
Cukup lama mereka hening tanpa suara dengan posisi berpelukan, Anna sadar ini salah namun ia nyaman dan seolah enggan melepaskan.
"Anna.." panggil Louis pelan
"Hmm.." jawabnya singkat
"Sejak pagi mood ku tidak bagus, di kantor terjadi masalah hari ini. Ternyata mengelola perusahaan besar sangatlah sulit, bagaimana dengan harimu?" tanyanya membuka pembicaraan
"Menegangkan Lou, setiap hari aku terus berada di ruang operasi. Dalam satu hari aku bahkan bisa melihat empat hingga lima orang meninggal dunia, juga empat sampai lima orang manusia lahir" balas Anna
"Kau Dokter hebat Anna, kau sudah berusaha menyembuhkan banyak orang dengan kemampuanmu" dukung Louis
"Hmm.. tapi percayalah, saat seseorang Dokter gagal menyelamatkan nyawa pasiennya, saat itulah aku benar-benar merasa tidak berguna" ujarnya
"Jangan berkata seperti itu, kehidupan sudah di atur Tuhan bukan?"
"Hmm ya, Lou apa yang terjadi di kantormu hari ini?" tanya balik Anna
"Banyak hal buruk terjadi, aku takut akan menua sebelum waktunya" cicit Louis, Anna terkekeh pelan mendengar itu
...>>>...
Berbulan-bulan berlalu begitu cepat, tak terasa hubungan antara Louis dan Anna makin hari makin terlihat jelas.
Tepat besok adalah hari memperingati hari ke 100 mendiang Kakeknya Louis, ia harus kembali ke kota Roma hari ini tentunya bersama dengan Anna
Saat hendak memasuki rumah, seorang gadis cantik dengan semangat berlari untuk menyambut kedatangan Louis.
Langkah gadis itu terhenti saat ia melihat Louis mengenggam erat tangan wanita di sampingnya yang tak pernah ia lihat sebelumnya
"Louis!" serunya penuh semangat dan berlari ke arah Louis berusaha ingin memeluknya
Namun Louis menghindar, Anna yang melihat itu kaget bukan main meskipun ada beribu pertanyaan yang ingin ia lontarkan saat ini
"Kenapa? Kau tidak merindukanku?" tanya gadis itu
"Elleya? kapan kau kembali?" tanya Louis
__ADS_1
"Kemarin malam, aku ingin menemuimu namun Tante Daiana berkata kau akan datang hari ini, jadi aku menunggumu" ucapnya penuh semangat
Elleya adalah teman Louis semasa kecil, bertahun-tahun mereka berteman hingga sampai kelas 3 SMP mereka berpisah karena Elleya harus ikut Papanya yang pindah kerja di Australia dan mulai menetap disana.
Namun ia sejujurnya memiliki perasaan terhadap teman masa kecilnya itu, dikarena ia perempuan Elleya merasa tak pantas memberitahukan perasaannya lebih dulu
"Aku senang kau kembali, kau akan menetap di Italy atau akan kembali ke Aussie lagi?" tanya Louis kembali
"Louis aku ingin memelukmu, aku merindukanmu tolong jangan bahas hal lain" kekeuh Elleya semakin mendekat pada Louis
"Kenalkan dia kekasihku" alih Louis, sebenarnya ia tahu bahwa sahabat kecilnya ini mencintainya karena kakak Elleya yang masih menetap di Italia yang memberitahukannya
Elleya tercegang, tubuhnya kaku "Ke-kekasih?" tanyanya tak percaya
"Hallo, aku Anna Dawson" sapa Anna ramah namun Elleya tak menggubrisnya
"Louis?" serunya serak, tanpa sadar air matanya jatuh
"Maafkan aku, aku tahu kau mencintaiku sejak lama, namun maaf Elle, meski ku paksakan aku tetap tidak bisa. Kau tak lebih dari sahabat kecilku" ungkap Louis
Anna dan seluruh keluarga hanya diam, mereka tak ingin ikut campur. Biarlah urusan ini Louis dan Elleya yang menyelesaikannya
