
Anna terdiam sebentar, ini kali pertama ia tidur satu ranjang dengan pria asing. Namun tak di pungkiri, berada dalam pelukan pria itu semalaman membuat tidurnya lebih baik
"Kau sangat cantik Anna, ini kali pertama aku melihat wanita bangun tidur dengan natural" ujar Louis berhasil membuyarkan lamunan Anna
"Aku tahu, aku memiliki sejuta pesona" canda Anna kemudian diiringi tawa keduanya
Louis bangkit dan beranjak pindah ke kamarnya, ia terus memikirkan wajah cantik Anna.
"Baru sehari dia di kamar itu, namun wangi maskulinnya menempel di kamar gadis itu bahkan saat dia tidak di kamar" gumam Louis pelan, ia menyukai aroma Anna
Setelah keduanya selesai membersihkan diri, Louis beranjak ke dapur dan menemukan Anna yang tengah memasak nasi goreng di sana.
Baru harum dari masakan itu membuat perut Louis berbunyi
"Kau sudah selesai? Maaf aku menggunakan dapurmu" ujar Anna
Louis terkekeh pelan mendengar itu "Anggap saja rumahmu sendiri Anna, tak perlu meminta izin lebih dulu" balas Louis
"Baiklah, ini makanlah aku membuatkanmu nasi goreng juga untukmu" ujarnya sembari memberikan sepiring nasi goreng
Karena merasa lapar, Louis langsung menerimanya dan memakannya dengan lahap
"Pelan-pelan Lou, aku tidak akan mengambilnya" canda Anna
"Maaf, masakanmu sungguh enak" puji Louis
Ia membuka kulkas dan melihat isinya, bahan masakannya habis. Louis adalah tipikal pria yang tidak terlalu suka makan di luar, karena menurutnya kurang higienis dan tidak sehat, beruntungnya pria itu pintar memasak
"Anna, bisakah kau menemaniku ke supermarket?" tanya Louis
__ADS_1
"Tentu saja, sekarang?" tanya Anna balik, kemudian di balas anggukan oleh Louis
Keduanya meluncur pergi ke supermarket, semua bahan masakan serba lengkap disana
Setelah memilih beberapa jenis sayuran, kini mereka beralih ke jenis seafood "Anna, kepiting mana yang menurutmu enak?" tanya Louis yang bingung melihat berbagai jenis kepiting
Anna mendekat dan berkata "Ini, kau suka kepiting?"
"Baiklah ambil itu, hmm aku sangat menyukai kepiting" jawab Louis
Kemudian keduanya membeli ikan, ayam, dan lain-lainnya setelah itu menuju kasir untuk membayar
"Kalian terlihat seperti pasangan pengantin baru" ujar penjaga kasir itu pada keduanya
Anna dan Louis terdiam mendengar itu kemudian saling tatap, keduanya tampak malu-malu
Louis hanya tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sedangkan Anna hanya tersenyum sebagai balasan.
Setelah di total seluruh belanjaan, Louis membayarnya kemudian beranjak meninggalkan supermarket
Sepanjang jalan hening, keduanya tampak enggan membuaka pembicaraan hingga tiba di apart. Setelah menata isi kulkas bersama, keduanya memilih duduk untuk beristirahat
"Lou, bisakah besok kau menemaniku mencari apartement?" tanya Anna memecah keheningan diantara mereka
Louis terperanjat kaget mendengar penuturan Anna barusan, ada perasaan tak rela jika gadis itu meninggalkannya
"Anna.. Tinggal lah disini lebih lama, a-aku tidak ingin kau pergi.." lirih Louis pelan, ia mengatakan yang sebenarnya
Anna tercegang "Ta-tapi"
__ADS_1
"Ku mohon Anna.." potong Louis
"Lou, aku tidak bisa merepotkanmu lebih lama. Aku tak akan melupakanmu, kita tetap akan menjadi teman dan jugaa masih bisa bertemu meskipun terpisah tempat" jelas Anna
"Aku merasa tidak di repotkan, bahkan aku senang kau disini Anna" jawab Louis
Anna terdiam dan berpikir sesuatu kemudian ia menjawab "Kau baru ku kenali kemarin malam, aku harus beradaptasi lebih dulu di lingkungan baru ini. Untuk itu, aku membutuhkan rumah untuk pulang" jelas Anna lagi
Mendengar penuturan Anna, Louis hanya mampu diam. Setelah itu ia tak menjawab apapun dan beranjak pergi ke kamarnya, di dalam sana ia bingung dengan dirinya sendiri.
Entah mengapa ia benar-benar tak mau gadis itu pergi "Ayolah Louis kau bisa menemuinya kapan saja" ujar Louis pada dirinya sendiri dan menghentakkan kepalanya ke dinding dengan pelan
Hingga malam hari pun, Louis tak keluar dari kamarnya hal itu membuat Anna khawatir dan kemudian mencoba mengetuk pintu kamar Louis
"Lou.. apa yang kau lakukan di dalam, kau belum makan sejak tadi ayo keluarlah" panggil Anna dari luar
Louis mendengar suara itu, sungguh ia belum siap kehilangan suara lembut itu juga wangi yang memabukkan khas Anna.
Merasa tak mendapat jawaban Anna kembali memanggil sembari terus mengetuk "Louis! apa kau sudah tidur?"
Cklekk! suara pintu terbuka, tiba-tiba Louis memeluk Anna hingga membuat gadis itu tercegang di tempat
"Anna, ku mohon tinggal lah disini lebih lama" ucapnya begitu lirih dan sendu seolah takut ditinggalkan, padahal kebersamaan mereka baru satu hari
To be continue..
...{ Visual Louis Nicolas Varderhyde }...
__ADS_1