Masih Dia Pemenangnya

Masih Dia Pemenangnya
Episode 30


__ADS_3

"Kau merindukan keluargamu sayang?" sela Mama Daiana, ia bisa merasakaan perasaan yang Anna alami saat ini


Anna diam tak menjawab apapun, ia semakin erat memeluk Mama Daiana, Louis menggelengkan kepalanya memberi isyarat untuk sang Mama supaya tidak bertanya lebih dulu


"Anna.. mulai sekarang kami adalah keluargamu juga, jangan sungkan nak" ujar Mama Dashi sembari mengusap punggung Anna


"Dimana keluargamu tinggal nak?" tanya Papa Lutthew


"Papa!" sentak Louis menggelengkan kepalanya, Papanya mengangguk mengerti


"Keluargaku tinggal di Indonesia, aku anak tunggal dari Richard Dawson juga Bae Hanna Dawson". Kemudian ia mulai menceritakan masa-masanya berjuang sendirian menempuh pendidikan di Negara Jerman hingga ke Italy.


Seluruh keluarga merasa bersalah karena bertanya seperti itu terutama Papa & Mamanya Louis.


"Maaf jika kami seolah mengorek luka yang kau kubur nak" ucap Mama Daiana


"Tidak Tante, ini keinginanku untuk mengatakannya. Aku berterima kasih kalian menerimaku dengan baik disini" jawab Anna


"Tentu, Tante juga pernah merasakan kesulitan saat muda. Sama sepertimu Tante juga memutuskan pergi dari tanah kelahiran hingga bertemu dengan Papanya Louis" balas Mama Daiana


"Sudahlah, ayo lupakan masa lalu. Mari makan lagi" ucap Mama Dashi


Setelah selesai makan malam, keluarga memaksa Louis untuk tidak kembali ke Kota Milan, alhasil ia dan Anna tetap di Roma.


"Bagaimana? kau mau?" tanya Louis pada Anna


"Aku tidak keberatan Lou" balasnya


"Bagaimana dengan Rumah Sakit?" tanya Louis lagi


"Papa akan mengaturnya, Rumah Sakit itu pemiliknya adalah rekan mendiang Kakekmu" ujar Papa Lutthew. Louis tak membantah apapun lagi setelah mendengar ucapan Papanya


"Anna.. kau bisa menggunakan kamar anak Mama saja, dia juga perempuan dan besok baru kembali. Saat ia datang kalian bisa berkenalan" ucap Mama Dashi

__ADS_1


"Tidak perlu, Anna tidur bersamaku" bantah Louis


Seluruh keluarga menjatuhkan tatapannya pada Louis, Mama Daiana bahkan tersedak mendengar ucapan putranya


"Kenapa kalian menatapku seperti itu?" tanya Louis


Anna diam mematung, memang beberapa minggu terakhir ia dan Louis tidur satu ranjang


"Anna kesulitan tidur jika tidak ku peluk" ujar Louis lagi karena seluruh keluarga menatap intens ke arahnya


"Hei!" sentak Anna merasa tak terima dengan yang Louis ucapkan


Mama Daiana mendekat ke arah putranya, menatap Louis dari bawah ke atas dengan intens


"Kau tidak nyolong start duluan kan? Anna apa Louis memaksamu berhubungan suami istri? katakan padaku nak ayo jangan takut" selidik Mama Daiana


"A-aku, bagaimana a-ak"


"Kenapa gugup? benar kalian sudah melakukannya?" kini Mama Dashi juga ikut bersuara


"Jangan turuti kelakuan kakakmu Deano itu Louis!! jangan berguru padanyaaaa!!" Mama Dashi bahkan memukuli Louis


"Ma-mama, mama hentikan" Louis mencoba menghindari pukulan kedua ibu-ibu itu


"Katakan apa kau memaksa Anna melakukannya hah, dasar anak sial*n beraninya kau!" tambah Mama Daiana juga ikut mengamuk


"Mama, aku tidak melakukan hal sejauh itu!" bantah Louis hingga kedua Mama itu berhenti memukulinya


"Tante, Louis benar. Kami tidak melakukan hal itu aku berani bersumpah"


Setelah cekcok itu berakhir, keluarga tak bisa menolak karena Louis yang kekeuh tak ingin di bantah keputusannya alhasil ia tetap sekamar dengan Anna.


"Kau belum mau tidur?" tanya Anna

__ADS_1


"Tidurlah lebih dulu, aku harus menyelesaikan suatu hal" jawab Louis


"Lou pakai bajumu!"


"Kenapa? kau sudah biasa melihatku begini kan?"


"Situasinya berbeda, bisa saja Tante akan kesini nanti dan mengira kita.. kitaa.." Anna tak mampu meneruskan ucapannya


Louis tersenyum melihat kegugupan Anna "Setiap malam kau membuatku gerah, jadi aku melepas bajuku" ungkap Louis dengan suara seraknya tepat di telinga Anna


"Memangnya kenapa aku?" balas Anna merasa tak terima


"Entahlah.. aku seperti tersengat arus listrik saat bersamamu, Anna boleh ku katakan sesuatu?" ujarnya


"Hmm bicaralah"


"Jangan pernah berani memakai baju seperti ini di hadapan pria lain" ucapannya yang lebih tepat adalah perintah


"Memangnya kenapa? apa ada yang salah dengan bajuku?" tanya Anna sembari berkaca di depan cermin


"Hanya ada satu kesalahan yaitu bagian dada bajumu terlalu rendah, aku pria normal tentu akan timbul hasrat tapi tenang aku bisa mengaturnya. Tapi jangan tujukkan hal itu kepada pria lain" jelas Louis


Anna refleks menutupi dadanya dengan kedua tangannya "Really? lalu kenapa raut wajahmu biasa saja saat Elleya disini kemarin? bukankah dadanya hampir menyemb*l keluar" tutur Anna dengan suara sedikit kesal


Louis diam tampak bingung, benar yang Anna katakan namun tubuhnya tidak berekasi apapun, berbeda dengan Anna


"Jelas karena auramu dan dia berbeda" balas Louis


"Lou, ayo berfoto aku terlihat cantik disini" ajak Anna seketika ucapannya beralih


"Mirror selfie, aku juga terlihat sexy disitu" kemudian Louis tersenyum sembari menatap Anna


__ADS_1


...{ Ilustrasi }...


__ADS_2