
Sekitar pukul 09.00 pagi Anna terbangun dari tidurnya, ia menatap sekeliling kamar dan mengingat-ingat kejadian semalam
Tak ingin terlalu di pikirkan, Anna bergegas mandi membersihkan diri kemudian ia pergi ke ruang tengah mencari Louis
"Apa dia ke club itu lagi?" pikirnya
Anna di kagetkan oleh pesan masuk di ponselnya dimana disana tertera 17 panggilan tak terjawab dari Louis dan juga pesan belum terbaca.
Anna membuka kemudian membaca semua isi chatnya
"Anna.. maaf aku harus pergi pagi ini, aku tidak ingin menganggu tidurmu, aku akan kembali"
"Anna apa kau sudah bangun?"
"Akan ku ceritakan semuanya saat aku pulang, ku mohon tunggu aku"
"Sepertinya kau masih tidur"
Begitulah kira-kira isi pesan dari Louis tersebut, Anna tak membalasnya karena ia merasa jengah sekarang ini
Kemudian ia beralih pada satu nomor lalu menghubunginya, ia meminta izin untuk tidak masuk hari ini karena alasan sakit.
Seharian Anna berdiam diri di apart mewah pria itu, ia menghabiskan waktunya untuk istirahat karena tubuhnya terasa begitu lelah
Menjelang malam hari Louis baru kembali, hal pertama yang ia cari saat memasuki apart adalah Anna.
"Anna!" serunya pelan kemudian ia langsung masuk dan memeluk tubuh Anna
__ADS_1
"L-lou?" tanyanya bingung
Lama keduanya hening, Louis masih memeluk Anna. Ia juga terus meminta maaf atas kejadian tadi malam yang sangat menghantuinya sepanjang malam
"Grandpa meninggal pagi tadi, jadi aku terbang ke kota Roma untuk mengantar Grandpa ke peristirahatan terakhirnya" ujarnya tanpa melepas pelukannya pada Anna
"Kenapa kau tidak membangunkanku? aku ingin ikut" keluh Anna
"Malam ini kita kesana, kau mau? hari ini peringatan penurunan tanah untuknya" jelas Louis
"Penurunan tanah?" mimik muka Anna tampak bingung
"Di keluarga Vanderhyde itu sudah menjadi tradisi jika anggota keluarga meninggal. Jika kau tak ikut maka aku tak akan pergi, aku tak akan lalai dalam menjagamu lagi" tukasnya
"Keluargamu pasti ada kan? Lou bagaimana jika mereka bertanya tentangku?"
Anna membelalakkan kedua bola mata tak percaya "Omong kosong" celanya
Louis tersenyum getir "Jangan hiraukan apapun, mandilah lalu bersiap, jam 6 sore kita akan berangkat"
Tanpa menjawab apapun lagi Anna hanya mengangguk setuju,
...>>>...
Sepanjang jalan perjalanan begitu banyak ucapan turut berduka untuk mendiang Kakek Matthew
Mobil sport milik Louis kini terparkir di rumah mewah besar dan megah milik kakeknya, rumah itu adalah rumah induk kelurga Vanderhyde dimana saat hari-hari perayaan atau hari penting semua keluarga berkumpul disana
__ADS_1
Anna tampak ragu melangkah, ternyata Louis adalah cucu dari Matthew Jan Vanderhyde, ia adalah pebisinis dunia. Siapapun yang mendengar nama itu akan tau si Bussines Man of World begitulah julukannya.
Begitu banyak sorot kamera yang mengelilingi kediaman Matthew, banyak publik yang juga ikut turut berduka atas kepergian Pebisnis Dunia yang namanya sudah melambung tinggi itu
Louis keluar mobil sembari menggandeng tangan Anna, keduanya kompak memakai pakaian serba hitam serta tak lupa juga Louis selalu memakai maskernya Anna pun sama. Hal itu ia lakukan untuk melindungi privasinya
"Louis Vanderhyde! itu adalah penerus perusahaan Matthew di Roma" seru salah satu wartawan yang berhasil menyorot Louis
Kemudian suasana menjadi ramai karena mereka bertanya-tanya soal perempuan yang di gandeng Louis, mereka tak dapat melihat wajahnya karena terhalang masker.
Tanpa memperdulikan orang-orang Louis berjalan tanpa mengucapkan sepatah katapun pada wartawan, ia menggenggam tangan Anna erat kemudian mereka tiba di pintu besar kediaman Matthew
Kemudian acara penurunan tanah berlangsung selama satu jam, isak tangis pun masih terdengar saat acara selesai
"Kau siapa nak?" tanya wanita paruh baya namun masih terlihat muda
"Dia kekasihku, Anna Dawson" jawab Louis
Alhasil semua mata tertuju pada kedua pasangan itu, Anna melolot tak percaya mendengar itu
"Ah baiklah, nak kau panggil saja aku Mama Dashi, aku adalah kakak dari ayahnya Louis" ujar wanita itu
"Hmm iyaa t-tapi.."
"Louis kenalkan kekasihmu pada keluarga kita" potong Mama Dashi
"Kekasih?" tiba-tiba seorang wanita lebih muda dari Mama Dashi datang menyambar obrolan mereka
__ADS_1
Tbc...