
Terengah-engah wanita itu menarik tubuh malang tersebut. Bayangkan saja! Sungguh bukan jarak yang dekat dari tepian pantai menuju rumahnya kira-kira kisaran 4-5 km. Belum lagi, ada terhalang jalan sedikit mendaki. Terus lagi, tubuh seorang pria sudah pasti sangatlah berat.
Dia nggak perduli seragam orang itu tergores semak-semak hingga terjadi robek-robekan kecil. Alhasil, jadi menimbulkan luka. Berikut kerikil-kerikil kecil yang membentang disekitaran jalan dilaluinya. Bahkan juga, beberapa kali gara-garanya nggak mawas, terbentur batu. Sudah syukur, dia mampu menarik.
Pria itu sehabis membuka mata kembali ke alam tidak sadarnya. Dia tidak tahu perjuangan wanita itu bersusah payah menyelamatkannya.
Tiap lelah nggak dapat dibendung, wanita itu berhenti sejenak, melepas pegangannya kemudian. Butiran-butiran keringat terus membanjiri seluruh tubuhnya. Dipandanginya sosok asing itu yang dibiarkannya tergeletak begitu saja.
Dia harus bisa membawa, harus bisa! Gak ada waktu! Pria itu butuh cepat pertolongannya, lukanya sangatlah parah!
Penyemangat klise. Tetap saja tiap lelah gak dapat dibendung, wanita itu berhenti lagi. Memang bukan hal mudah untuk apa yang dilakukannya.
Dean dengan tubuh telentang di tarik kedua tangannya dari atas kepala. Sedangkan wanita itu berjalan mundur. Sesekali dia melihat keadaan belakang untuk mengamati jalur jalan pulangnya. Kadang juga ketika rasa nggak tahan ingin keluar dari mulutnya. Ditumpahkan segala keluh kesahnya.
“Bisa gila, aku ini. Menarik karung gandum puluhan kilo!”
“Rasanya aku ingin biarkan kau mati saja!”
“Ugh! Kau sangat berat sekali!”
“Ya, Tuhan... Mimpi apa aku menemukan kau!”
Wanita itu mengumpat-umpat kecil dari bibir indahnya. Ya! Bibir wanita itu sangatlah indah berwarna merah delima. Ukurannya pun sempurna. Kecil, tebal, dan berbelah.
"Hosh... Hosh... Hosh..."
Irama nafas naik turun terus tersengal-sengal. Wanita itu terus menarik. Sedikit lagi, ya sedikit lagi, dia akan sampai.
"Ah, nggak tahan."
Justru, diujung keberhasilannya malah penderitaannya semakin pekat. Kali ini dihempaskan nya tubuhnya ke tanah. Sungguh, luar biasa lelah sekali. Meski sudah mau ke titik tujuan, perjuangannya sebenarnya belum dapat dinyatakan berakhir. Dia harus dapat mengangkat karung gandum hidup itu ke atas ranjangnya. Belum lagi, ada hal yang membayangkan saja bikin sakit kepala. Ya! Melepas seluruh pakaian pria itu.
__ADS_1
“Kau membuat mataku akan melihat. Argh...” Sekujur tubuhnya bergidik. "Kau harus membayar jerih payahku yang berusaha keras menyelamatkan kau!”
Lekas dia berdiri, membuang nafasnya sebentar sebelum lanjut menarik lagi. Ya! Dia harus mampu, tanggung, tinggal beberapa meter lagi. Sudahlah, lupakan saja capeknya. Biarlah puncak capeknya dikeluarkannya sesudah orang itu bisa dinaikkannya ke atas kasur. Dan lupakan saja hal itu. Dia sudah tahu caranya biar tidak menyentuh, atau melihat hal terlarang. Namun jika sampai gagal, ya apa boleh buat.
Melewati pagar berbunga, dia terus menarik hingga ke depan pintu. Rumah wanita itu bergaya rumah hutan dengan bawah bangunan berbahan batu kali. Tengah bangunan hingga atap berbahan kayu. Pintu rumah ada dua, depan dan belakang. Belakang rumah, ada kamar mandi yang terpisah dengan rumah induk, serta ada sumur kuno, juga jemuran. Samping rumah sebelah kanan, ada tungku perapian, bale bambu, juga tumpukan kayu. Sebelah kiri, ada tanaman sayur, dan macam-macam tanaman lain. Di depan sisi kanan rumah, ada ayunan kayu yang dapat ditumpangi 2 orang. Seberangnya, ada tanaman lagi yang menyambung ke sebelah kiri rumah.
Rumahnya dikelilingi bunga yang dijadikan pagar. Pintu pagar ada dua, depan dan samping. Di belakang, ada peternakan miliknya. Peternakan yang dihuni bebek, domba, dan ayam. Peternakan miliknya tidak besar. Namun lebih dari cukup untuk menutupi kebutuhannya. Karena dia tinggal seorang diri. Rumah wanita itu tidak besar hanya ada dua kamar. Yang satu dijadikan gudang, yang satu lagi dijadikan tempat istirahat. Karena itu, mau gak mau orang yang ditariknya akan ditempatkan di kamarnya. Kamarnya berada di depan. Di depan kamarnya, ruang tamu. Di sebelah ruang tamu, dapur pas di depan gudang.
