
"Apa yang harus ku lakukan?" tanya Louis, sungguh! lebih baik ia melihat Anna dengan tingkah anehnya dari pada melihat wanita itu terbaring lemah seperti saat ini
"Kau memiliki suhu ruangan panas kan? itu dapat membantunya, juga pakaikan wanitamu pakaian hangat untuk menstabilkan kondisinya" jelas Dokter Marry lagi
Louis bergegas mengaktifkan suhu ruangan panas, ia mendekat ke arah Anna sembari mengusap pipi gadis itu pelan
"L-louu" seru Anna
"Tahan ya, kau akan baik-baik saja" ujar Louis
"Ada lagi satu cara yang ampuh Louis" tutur Dokter Marry
"Apa?"
"Ini adalah cara jitu pria, kau bisa memeluknya lalu lepaskan pakaianmu dan juga pakaian gadismu. Kemudian tempelkan tubuhmu pada tubuhnya untuk mentransfer suhu panas alami tubuh" jelas Dokter Marry
"Sialan kau Dokter mesum!" kesal Louis
Dokter Marry tertawa pelan "Tenang saja dude, dia akan baik-baik saja selagi kau merawatnya dengan baik" ujar Dokter Marry
"Aku percaya ucapanmu bukan karena kau temanku ya!" bantah Louis
"Haha ya ya terserah kau saja, aku harus kembali ke rumah sakit"
"Theo akan mengurus pembayarannya" ujar Louis
Sepeninggal Dokter Marry, Louis terus membuat tubuh Anna hangat, sungguh ia benar-benar tidak suka melihat Anna sakit
"Louuu... dingin huhu.." keluh Anna ia bahkan menangis
"Anna.. don't cry, I will take care of you"
( Anna jangan menangis, aku disini menjagamu )
"Dingin huhu.. Louuu.. hikss.." keluhnya
__ADS_1
Berbagai cara sudah ia lakukan, Louis teringat ucapan terakhir Dokter Marry. Dengan cepat ia kembuka pakaian atasnya dan bertelanjang dada
"Maafkan aku.." lirih Louis kemudian ia membuka baju Anna hingga tersisa hanyalah bra
Ia memeluk tubuh Anna menyalurkan panas alami dari tubuhnya, Anna sama sekali tak membantah perlakuan Louis.
Darah Louis berdesir begitu menyentuh tubuh wanita di dekapannya itu, dapat ia rasakan detak jantung Anna juga dadanya yang naik turun
Cukup lama ia melakukannya hingga Anna tak merintih lagi, ia terlelap dalam dekapan Louis
Melihat Anna tertidur, Louis menarik selimutnya kemudian menutupi tubuhnya dan Anna. Ia tak akan melepaskan pelukannya sebelum suhu tubuh Anna kembali normal hingga tanpa sadar akhirnya ia pun ikut tertidur.
Pagi harinya Anna terbangun lebih dulu, ini adalah salah satu tidur ternyaman yang ia rasakan. Mendengar dengkuran halus Louis Anna mendongakkan kepalanya dan menyadari satu hal, tubuhnya dan Louis tidak berjarak sedikitpun
"L-louu?" ucapnya terbata-bata karena kaget
Anna bangkit dari tidurnya menatapi tubuhnya bertelanjang dada sontak terkejut dan langsung pergi ke kamar mandi.
Anna melamun sejenak memikirkan yang terjadi tadi malam, ia tak berontak sedikitpun saat Louis membuka pakaiannya kan? itu artinya ia setuju
"Kau sudah lebih baik?" tanya Louis begitu melihat Anna keluar kamar mandi
"Hmm sudah" jawabnya singkat
"Anna maaf, a-aku semalam.."
"Tidak apa-apa Lou, terima kasih sudah membantuku" jawab Anna santai
Louis terkejut "Kau tidak marah?"
"Kau tidak bekerja?" tanya Anna mencoba mengalihkan pembicaraan
"Tidak, aku ingin menemanimu dulu"
"Lou.."
__ADS_1
"Ya Anna?" lirihnya pelan
"Terima kasih, ini pertama kalinya aku merasakan seseorang tampak bersyukur memiliki aku, semua kesulitanku, sakitku, perasaanku, kondisiku, kau yang paling memahaminya. Terima kasih sudah membuatku merasa utuh" ucap Anna
Louis yang mendengar itu hanya diam dengan tatapan seribu bahasa, tak ada yang bisa ia lakukan selain memeluk Anna
"Seperti kataku di awal kita bertemu, aku akan menjagamu" lirih Louis pelan sembari mencium kening Anna
"Kenapa kau melakukannya?"
"Entahlah Anna, aku selalu ingin menjagamu, aku tak bisa jika kau jauh dariku, padahal sebelumnya aku tidak begitu soal wanita tapi denganmu, ku rasa aku tak sanggup tanpamu"
Kedua netra itu kini bertemu, sorot mata keduanya terlihat begitu tulus dan seolah tak mau berpaling
"Ku rasa aku mencintaimu Anna" jelas Louis
Anna menunduk, tanpa sadar air matanya jatuh. Saat seperti inilah yang membuatnya benci, seseorang di masa lalu juga begitu tulus mengatakan hal yang sama namun berakhir pengkhianatan
"Aku akan menunggumu, aku akan menunggu hingga bayang-bayang masa lalumu tak lagi menghampirimu. Aku akan menunggu sampai kau mencintaiku" tambah Louis
"Lou.. kau bisa me-"
"Aku akan menunggu Anna, aku akan terima keputusanmu nanti meskipun itu penolakan" potong Louis
"Kau tahu, aku sangat ingin mencintaimu juga. Tapi ketakutanku menyingkirkan itu semua, aku adalah wanita penuh luka Louis" jelas Anna
"Kalau begitu berusahalah mencintaiku dan buang jauh-jauh ketakutanmu meskipun sulit, kau harus berusaha sembuh" jawab Louis
"Akan ku lakukan" mantap Anna
Louis memeluk Anna erat, ia yakin Anna akan mencintainya juga walaupun saat ini sedang berproses.
"Aku lapar.." keluh Anna
Mendengar itu Louis sontak terkekeh pelan sembari mengacak rambut Anna
__ADS_1
Keduanya menghabiskan waktu untuk quality time berdua hingga sore hari, warna langit telah berubah jingga