
Setelah pesawat landing, para cabin crew mulai memberi arahan kepada seluruh penumpang.
Saat tiba di arrival, mereka semua di sambut oleh Ketua rumah sakit yakni Brian Arbeto dan juga dokter lainnya yang ikut serta menyambut kepulangan merka
Anna memberikan laporannya pada Brian Arbeto dan menyatakan bahwa mereka semua berhasil kembali dengan lengkap, ia bersama rekan lainnya berhasil selamat dari gempa susulan yang terjadi beberapa hari lalu saat mereka sedang melakukan tugas.
Brian Arbeto mengungkapkan terima kasih sekaligus meminta maaf pada semua dokter dan perawat yang bertugas di Gaziantep, ia akan memberikan cuti selama 4 hari pada mereka supaya dapat beristirahat setelah menjalani hari yang berat
Louis berlari sekuat tenaga begitu tiba di Bandara, ia mendapat kabar dari pihak rumah sakit bahwa hari ini dokter dan perawat yang dikirim ke Gaziantep akan kembali ke Italy.
"Dimana Anna?" tanyanya terengah-engah ketika sampai di hadapan Brian Arbeto
Ia melihat satu persatu dari mereka semua namun tidak ada Anna di antaranya, hal itu membuat Louis membeku dengan fikiran negative di kepalanya
"Brian dimana Anna?!" suaranya naik satu oktaf, akhir-akhir ini Louis sulit mengontrol emosinya
"Bersabarlah dia-"
Bughh! bughh! belum sempat Brian Arbeto meneruskan ucapannya Louis sudah memukulnya lebih dulu dengan keras
"Aku akan menghancurkan rumah sakitmu!"
Brakkk!
Louis melempar apa saja yang ada di dekatnya ke arah Brian Arbeto, pria itu tengah menggila saat ini. Theo yang datang bersamanya pun tak berani melerai
__ADS_1
Bugh! "Bangs*t kau memintaku bersabar hah?!" kembali ia memukul Brian Arbeto lagi, bukan tak mau melawan tapi Brian Arbeto sudah berumur kepala 4 tentu tenaganya akan kalah meski beberapa kali mencoba mengelak
Keduanya di lerai oleh petugas keamanan Bandara namun mereka malah kena pukulan Louis
Muka Louis memerah, amarahnya semakin meledak-ledak ia mengamuk sejadi-jadinya disana, Theo mencoba menenangkan namun ia bernasib sama seperti petugas keamanan tadi
"Louis!" Anna yang melihat itu berlari menghampiri Louis yang menggila
"Louis hentikan! apa-apaan ini!" lerai Anna
Melihat Anna berdiri tak berjarak di depannya membuat Louis sedikit tenang, apa lagi ketika ia mendengar suara itu lagi
"Louu.. ku mohon hentikan, kau kenapa?" tanya Anna lembut, ia menatap manik mata yang sudah lama tak ia lihat
Theo membantu Brian Arbeto berdiri, tubuh keduanya serasa hancur lebur akibat pukulan Louis
"Anna.. berhenti membuatku khawatir" lirihnya sendu, air matanya menetes begitu saja
"Hmm.. tidak lagi, aku sudah pulang kan?" balas Anna, keduanya bertatapan cukup lama seolah saling mengungkapkan rindu tanpa bicara.
Setelah aksi gila Louis di Bandara, mereka semua pulang ke kediaman masing-masing. Louis berlalu begitu saja seolah yang terjadi barusan bukanlah hal besar
Sementara Brian Arbeto meminta maaf atas kejadian yang diciptakan Louis kepada petugas keamanan Bandara. Theo juga mengatakan bahwa kerusakan fasilitas akan ia ganti karena di amuk oleh Louis tadi.
Sesampainya di apartment, keduanya duduk di sofa dan Louis memeluk Anna tanpa ingin melepaskannya sedikitpun
__ADS_1
"Tanganmu terluka" ujar Anna yang baru melihatnya
"Aku tidak apa-apa" jawab Louis semakin menenggelamkan wajahnya di leher Anna
"Aku belum mandi Lou" lirih Anna sembari mengusap kepala Louis pelan
"Aku tidak peduli" jawab Louis
"Lou, aku harus mandi" cicitnya pelan
"Lima menit, lima menit saja biarkan seperti ini dulu" jawab Louis
Sementara di kediaman Brian Arbeto, istrinya terpekik kaget melihat suaminya pulang dengan wajah leban
"B apa yang terjadi denganmu?" panik istrinya yang bernama Melly
"Louis gila itu yang melakukannya" adunya kemudian menceritakan kejadian memalukan di Bandara tadi. Sembari mendengarkan ceritanya ia mengobati luka sang suami
Tak berselang lama, Brian Arbeto mendapatkan telepon dari Lutthew Papanya Louis, ia meminta maaf atas nama sang putra karena amukan Louis membuat banyak pihak dirugikan
Ia mengurus kerugian di Bandara setelah mendapat kabar dari Theo, asisten pribadi Louis. Ia menceritakan semuanya hingga kemudian bergerak cepat menyelesaikan masalah yang disebabkan Louis.
Brian Arbeto mengerti apa yang Louis rasakan, karena jika dia di posisi Louis mungkin saja akan melakukan hal yang sama.
Tbc...
__ADS_1