Masih Dia Pemenangnya

Masih Dia Pemenangnya
Episode 9


__ADS_3

Rizky kemudian membuka matanya dan bangun dari tidur. Melihat Caca yang belum di jemput sejak tadi, Arez mengusulkan Abangnya untuk mengantarnya pulang


Rizky pun menyetujui saran adiknya kemudian ia mengantarkan Caca pulang ke rumahnya


Sesampainya di rumah Caca, ia langsung turun dan Rizky pun pamit langsung pulang karena hari sudah gelap


Ia melajukan motornya namun ternyata hp Caca tertinggal di saku jaketnya kemudian ia putar balik


Sementara Caca yang akan memasuki rumah tiba-tiba terdengar suara pecahan piring dan suara yang gaduh dari dalam yang di yakini itu adalah orang tuanya yang tengah bertengkar


" Baiklah jika itu mau mu! KITA CERAI! " ujar sang Papa


DEGG..


Jantungnya berdenyut menyaksikan pertengkaran hebat itu yang entah ia tidak ketahui perihal apa


" BAIKLAH, TAPI ANNA HARUS IKUT DENGANKU! "


" TIDAK! DIA LEBIH BAHAGIA DENGANKU! " bantah Papa Richard


" Aku Mamanya, aku berhak atas putriku! "


" Aku Papanya!! aku juga berhak atasnya jangan lupakan itu Hanna!! "


" UDAH!! Papa sama Mama ga bosen ribut terus hikss.. hikss.. tolonglah setidaknya bertahan demi aku dan buang jauh-jauh ego kalian hikss "


Caca sudah benar-benar lelah dengan situasi seperti ini, ia menginginkan Papa & Mamanya yang dulu, keluarga yang begitu harmonis.


Rizky tiba di depan rumah Caca, ia melihat Pak Nang yang berdiri di depan


" Cari siapa ya dek? " tanya Pak Nang

__ADS_1


" Caca ada di dalam Pak? " tanyanya sopan


Pak Nang ragu-ragu menyuruh Rizky masuk hingga ia yang masuk dan memanggil caca


Tak lama kemudian Pak Nang & Caca keluar


" Kenapa Kii? " tanyanya


" Hp lo ketinggalan, nih " ucapnya sembari menyodorkan hpnya pada Caca


" Makasih ya " jawabnya tersenyum


" Mata lo kenapa merah? " tanya Rizky


" JIKA KAU TIDAK MAU MENGALAH, MAKA AKU YANG AKAN KELUAR DARI RUMAH INI MEMBAWA CACA! "


" DIA ANAKKU, JIKA KITA CERAI DIA TETAP ANAKKU HANNA!! "


Kembali terdengar suara itu, tangis Caca tak mampu terbendung dan kini meluruh sudah. Rizky yang mendengar itu sedikit tidak mengerti karena yang ia tahu bahwa keluarga Caca sangat harmonis


Kemudian ia menarik Caca dalam pelukannya mencoba memberikan wanita itu ketenangan meskipun ia tidak mengerti apa-apa sekarang, sementara Pak Nang meninggalkan mereka berdua


" Bawa gue pergi dari sini please hikss.. "


Tanpa menunggu lama, ia membawa Caca pergi dari rumahnya menuju restoran terdekat.


" Caa? kenapa lo ga cerita? " buka Rizky


" Malu, aib keluarga " jawab Caca


" Jangan malu-malu lagi, lo bisa berbagi apapun ke gue " tambahnya

__ADS_1


" Kita punya masalah yang sama Kii, jadi gue tau gimana rasanya. Rasanya gue pengen banget kembali kayak dulu " ujarnya


" Lo kuat, udah jangan nangis lagi jelek tau "


" Nyebelin banget sih lo "


" Yaudah mau kemana sekarang? pulang? " tanya Rizky


" Pulang aja, udah larut malem juga "


" Yaudah ayok " kemudian Caca mengekor padanya di belakang


Setelah mengantar Caca pulang, Rizky langsung masuk ke kamarnya namun sedikit terkejut melihat Arez duduk di kursi game nya


" Game lu kemana? " tanya Rizky


Arez lantas menoleh " Gua udah kirim chat ke lu tapi ga lu bales, lu sekalian jalan sama kak Caca? " ujar Arez


Rizky hanya membalas dengan menganggukan kepalanya


" Positif vibes banget ya Bang orangnya, ceria terus " tambah Arez


" Ga semua yang dilihat kenyataannya gitu, gue tadi pas nganter dia denger suara ribut sama seperti Mama & Papa " ungkap Rizky


" Broken home? "


" Ya. "


" Bisa ya Bang kak Caca masih pasang muka gembiranya, gua yakin acur banget hatinya tapi gua yakin dia kuat "


" Sekuat apapun dia beda sama kita yang cowo " jawab Rizky

__ADS_1


" Iyasih, baek-baek lu Bang sama dia, jagain! " ujar Arez


" Pasti "


__ADS_2