
"Dokter!" panggil salah satu tim penyelamat yang turut ikut andil dalam gempa Turki yang melanda 2 hari berturut-turut
Anna yang mendengar segera bergegas disusul oleh Dr. Sheza
"Sheza siapkan alat operasi, kita harus melakukan pembedahan karena besi ini menusuk jantung pasien!" Seru Anna setelah selesai memeriksa keadaan korban
"Kau mau melakukan operasi di ruang terbuka seperti ini? Kecil kemungkinannya Dr. Anna!"
"Cepat ambil alatnya jika tidak pasien akan mati!" sentak Anna penuh penekanan
"Tapi.." Dr. Sheza agak ragu dengan keputusan yang Anna ambil
"Sheza!!" Pekik Anna, tidak ada lagi yang ia pikirkan selain keselamatan pasien
Dr. Sheza berlari menuju alat-alat medis yang sudah di sediakan pihak rumah sakit
Anna bersikeras membedah tubuh pasien dengan alat ala kadarnya, Dr. Sheza hanya diam membeku saat Anna mulai melakukan operasi itu sendirian
Merasa diam tak ada gunanya, ia membantu Anna sesanggup yang ia bisa. Kurang dari 45 menit operasi bedah selesai, Anna buru-buru memanggil perawat untuk memindahkan pasien kemudian ia fokus ke pasien lain yang butuh penanganan
Dr. Sheza melongo, ia tak menyangka kemampuan Anna sehebat itu dalam melakukan operasi
Tiada henti-hentinya para Dokter mengobati korban gempa disana, dalam sehari mereka bisa melihat ratusan nyawa meninggal dunia.
__ADS_1
Tak lama ia mendengar perintah dari gabungan tim penyelamat yang menyuruh anggotanya berkumpul untuk menyambut kedatangan tentara yang akan membantu mereka
Helikopter berhenti di udara di area lapangan, para tentara turun menggunakan tali yang sudah di siapkan karena jika helikopter mendarat, takut akan membuat situasi menjadi runyam karena bisa saja terjadi gempa susulan
Timsar dan tim penyelamat lainnya menyambut hormat atas bantuan yang sudah di kirimkan dari Negara Italia. Pasukan tentara yang di ketuai oleh Kapten Anggara Leonard
"Semuanya, terima kasih sudah menyambut kami dengan baik. Kami akan memulai penyelamatan bersama kalian" ujar Kapten Anggara pada timsar dan tim penyelamat lainnya
Setelahnya, ia memberi perintah pada pasukannya untuk menjalankan misi. Setelah itu para pasukan mulai mengambil alat bantuan yang akan di gunakan untuk memulai penyelamatan korban
Kap. Anggara berjalan dan mulai bergegas bergabung dalam timnya, saat ia berjalan ia tak sadar jika salah satu bangunan di atasnya akan runtuh
"Menyingkirlah Kapten!!" seru Reynand lewat ht nya
Tiba-tiba ada sebuah tangan yang mendorongnya hingga runtuhan bangunan itu tidak mengenai tubuhnya
"Dokter Anna!!" pekik Dr. Sheza yang melihat Anna terkena reruntuhan itu
Kap. Anggara buru-buru mendekati Anna "Kau?" kagetnya melongo tak percaya
"Akh..." keluh Anna karena bahunya terluka
Kap. Anggara menggendong tubuh Anna untuk di bawa ke bawah tanda dan langsung di tangani oleh Dr. Sheza
__ADS_1
"Terima kasih dan, maaf.." ujar Kap. Anggara
"Kau terluka?" alih Anna tanpa menjawab
Kap. Anggara menggeleng pelan "Senang bertemu denganmu lagi" ujarnya
"Semuanya, tolong berhati-hatilah. Bangunan yang terlihat biasa saja bisa runtuh seketika tanpa aba-aba" ujar Anna yang terdengar seperti perintah
Kap. Anggara juga memberi peringatan yang sama kepada pasukannya yang sudah memulai misi penyelamatan
"Dok-"
"Maaf Kapten, aku harus mengobati pasien" ujar Anna kemudian berlalu pergi
"Anna lukamu!" pekik Dr. Sheza sembari menggelengkan kepalanya melihat sifat Anna yang keras kepala
Semua pasukan tentara berhasil mengevakuasi korban, hingga malam hari tercatat 76 meninggal, 150 luka-luka, dan 134 korban selamat lainnya.
Para dokter terus berusaha memberikan perawatan terbaik pada korban yang selamat yang cidera, dalam sehari Anna bahkan melakukan operasi sebanyak 70 kali di bantu oleh Dr. Rico dan semua operasi yang ia jalankan selalu berhasil meskipun di tempat terbuka, Anna mampu mengambil keputusan sebesar itu
Kap. Anggara memberi perintah pada pasukannya untuk istirahat dan akan memulai kembali pencarian besok pagi, setelahnya matanya menuju Anna, menatap wanita cantik itu penuh kekaguman
"Sedari tadi dia tidak berhenti beralih mengobati korban kesana kesini" ujarnya
__ADS_1
Tbc..