Masih Dia Pemenangnya

Masih Dia Pemenangnya
Episode 28


__ADS_3

Setelah acara selesai, Louis memutuskan untuk kembali ke Milan malam itu juga. Meskipun keluarga memaksanya tinggal namun ia sendiri tetap kekeuh ingin pulang karena ada hal penting yang harus ia kerjakan besok pagi, alasan klasik bukan?


Saat di perjalanan menuju kota Milan, Anna tertidur pulas di pundak Louis. Ia terkekeh pelan karena Anna belum melepaskan maskernya sama sekali


"Sepertinya dia sangat lelah" lirih Louis sembari melepas masker Anna


Setelah menempuh perjalanan jauh, tak lama kemudian mereka sampai. Tidur Anna agak terusik karena pergerakan Louis yang menggendongnya


Ia mengerjapkan matanya berkata lirih "Aku mengantuk" kemudian ia mengeratkan pegangannya pada leher Louis dan kembali memejamkan mata


Louis hanya tersenyum simpul "Molto dolche" ujarnya berbahasa Italia yang artinya "Manis sekali"


Setelah merebahkan tubuh Anna di ranjang, Louis hendak kembali ke kamarnya namun Anna malah memeluk tangannya erat


"Anna.." lirihnya pelan dan begitu lembut


"Non andare ( jangan pergi )" gumam Anna di tengah tidurnya


"Come richiesto (sesuai keinginanmu )" balas Louis


Louis mencoba melepaskan pelukan Anna di tangannya namun wanita itu enggan melepasnya


"Anna.. aku harus melepas jas hitam ini dulu. Aku tidak akan kemana-mana sungguh.." ujarnya pelan sembari mengelus surai hitam Anna


Setelah selesai, Louis pun ikut berbaring, ia juga mengambil posisi di samping Anna hingga tak lama wanita yang tertidur pulas itu memeluk tubuhnya


Louis menatap wajah tenang itu, terlihat begitu menawan. Ia bahkan senyum-senyum sendiri mengingat kejadian beberapa jam terakhir saat mereka masih di kota Roma


"Sepertinya aku sudah mencintaimu" lirihnya, namun Anna yang tertidur pulas tentu tidak mendengarnya

__ADS_1


Puas menatap wanita cantik itu, Louis memilih ikut tidur karena hari ini ia sungguh lelah. Dua kali bolak-balik dari Kota Milan - Roma


.


.


.


Di sebuah ruangan operasi, Dokter cantik bersama rekannya tengah melakukan operasi pasien yang memgalami pembekuan jantung.


Anna terus berusaha melakukan yang terbaik, hingga operasi pertama telah berhasil.


Ia bergegas menuju ruang operasi ke dua dimana pasien terkena luka tembak cukup parah mengenai jantungnya hingga menyebabkan bocor jantung.


Disana sudah ada Dokter yang menanganinya namun ia juga mendapat tugas untuk turut membantu operasi didalam sana.


Saat ia membuka pintu, kondisi pasien kritis dan detak jantungnya menurun. Anna bergegas mendekat mengambil langkah cepat sembari menyuntikkan cairan bius


"Lakukan bedah, pembuluh darahnya terjahit hingga aliran darah tidak berjalan!" balas Anna tak kalah tajamnya


"Jangan gegabah jika tidak pasien akan mati!" kegaduhan kembali terjadi di ruangan itu


"Menurutmu Dokter mana yang lebih sering melihat kematian selain Dokter yang memegang pisau?"


Keadaan hening, Dokter Rico tak bergeming sedikitpun.


"Lakukan tugasmu segera Dokter Rico!!" sentak Anna


Kemudian pembedahanpun terjadi, kurang dari 45 menit operasi selesai, tekanan darah pasien kembali normal begitupun dengan detak jantungnya

__ADS_1


Anna keluar dari ruang operasi dengan berlumuran darah di jas Dokternya, setelahnya ia kembali membersihkan diri.


"Kau hebat Dokter Anna" tutur salah satu perawat yang ikut melakukan operasi tadi


"Kau juga hebat" balas Anna dengan senyum ramahnya


Sementara di sisi lain,


Louis tengah berada dalam puncak kemarahan tertinggi, dikarenakan laporan tentang perusahaanya sangat tidak logis


Setelah kepergian sang Kakek, sebagai penerus serta pewaris tunggal Louis ingin fokus mengurus perusahaan PT. Bara Vander milik Kakeknya yakni perusahaan bantu bara terbesar di Italia


Ia menyidang semua karyawan di ruang rapat, siapa yang berani melakukan kecurangan akan mendapat hukuman yang setimpal


Tak terasa hari sudah menunjukkan pukul 19.45 malam hari, ia dan Anna pulang bersamaan dengan mobil yang berbeda


Raut wajah keduanya tercetak jelas menandakan lelah, Anna membuatkan Louis wedang jahe untuk menghangatkan tubuh pria itu


Louis merebahkan tubuhnya di sofa sembari memperhatikan gerak gerik Anna


"Minumlah, ini akan menghangatkan tubuhmu" ujar Anna sembari menyodorkan segelas wedang jahe itu


"Boleh aku minta peluk? aku ingin kau yang hangatkan, aku sungguh lelah hari ini" keluh Louis, tercetak jelas raut lelah di wajah tampannya


Anna menatap iba raut lelah Louis kemudian ia segera memeluk Louis "Aku akan memeriksamu Lou" ujarnya sembari ingin melepaskan pelukannya


Namun Louis menarik kembali tubuh Anna "Aku baik-baik saja, aku hanya butuh pelukanmu" ucapnya perlahan kemudian semakin mengeratkan pelukannya


__ADS_1


...{ Ilustrasi }...


Tbc..


__ADS_2