Masih Dia Pemenangnya

Masih Dia Pemenangnya
Episode 45


__ADS_3

Di sebuah restoran mewah disana Louis tengah duduk bersama lawan bicaranya, ia mengamati dngan begitubserius wajah pria di hadapannya itu sembari mengepalkan tangan.


Setelah mengetahui semua kebenarannya Louis hanya memberi senyum masamnya


"Wahh, ternyata ada manusia seperti itu di dunia ini" ucap Louis sinis


"Kau kekasih Anna?" tanya pria itu


Louis mengangguk simpul "Demian, jangan lagi menampakkan dirimu di depan Anna. Menjauhlah sejauh mungkin dari negara ini" tekan Louis


Ya, pria yang sejak tadi berbicara dengannya adalah Demian, pelaku kekerasan pada Anna semasa duduk di bangku SMA.


Demian sendiri yang mendatangi Louis dan mengajaknya berbicara mengenai kejadian seminggu lalu di rumah sakit.


"Aku merasa terbebani selama bertahun-tahun, karena saat Anna dinyatakan tak lagi bersekolah dan tidak ada salah satu guru bahkan temannya yang tahu Anna pindah kemana. Selama itu pula aku hidup dengan penuh rasa sesal dan tidak tenang" jelas Demian


"Kemarin aku menemuinya untuk meminta maaf sekaligus terima kasih, aku tidak tahu kenapa reaksinya seperti itu. Sampaikan maafku untuknya, setelah itu sesuai ucapanmu aku akan pergi dari Negara ini" pinta Demian


Ia lelah hidup dalam bayangan wajah kesakitan Anna, serta di hantui rasa bersalah tiap harinya


Setelah mengakhiri penjelasannya, Demian kini merasa jauh lebih tenang. Bertahun-tahun ia mencari Anna namun tidak menemukan jejak sedikitpun, kini ia akan tidur nyenyak dan tak lagi merasa terbebani

__ADS_1


Setibanya di rumah, Louis menemukan keluarganya ada di apartementnya sedang berbicara pada Anna


"Sejak kapan kalian datang?" tanya Louis kemudian memilih duduk di samping Anna


"Sejak kau pergi" jawab Mama Dashi


"Heyy.. jangan melamun" seru Louis pelan sembari membelai pipi Anna


"Lou, I want you hug me" lirih Anna


Tanpa berlama-lama Louis mengabulkan keinginannya, ia memeluk Anna tanpa canggung di depan keluarganya


"Lou, aku ingin pindah dari Negara ini" ujar Anna


Anna tak merespon apapun, ia memeluk Louis dengan erat dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang Louis


"Mama kembali ke kamar sebelah yaa" celetuk Mama Dashi


"Kalian menyewa di sebelah?" tanya Louis sembari menatap keluarganya


"Ya, mana mungkin kami mengganggu kalian berdua" jawab Mama Daiana

__ADS_1


"Ohya Louis, besok Lucas akan datang kemari" tambah Mama Daiana lagi


"Untuk apa?"


"Kau bisa menanyakannya saat dia datang" jawab Mama Daiana singkat kemudian berlalu meninggalkan kamar Louis


Anna menatap Louis sejenak, nama asing yang tak ia tahu itu sedikit membuatnya penasaran "Lou, siapa Lucas?" tanya Anna penasaran


"Dia kakakku" jawab Louis


"Begitukah? kau memiliki kakak?" tanya Anna penasaran


"Ya Anna, selama ini Lucas menetap di Belanda karena seluruh pekerjaannya ada disana. Sudah lima tahun dia tidak pulang karena selalu ada kendala" jelas Mama Daiana


"Hmm yaa aku mengerti" jawab Anna singkat


Setelah bercerita singkat tentang Lucas, Mama Dashi dan Mama Daiana kembali ke kamar sebelah yang telah mereka sewa. Selama kehadiran Anna, mereka menganggapnya bak anak sendiri, Anna adalah tanggung jawab mereka mulai hari dimana Louis datang membawa gadis cantik itu.


Keesokan harinya, Anna kembali jauh lebih baik dari sebelumnya. Louis mengatakan Demian akan pergi dan ia berharap trauma itu hilang hingga ia tak perlu merasa takut lagi


Sementara Sheza kini berada di rumah sakit sedang menjalankan tugasnya sebagai seorang Dokter.

__ADS_1


Dan ya, bulan depan ia dan James akan melangsungkan pernikahan. Sebelumnya keduanya sepakat untuk menikah ketika anak mereka lahir, namun keputusan itu berubah karena James ingin memantau kondisi ibu dari anaknya itu tanpa susah payah bolak balik.


__ADS_2