Masih Dia Pemenangnya

Masih Dia Pemenangnya
Episode 15


__ADS_3

Bel sekolah berbunyi, waktunya seluruh siswa pulang ke rumah masing-masing


Di parkiran siswa khusus mobil Arez sudah lebih dulu keluar tengah menunggu Rizky. Ia melihat Caca yang berjalan bersama kedua temannya sontak menyapa


" Hallo kak " sapa Arez


" Oh hai " ujar Angel sementara Caca dan Aulya membalas dengan tersenyum


" Kelas kakak ga jauh dari kelas Bang Rizky, kalian liat dia gak? " tanya Arez


" Engga deh Rez, yakan guys " jawab Aulya


Caca dan Angel mengangguk bersamaan


" Sama Jevan, Bryan sama Aldo kali " tambah Aulya


" Itu dia " tunjuk Caca yang melihat Rizky berjalan ke arah mereka


" Kenapa? " tanya Rizky yang tiba di hadapan mereka


" Gua nungguin lu lama banget lu kemana mana sih " kesal Arez


" Kantin dulu tadi beli minum " jawabnya


" Ehh guys gue duluan ya udah di jemput sama nyokap " ujar Angel


" Ngel nebeng, nanti turunin gue di toko biasa disitu ada Mami gue juga " ucap Aulya


" Yaudah ayo, Caa gamau sekalian? " tanya Angel


" Engga kalian duluan aja Pak Nang lagi di jalan kok "


" Oh yaudah kita duluan ya bye bye " ujar Angel dan Aulya yang melambaikan tangannya kemudian tinggallah Arez, Rizky dan Caca disana


" Pulang sama kita aja kak, nanti di anter yakan Bang? " ujar Arez


" Gausah gapapa kalian duluan aja " tolak Caca pelan


" Serius nih? " tambah Arez dan Caca tetap keukuh menolak


" Yaudah Ca kita duluan ya " ujarnya kemudian melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan sekolah

__ADS_1


Caca sudah menunggu selama 35 menit lamanya sedangkan jarak dari rumah ke sekolahnya menempuh perjalanan hanya 20 menit


Ia tetap menunggu di pos satpam sekolahnya sendirian sementara juga banyak murid lain yang baru akan pulang karena mungkin ada yang ke kantin lebih dulu dan sebangainya


Tak lama handphone nya berdering..


" Pak Nang dimana kok belum sampe? " ujar Caca


..…


" Ohh gituu, yaudah Caca pulang sendiri aja Pak " ujarnya lalu menutup sambungan telepon


Ia berjalan keluar puntu gerbang mencari ojek namun tak ada yang lewat


Tinn.. Tin.. ( suara klakson motor )


" Caca? ngapain jam segini belum pulang? "


" Ehh Naufal? iya nyari ojek dulu soalnya supir lagi gabisa jemput " ujarnya


" Naik, gue anter pulang " ucapnya


" Naik Caa ini udah siang banget ga lama lagi sore " tambah Naufal


Hingga kemudian Caca naik ke atas motor Naufal dan pria itu melajukan motornya menuju rumah Caca


Di perjalanan ia banyak mengobrol, Naufal adalah pria yang bisa di ajak bercanda bahkan banyak bicara sejak tadi hingga tidak membuatnya merasa canggung


" Lo kenapa putus sama Rizky? " tanya Naufal tiba-tiba


" Gapapa, sih gaada alasannya " alibi nya, ia enggan membahas hal ini


" Sorry ya tiba-tiba gue nanya ini " balasnya


" Iya Fal gapapa sans, kayak sama siapa aja "


Tak lama kemudian mereka sampai di depan gerbang rumah Caca


" Btw makasih ya, gamau mampir dulu? "


" Om sama tante ada? " tanya Naufal

__ADS_1


" Gaada, biasanya Mama sama Papa masih kerja jam segini " balas Caca


" Ohh yaudah gue langsung pulang aja Ca, maybe lain kali aja klo ada Om sama tante "


" Yaudah makasih yaa " ujarnya yang dibalas anggukan oleh Naufal


Kemudian pria itu melajukan motornya meninggalkan komplek perumahan Caca


Caca masuk ke dalam rumahnya, tampak sepi dan hanya ada beberapa pengurus rumah yang sedang bekerja


Biasanya saat pulang sekolah ia akan melihat sang Mama yang duduk bersama cemilannya sembari menunggu ia pulang kemudian mengajaknya makan


Sekarang tidak lagi, apa-apa ia sendirian. Bahkan kala pagi datang ia jarang melihat kekdua orang tuanya yang selalu berangkat lebih awal dan pulang malam disaat ia sudah tidur


Jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, ia sangat mmerindukan moment hangat mereka seperti dulu


" Hmm.. Caca kangen Mama sama Papa " gumamnya tanpa sengaja air matanya menetes


Malam hari tiba,


Kedua orang tuanya pulang tak jauh beda waktu hanya selang beberapa menit.


Caca yang duduk di depan tv lantas menoleh kedua orang tuanya bergantian yang tengah sibuk sendiri-sendiri


" Paa, pinjamkan laptopmu sebentar " seru Mama Hanna


" Aku tengah mengecek email masuk " balas sang Papa


" Hanya meminjam sebentar apa.tidak bisa? aku perlu melihat perkembangan butik cabang di Surabaya sebentar " tambah sang Mama


" Hanna aku juga memiliki hal penting!! "


Hingga setelah itu terjadi lagi pertengkaran hebat malam itu, air mata yang coba Caca sembunyikan sejak lama kini meluruh


Ia kemudian mendekat hingga pertengkaran mereka terhenti


" Apa Mama sama Papa akan terus seperti ini? " tanya Caca dengan berlinang air mata


" Apa kalian tahu akibat dari ini semua merusak mentalku? hikss.. hikss " keluhnya


...To be continue.....

__ADS_1


__ADS_2