Masih Dia Pemenangnya

Masih Dia Pemenangnya
Episode 36


__ADS_3

Pagi ini Anna telah selesai memindahkan pasien tentara kemarin ke ruang rawat, pasien bahkan telah pulih dan kondisinya sudah lebih baik


"Bagaimana perasaanmu?" tanya Anna setelah selesai mengganti infus pasien


"Sudah lebih baik Dokter" jawabnya


"Minum obatnya dengan teratur, daya tahan tubuhmu sangat bagus dan kau masih muda, kau akan cepat pulih" hibur Anna, ia selalu bersikap ramah pada pasiennya


Saat ia keluar, Kapten Anggara sudah berada di depan pintu menunggu Anna keluar


"Bagaimana kondisinya?" tanyanya


"Sudah lebih baik, kau bisa menjenguknya pasien sudah sadar. Tapi hanya dua orang yang boleh masuk" ucap Anna


Kap. Anggara merasa lega setelah mendengar itu "Terima kasih" ujarnya


"Itu sudah tugasku, maaf permisi" ujarnya berlalu pergi


Kap. Anggara hanya menatap punggung yang sudah menjauh itu, ia merasakan pesona Dokter cantik itu menariknya terus-menerus


Tak lama ia masuk bersamaan dengan anggotanya, ia akan bergantian karena jumlah dibatasi


"Bagaimana keadaanmu Kai?" tanya Kap. Anggara, nama pasien adalah Kailo Wieheer


"Sudah lebih baik, karena Dokter cantik yang merawatku" ucapnya sembari senyum-senyum


"Kau menyukainya?"


"Menurutmu tidak?" tanya Kai balik


"Yahhh bersainglah secara sehat" ujar rekan mereka yang satunya bernama Rayden


"Ah kau tidak seru, kau juga menyukainya?" tanya Kai


Kap. Anggara mengangguk mengiyakan "Aku tak mau mengalah kali ini"


"Hahaha baiklah aku saja kalau begitu" jawab Kai


Anna yang tengah beristirahat bersama para Dokter terkejut melihat berita yang di tayangkan hari ini


Breaking News,


Dua gempa bumi hebat melanda Turki selatan dan tengah. Gempa pertama terjadi di 34 km barat kota Gaziantep pada pukul 04:17 waktu setempat, yang mengakibatkan terjadinya kerusakan luas di Turki dan Suriah, gempa Turki memiliki magnitudo sebesar 7,8 yang termasuk skala gempa bumi besar.


Semua Dokter yang mendengar berita itu tercegang, banyak dari mereka menghubungi para keluarga yang tinggal di Turki.

__ADS_1


Sementara di London, Louis tengah sibuk dengan beberapa berkas di mejanya sebentar lagi ia akan rapat bersama seluruh karyawannya


Setiap tahunnya Louis pasti memecat karyawan, itu terjadi karena ulah karyawannya sendiri yang berani curang, apapun perbuatan kecurangan yang dilakukan ia tak akan mentolerir lagi


Rapat kali ini, Louis berhasil menyudutkan salah satu karyawannya. Ia selalu menyaksikan hal seperti itu di depan seluruh karyawan supaya mereka berfikir beribu kali untuk mempermainkan seorang Louis


Tanpa banyak bicara lagi, ia langsung memecat pria yang sudah lama bekerja dengannya, namun seorang Louis tidak menerima kecurangan dalam bentuk apapun itu.


Saat rapat selesai, ia mendapat kabar tentang gempa yang melanda Turki. Segera ia menghubungi sekretarisnya untuk memberikan bantuan kepada korban masyarakat yang tertimpa musibah besar disana


Kemudian ia mengambil hp dan menghubungi Anna "Hallo, kau sedang apa?" tanya Louis


"Bersiap untuk makan Lou, kau sendiri sedang apa?