(Gambar hanya ilustrasi)
(Gambar hanya ilustrasi)
Dia merogoh kunci rumah yang tersimpan di saku roknya. Tubuh wanita itu proporsional, tinggi, langsing. Dress yang di pakainya bercorak bunga. Sepertinya wanita itu penyuka bunga. Ya! Tercermin dari rumahnya.
“Haaa...,” desahnya.
Sebelum melakukan hal berat lagi, dia harus meregang-regangkan dulu tubuhnya sebentar. Sesudah siap, baru dia mengambil posisi jongkok dengan kedua kaki berada diantara pinggang. Perlahan-lahan secara hati-hati, jangan sampai menekan luka di dada di depannya, di bangunkannya untuk masuk ke dalam rengkuhannya. Diiringi erangan, sekuat tenaga dia mengangkat ke atas.
"Ergh..."
Berhasil sudah! Hanya tinggal kedua kaki orang itu saja yang melandai ke bawah. Nggak masalah, tinggal dinaikkan. Berikut tubuh orang itu yang tadi direbahkan nya melenceng tinggal diluruskan saja.
“Kasurku kotor semua.”
Butiran-butiran pasir yang melekat di seragam pria itu mencemari kasurnya. Dia menarik selimut untuk menutupi setengah badan dari kaki hingga ke pinggang. Selimut itu berada di bawah kaki pria itu. Tugas lelahnya sudah selesai. Inilah hal terakhir yang sebenarnya enggan dikerjainya.
Dia duduk di tepian ranjang, membuka kancing kemeja satu persatu dari atas sampai bawah. Melakukan seperti tadi lalu dikeluarkannya seragam di depannya pelan-pelan.
__ADS_1
“Kau tahu? Habis ini aku mau melakukan apa?” ocehnya, lekas berdiri usai mengerjakan.
Pandangan tak menyenangkan terpancar di manik indah jelita. Ya! Bagian bawah senjata sakti pria itu.
“Ini gila!” Menggeleng tak percaya. "Sudahlah... Ini darurat!"
Segera dibungkukan badannya. Kedua tangannya masuk ke dalam selimut. Dengan tangan gemetaran, dia membuka resleting celana pria itu.
“Oh Tuhan... Jangan sampai aku menyentuhnya, apa lagi melihatnya..."
Ditengah jalan, dia sempat berhenti sejenak demi menenangkan diri. Setelah melewati pergumulan yang membuat sekujur tubuhnya menggelenyar nggak karuan, akhirnya dia berhasil. Diturunkannya semua, baik itu kol*r dan celana seragam pria itu. Tentu pas pada bagian yang terluka dilakukannya hati-hati.
Fiuh!
Untuk mendengar detak jantung, apa orang yang ditemukannya masih bernyawa atau tidak. Dia mendekatkan kepalanya ke dada. Lalu kembali ke posisi semula.
“Kau masih hidup, bukan? Kau hebat sekali. Berapa banyak nyawa kau?” Bicara sambil lalu. "Tunggu, sini."
Wanita itu ahli dalam pembuatan obat tradisional dengan meracik dari tumbuh-tumbuhan yang di tanamnya. Kadang kalau bahan yang dimilikinya tak ada, ia mencari disekitaran. Sungguh beruntungnya Dean, ditemukan olehnya. Kini Dean dalam masa perawatan.
Sementara itu ditempat lain. Pasukan terus berjalan menuju titik penjemputan. Sebelumnya, setelah perang berakhir, Komandan Peleton ditemani Komandan Regu Selatan ke tebing tempat dimana Dean di tembak dan jatuh. Tentu yang diperintahkan saat itu mengejar jikalau kepala kelompok itu berhasil lolos, tim Dean dan regu Selatan. Jadi setidaknya tim Selatan bisa menggambarkan situasi saat itu.
Kebetulan sebelum Dean di tembak, Komandan Regu Selatan dan tim melihat sosok rekan mereka yang berjalan ke arah jurang bersama beberapa orang musuh di belakang. Sayang, tembakan orang itu lebih cepat dari pada kedatangan mereka. Usai itu juga, terjadi baku tembak diantara mereka. 1 orang mati yakni dari pihak lawan. Yang lainnya kembali kabur termasuk kepala kelompok itu.
Pasca perang, jasad-jasad tentara dan anggota kelompok itu sudah dimasukkan ke dalam kantong jenazah. Untuk tentara yang terluka sudah diobati. Termasuk anggota separatis itu. Karena tidak mati, mau nggak mau dikasih obat sebelum diadili.
Kemudian baik anggota kelompok itu yang terluka, dan tidak terluka, ikut bersama tentara ke titik penjemputan.
Misi ini ialah misi mati! Biarpun Komandan Peleton nanti membuat laporan. Pemerintah Andaron nggak akan membawa kapal mencari Dean. Melihat tingkat resikonya juga, Dean dinyatakan mati tidak mungkin ada keajaiban.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=@.@\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Kasih bintang 5, like, dan tinggalkan jejakmu di komentar guys...