas apa ini?" tanya Louis kemudian duduk di samping Anna


"Ini berkas yang akan ku serahkan ke rumah sakit besok Lou, aku akan bekerja di rumah sakit itu mulai besok" jelas Anna


"Kau seorang dokter?" tanya Louis penasaran


Anna mengangguk "Satu tahun lalu aku menyelesaikan pendidikan perguruan tinggi di Jerman, dan sekarang aku sudah mendapat kerja disini" jelas Anna


"Tanpa kau kerja pun aku masih bisa menghidupimu Anna"


"Baiklah, kau bisa memeriksa jantungku?" ujar Louis dengan muka memohon


"Kau sakit?" tanya Anna khawatir kemudian ia meraba-raba area dada Louis


"Kau membangunkan sesuatu yang sejak tadi tidur Anna" suara Louis kini berucap serak


Anna menghentikan tangannya, ia paham apa yang di maksud pria di hadapannya ini "Ma-maaf.." ujarnya takut-takut


"Kau sungguh menggemaskan" cicit Louis kemudan ia terkekeh pelan


"Kau menipuku?"


"Hanya bercanda Anna" jawab Louis dengan senyum yang mengulas dari sudut bibirnya

__ADS_1


"Lou, kau bekerja apa dan dimana?" tanya Anna mencoba mengalihkan pembicaraan


"Aku mengelola perusahaan Kakekku di Kota Roma" jawab Louis


"Oh begitu.."


"Anna, maafkan aku atas kejadian siang tadi"


" Tak apa, itu hak mu dan ini juga rumahmu Lou" jawab Anna


"Aku tahu kau tidak menyukainya" ucap Louis


"Hmm.. Aku tak suka bau alkohol yang menguar seperti tadi, kepalaku akan sangat pusing" jawab Anna pelan


Sekarang Louis tahu bahwa Anna memang berbeda dengan wanita yang sering ia temui.


Louis adalah putra bungsu dari empat bersaudara. Louis sebenarnya bekerja di sebuah club ternama dan menjadi seorang Dj disana, sebenarnya Dj itu hanya sekedar hobi, hobi yang menghasilkan uang.


Soal perusahaan? Louis memang mengambil alih perusahaan Kakeknya di Kota Roma, Italy. Namun ia hanya akan datang seminggu dua kali. Sebenarnya tanpa bekerja pun ia sudah memiliki banyak uang


Sekarang Louis tengah beristirahat dari dunia hiburannya, namun akan kembali ke club minggu mendatang, sengaja ia tak memberitahukan Anna karena ia khawatir Anna pasti tak suka


"Anna berapa umurmu?" tanya Louis


"Dua puluh satu tahun, kau?" tanya Anna balik


"Aku dua puluh lima, Kau sungguh masih muda namun sudah bergelar Dokter, orangtuamu pasti bangga padamu" ucapan Louis membuat Anna menunduk, tanpa sadar air mata wanita itu jatuh


"Apa ucapanku menyakitimu?" ucap Louis merasa bersalah


Anna mengangkat kepalanya kemudian berkata "Tidak, aku baik-baik saja" jawab Anna


Namun Louis tahu bahwa Anna tengah berbohong, ia memilih untuk tidak membahasnya sekarang. Ia takut ucapannya akan melukai Anna, entah mengapa ia sangat tidak ingin melukai perasaan wanita itu dan menjaga ucapannya.

__ADS_1


Tbc...


__ADS_2