"Aku juga akan bersiap makan, Anna kau dengar berita gempa di Turki?" tanya Louis


"Aku baru saja tahu, aku berniat memberitahumu. Kau jadi pulang besok?" tanya Anna lagi


"Anna maafkan aku, aku belum bisa pulang besok. Mungkin dua hari lagi, aku harus memastikan operasional kantor kembali baik" ujar Louis


"Ya aku mengerti, selalu kabari aku ya" ujar Anna


"Hmm.. aku merindukanmu" lirih Louis pelan bahkan hampir tak terdengar


"Aku juga merindukanmu" balas Anna, Louis yang di seberang telepon kaget namun juga senang


"Ada apa?" tanya Anna


"Sebaiknya kau segera kesana, aku harus memanggil Dokter Rico" setelah itu Dr. Sheza berlarian menuju ruangan Dr. Rico


"Apa yang terjadi disana?" tanya Louis


"Entahlah, ketua rumah sakit ini tiba-tiba mengadakan rapat. Lou aku tutup dulu teleponnya, nanti aku akan mengabarimu lagi" setelah itu sambungan telepon mereka terputus


Di ruang rapat, ketua rumah sakit menjelaskan tentang kejadian gempa yang melanda Turki


"Saya baru saja mengikuti rapat online, saya sudah menyetujui tentang pengiriman Dokter dan perawat berjumlah 25 orang yang akan di kirim ke Turki untuk membantu penyelamatan disana"


Setelah banyak perbincangan akhirnya rapat pun selesai, Anna termasuk salah satunya yang akan di kirim ke Turki


Ia menghubungi Louis dengan melakukan panggilan vidio sembari ia makan


"Sedang makan?" tanya Louis begitu melihat Anna


Anna mengangguk "Lou, aku harus ke Turki. Ketua rumah sakit mengirim tenaga medis untuk pengobatan pasien disana dan aku salah satunya" tutur Anna

__ADS_1


"Anna tapi disana berbahaya, bagaimana jika terjadi gempa susulan?" ucap Louis penuh khawatir


"Aku akan melakukan tugasku sekalipun itu dalam bahaya Lou, aku akan selalu ingat sumpah Dokter yang aku ucapkan" jelas Anna


"Berapa lama kau disana?"


"Kurang lebihnya satu minggu, dan di minggu selanjutnya diganti dengan para dokter dari Negara tetangga yang lain begitupun seterusnya" jelas Anna


"Anna.." lirih Louis, tatapannya penuh khawatir


"Percayalah, aku akan baik-baik saja. Kau tahu aku dokter yang hebat kan" yakin Anna sembari tersenyum


"Aku akan menuntut pihak rumah sakit jika kau terluka!"


Anna hanya menanggapi dengan tersenyum "Kau bagaimana, tidak memberi bantuan?"


"Aku sudah menghubungi sekretarisku untuk memberi bantuan pada korban" jawab Louis


"Baguslah kalau begitu, Lou aku tutup dulu ya"


"Jaga dirimu, berjanjilah kau akan pulang dengan selamat" Anna mengangguk, setelahnya keduanya bertukar cerita satu sama lain.


...>>>...


Keesokan paginya, Anna dan 25 Dokter lainnya sudah berkumpul di Bandara yang akan membawa mereka terbang ke Turki. Sebelum lepas landas ia mengabari Louis lebih dulu supaya pria itu tidak khawatir


Setelah menempuh perjalanan cukup lama, akhirnya mereka tiba di Turki sekitar pukul 12 siang dan langsung menuju ke Gaziantep lokasi kejadian


Hancurnya bagunan yang meyebabkan jasad yang tertimbun, serta banyak yang luka-luka parah, terhitung sudah ada 200 mayat yang telah berhasil terhitung oleh timsar


Sebagai ketua tim, Anna memberikan perintah yang akan melaksanakan rangkaian yang akan mereka lakukan.


Mereka harus fokus lebih dulu pada pasien yang masih bisa di selamatkan, semua Dokter dan perawat mengangguk setuju, beruntungnya mereka tidak ada yang mencela Anna sama sekali


Mereka semua langsung berpencar untuk mengobati pasien, Anna menuju ke salah satu pasien yang kakinya tertimpa bebatuan


"Help me, Sir!" seru Anna


Ia berhasil di bantu oleh dua orang tim penyelamat untuk menyingkirkan batu pesar yang menimpa kaki korban


Korban segara di angkat menuju tenda pengobatan dan Anna langsung memeriksanya


"Thank you, Doctor" ujar pria paruh baya itu, ia beruntung masih di beri kesempatan untuk hidup


Anna mengangguk dengan senyum manisnya, kemudian ia beralih pada korban yang membutuhkan pertolongan lainnya.

__ADS_1


Tbc..


__ADS_2