Masih Dia Pemenangnya

Masih Dia Pemenangnya
Episode 17


__ADS_3

Tubuh yang sedang memeluknya kini bergetar hebat, tak ada sepatah katapun yang di ucapkan. Mungkin Caca hanya butuh sandaran


Rizky hanya membalas tanpa bertanya, ia hamya menyimpulkan bahwa Caca saat ini benar-benar memiliki masalah


Setelah berhasil membuat Caca tenang mereka kembali ke kelas masing-masing. Hari ini Caca benar-benar terlihat berantakan


" Caa, u okay? " tanya Angel ketika mereka semua sedang berkumpul bersama Rizky DKK


" Ya, I'm okay " jawab Caca sembari tersenyum, namun sesaat kemudian matanya membendung air mata tiba-tiba lolos begitu saja ia berhambur dalam pelukan Aulya yang duduk di sampingnya


" Hikss.. hiksss.. gue bener-bener capekk hikss.. " keluhnya


" Gue ga baik-baik aja Ngel, hikss.. hiksss.. " tangisnya begitu terlihat menyesakkan dada


Saat Aulya ingin membuka mulutnya untuk bertanya, Aldo tiba-tiba mengkode dengan meletakkan jari telunjuknya di bibirnya bermaksud supaya Lya jangan bertanya dulu


Berikan ruang untuk Caca untuk menangis, gadis itu benar-benar butuh pelukan saat ini


Saat Caca merasa lega, mereka semua tak ada yang bersuara. Memberikan ruang untuknya meskipun ada beribu banyak pertanyaan yang ingin di tanyakan


" Minum dulu.. " ujar Rizky sembari menyodorkan sebotol air mineral


Angel menyambutnya sembari membantu Caca untuk minum supaya ia merasa tenang.


Hingga tiba pulang sekolah mereka semua masih tutup mulut dengan rapat, tak ingin mendesak untuk bertanya tentang yang di alami Caca beberapa hari belakangan ini


" Pulang bareng gue? " tawar Rizky


Buru-buru Caca menggelengkan kepalanya tanda tak setuju, pasalnya hanya Arez lah yang tau tentang ia tak lagi tinggal bersama kedua orang tuanya


" Caa.. " lirih Rizky sembari menatap lekat manik matanya


" Gapapa lo pulang duluan gue di jemput " alibi Caca


" Yaudah gue duluan ya, klo ada apa-apa telpon gue oke? " ujarnya yang langsung di balas anggukan oleh Caca


Sepeninggal Rizky dan Arez, kini Caca duduk di pos penjagaan gerbang sekolah sembari menunggu ojol yang di pesannya tiba


Tak berselang lama Demian pun menarik tangannya sehingga membuat tubuhnya tersentak kaget


Plakkk...

__ADS_1


Lagi, ia melayangkan tamparan di pipi mulus gadis itu tanpa rasa bersalah sedikitpun


Tubuh Caca meremang, badannya gemetar pertanda ia ketakutan setelahnya ia langsung berteriak histeris


" Jangan! jangan! ja-jangan hikss.. hiks... " racaunya tak karuan


" DIAM!! " bentak Demian


Hal itu justru semakin memperburuk keadaan, Caca semakain histeris, ia terlihat sangat ketakutan


" Huaaaaaa... arghhh.. berhentiiiiii.. " racaunya lagi


" Jangan.. hiksss.. jangannnnnn hikssss hiksss.. "


Demian yang melihat itu lantas membelalakkan matanya tak percaya, Caca seperti orang rusak mental


" Caaa?? " panggilnya sembari ingin memegang bahu gadis itu


Namun belum sempat Demian menyentuhnya Caca sudah semakin histeris di buatnya


" Jangannn... jangan lukai akuuu... jangan.. jangan.. jangan.. "


" Caca lo kenapa?!! " bentak Demian lagi


Seruan itu membuatnya menoleh, dengan perasaan takut-takut


" Kak Caca.. " ujar Arez sembari mendekat


" Jangan.. jangan... hiksss.. hikss.. " Caca membantah, raut mukanya seperti orang ketakutan


" Brengs*k lo apain Caca bangs*t!! "


BRAAKKK...


Rizky mulai membabi buta dengan amarahnya ia memukuli wajah Demian tanpa ampun


" Gua bakal laporin ini ke pihak sekolah!! " gertak Rizky


Walaupun sudah babak belur, namun Demian masih bisa lolos dan melarikan diri


" BANGS*T LO ANJI*G!! " pekik Rizky

__ADS_1


Ia mendekat ke arah Caca " Caa, heiii " ujarnya lembut


" PERGII.. PERGIIII... " teriaknya histeris


" Caa ini gue " ujar Rizky terus mencoba menenangkan Caca


" Lepasss!! jangann.. huaaaa pergiiiiiii!!! "


" Caca ini gue Kiki!! "


" Bang gue siapin mobil lu bawa kak Caca oke? " ujar Arez kemudian berlalu ke arah mobil


" PERGIIIII!! " teriak Caca makin histeris


" Ini gue Kiki, Caa! heii.. " ujarnya memegang erat tangan Caca yang terus berontak


" Ini gue Kiki! heii Caca heii "


" Kiki? hikss.. hikss.. " tangisnya pecah


Rizky menarik tubuh rapuh itu mendekap ke dalam pelukannya, begitu terlihat gemetar dan ketakutan yang Caca rasakan


" Hikss.. hikss.. dia jahatt hikss.. gu-gue takutt hikss.. " ujarnya terbata-bata


" Stttt... ada gue, jangan khawatir oke? " balas Rizky, Caca semakin erat memeluk tubuh Rizky


Hal yang di lakukan Demian beberapa hari belakangan ini nyatanya membuat psikis Caca terganggu


" Bang!! " pekik Arez


" Kita pulang.. " lirih Rizky kemudian ia membopong tubuh Caca di gendongannya, saat perjalanan menuju rumahnya di dalam mobil, wanita itu justru tertidur.


" Arez ini kemana? ini bukan jalan menuju rumah Caca " tanya Rizky


" Bang, kak Caca udah ga tinggal di rumahnya lagi " ujar Arez


" Kenapa? " tanya Rizky, kemudian Arez mulai menceritakan tentang malam di mana Caca meminta bantuannya untuk keluar dari rumahnya


" Bangs*t kenapa lu baru ngasih tau sekarang, pantes tadi lu ngotot nyuruh gua puter balik " gumam Rizky


Kemudian mereka menuju apartment tempat tinggal Caca sekarang, tempatnya sangat luas dan elegan.

__ADS_1


Rizky membaringkan tubuh Caca di atas sofa karena ia tak ingin lancang masuk ke dalam kamarnya


__ADS_2