"Tetap di tempatmu Anna" cegah Louis sembari terus menggenggam tangannya erat
"Ku fikir, kau akan membuka hatimu untukku saat tahu aku mencintaimu. Ternyata malah aku yang mendapat surprise, Louis bahkan untuk memelukku saja kau tak mau?" tangisnya pecah, dadanya terasa sesak Elleya merasa seperti hilang separuh hatinya
"Maafkan aku jika kehadiranku membuat jarak antara kau dan Louis, kau bi-"
"Aku sangat mencintainya Elle, ku harap kau dapat menemukan seseorang yang akan menjaga dan mencintaimu dengan baik nantinya" potong Louis, Anna menatap Louis mencoba mencari kebohongan disana, namun kenapa ucapan pria itu terdengar begitu tulus
"Kau sangat mencintainya, lalu bagaimana aku? Apa aku bukan cintamu" tangis Elleya semakin tak tertahankan
"Kau sahabatku" balas Louis
"Anna, kau menang dan selamat, aku kalah" ucap Elleya pada Anna
Disaat seperti ini, Louis harus besikap tegas dengan ucapannya meskipun itu akan menyakiti Elleya. Ia bukan tipe pria yang akan berpura-pura demi menjaga perasaan orang lain, sungguh itu bukanlah seorang Louis!
__ADS_1
Elleya pergi meninggalkan kediaman Vanderhyde, hari yang harusnya menjadi bahagia untuknya malah memberinya luka amat parah
Ia mengendarai mobil secepat mungkin berharap ia akan mati detik itu juga, namun tidak. Tuhan masih ingin ia tetap hidup, di tepi jalan ia menghentikan mobilnya lalu menangis sejadi-jadinya
Sementara di kediaman Vanderhyde, keluarga tak ada yang membuka suara tak ingin membahas karena situasi yang tidak tepat
"Lou, harusnya kau memeluknya. Aku melihat matanya betapa ia sangat merindukanmu" lirih Anna pelan
"Aku tidak ingin membuatnya semakin terpuruk Anna" balas Louis
"Aku bisa melihat bahwa ia sangat mencintaimu, kejar dia dan minta maaflah" ujar Anna lagi
Louis menatap lamat wajah wanita di depannya itu "Ck.. omong kosong apa yang kau bicarakan?!" kesal Louis hingga meninggikan suaranya
"Dia sa-"
"Diam Anna! Jangan pernah berfikir aku menyukai kata-katamu tadi" ujarnya sembari memeluk tubuh Anna erat
Tanpa sadar Anna pun membalas pelukan Louis, sejujurnya ia sangat takut bahwa Louis akan benar-benar pergi meninggalkannya.
"Kali ini, biarkan aku egois Tuhan! Aku lelah terus kehilangan" batin Anna
Tidak mudah hidup sendirian di tengah kekacauan yang ia hadapi beberapa tahun lalu, bermodal nekat akhirnya ia berhasil hingga di titik sekarang.
Keesokan harinya, seluruh keluarga memulai acara peringatan 100 hari yang memang sudah turun temurun keluarga Vanderhyde lakukan
Berlangsung sekitar satu jam, setelahnya seluruh keluarga harus mandi membersihkan diri. Kemudian dilanjut dengan makan malam bersama, disinilah Anna melihat kehangatan keluarga Louis
Sedari tadi, Mama Daiana begitu perhatian padanya. Anna yang sudah lama tak merasakan kasih sayang ibu pun menangis
"Hei nak, kenapa menangis?" tanya Mama Daiana lembut sembari mengusap air mata di pipi Anna
Louis khawatir bukan main "Anna? apa makanannya tidak enak?"
"Tante, boleh Anna peluk Tante?" tanya Anna hati-hati
Mendengar itu Mama Daiana terenyuh "Tentu saja sayang.." balasnya kemudian memeluk sayang tubuh Anna
__ADS_1
Louis dan keluarga hanya diam menyaksikan, ingin sekali Louis bertanya mengenai keluarga Anna namun ia tak ingin, karena terakhir saat mereka membahasnya Anna justru tampak murung.
Tbc..