MELODYA

MELODYA
Episode 10


__ADS_3

Minggu pagi. Melodya sudah siap dengan dress biru laut selutut, jepitan rambut dengan warna senada, dan sepatu high heels dengan warna yang senada pula. Rambutnya ia biarkan tergerai. Wajahnya ia poles make up tipis.


Hari ini, Melodya akan mengikuti kompetisi biola di gedung kota. Niatnya bukan semata mata karena menuruti perkataan Nathan, ia berpikir mungkin kali ini ia bisa menambah pengalamannya, lagi.


Setelah kemarin lusa ia meminta didaftarkan oleh Musical, Musical langsung menghubungi sepupu temannya yang menjadi panitia di kompetisi itu. Syukurlah, meskipun kali ini banyak kontestan yang ikut, Melodya masih bisa mendaftar.


Kedua orangtua Melodya kali ini tidak bisa ikut melihat aksi putrinya. Mereka harus pergi ke rumah tantenya karena ada urusan penting. Mereka sudah berangkat sejak tadi dan mungkin akan pulang nanti sore atau malam. Akhirnya, Melodya hanya pergi dengan Musical.


Pukul 10.45 Melodya dan Musical sampai di gedung kota. Kompetisi biola itu akan dimulai pukul 11.00. Gedung kota terlihat sangat ramai sekarang. Melodya dan Musical berjalan beriringan, masuk kedalam gedung. Mereka duduk di kursi yang sudah dipesan Musical, di barisan kedua dari depan.


Mata Melodya memindai setiap sudut gedung. Ia tidak menemukan seseorang yang ia cari. Nathan. Orang yang menyuruh Melodya untuk mengikuti kompetisi itu, justru tidak terlihat.


Musical memperhatikan adiknya yang terlihat tengah mencari seseorang. "Nyari siapa?"


Melodya menengok ke arah Musical, menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Gugup ya? Tenang aja. Kamu pasti bisa!" Musical menenangkan adiknya. Ia mengelus rambut Melodya. Melodya tersenyum manis. Ia selalu bisa tenang hanya karena mendengar kakaknya mengucapkan kalimat sederhana.


Tak lama kemudian, MC mulai naik ke atas panggung, berbasa-basi sebentar. Setelah itu, kontestan pertama naik ke atas panggung, memulai permainannya. Permainannya indah, terlihat anggun karena ia membawakan lagu mellow.


Kini, giliran kontestan nomor 13 yang sedang memainkan biolannya. Melodya mendapat nomor 14. Ia pergi ke belakang panggung untuk bersiap. Meskipun sudah terbiasa mengikuti kompetisi, tetap saja ia gugup.


MC naik ke atas panggung, "Berikan tepuk tangan yang meriah nomor 13, Mariposa. Sekarang, kita lihat penampilan nomor 14, Melodya Anatasya."


Melodya naik ke atas panggung dengan biola di tangannya. Ia berdiri di tengah panggung, membungkukan badannya untuk memberikan penghormatan kepada juri. Ia menatap seluruh penonton. Nathan tidak terlihat. Melodya menatap kakaknya yang sedang tersenyum padanya.


Permainan biola Melodya diakhiri dengan tepuk tangan yang meriah dari para penonton. Melodya membungkukkan badannya untuk penutup. Ia turun dari atas panggung, kembali menuju kursinya.


Musical menyambut Melodya dengan senyuman manis. "Permainan yang luar biasa."


"Thank you, my beloved brother."

__ADS_1


Setelah semua kontestan tampil, MC mengumumkan juara kompetisi biola kali ini. Melodya berharap ia bisa menang. Bulan lalu, ia meraih juara 3 dari 110 kontestan. sedangkan sekarang hanya ada 80 kontestan. Peserta kali ini lebih sedikit mungkin karena jarak waktu antara kompetisi bulan lalu dengan kompetisi sekarang hanya berselisih satu bulan lebih sedikit. Padahal biasanya, kompetisi biola akan diadakan tiga bulan sekali atau bahkan enam bulan sekali. Ditambah lagi, kompetisi sekarang diadakan di gedung kota. Aneh saja, gedung kota lebih sering digunakan untuk pameran, dan biasanya kompetisi biola akan diadakan di gedung seni.


"Baiklah, langsung saja saya umumkan. Juara 3 diraih oleh...Mariposa." Tepuk tangan meriah dari para penonton terdengar jelas di telinga Melodya. Melodya berharap kompetisi kali ini, ia mengalami peningkatan dibandingkan kompetisi bulan lalu.


"Juara 2 diraih oleh... Melodya Anatasya."


Melodya terkejut mendengar namanya disebut. Ia menatap ke arah Musical yang menyuruhnya untuk segera naik ke atas panggung. Melodya sudah tidak mendengarkan MC yang mengumumkan juara pertama.


Melodya naik ke atas panggung sambil terus menampilkan senyum manisnya, senyum yang melihatkan gigi ginsulnya. Juri menyerahkan penghargaan kepada ketiga pemenang, sebuah piala berbentuk biola dan bownya. Setiap pemenang mendapat piala yang sama, hanya ukurannya yang berbeda. Melodya tersenyum ke arah Musical yang sedang tersenyum bangga ke arahnya.


Setelah gadis itu turun dari panggung, ia berhambur memeluk kakaknya. Kakaknya pun membalas pelukan adiknya. saat pelukan dilepas, Musical mencium kening adiknya. Tak lupa kebiasaannya, mencubit pipi Melodya. Sekali lagi Melodya memeluk Musical. Menumpahkan kebahagiannya. Melodya sudah sering mendapat juara dalam kompetisi biola, tetapi anehnya, setelah mengikuti kompetisi, ia selalu merasa kalau ia baru pertama kali mengikuti nya dan mendapat juara. Maka dari itu, ia sangat bahagia.


"i'm so proud of you, my little princess."


Melodya tersenyum manis menjawab perkataan Musical. Kemudian, mereka berdua berjalan beriringan keluar gedung.

__ADS_1


__ADS_2