MELODYA

MELODYA
Episode 13


__ADS_3

Setelah mengetahui kalau Melodya berada di UKS, Ayna dan Sasya segera bergegas pergi ke UKS. Setelah mereka di UKS, mereka di kejutkan dengan Melodya yang sedang terbaring di ranjang UKS sambil memijat pelipisnya.


"Oh my god, Melodya!!" Melodya membuka matanya dan melihat wajah khawatir kedua sahabatnya.


"Lo kenapa, Mel? Lo baik baik aja?" Di saat seperti ini, Ayna akan menjadi sosok yang lembut. Ia akan merasa sangat sedih saat salah satu sahabatnya seperti ini.


"Gue baik baik aja." Melodya kembali memejamkan matanya. Kepalanya sakit. Ia tidak mempedulikan kedua sahabatnya.


"Yaudah, lo istirahat aja disini. Gue ambilin tas lo terus minta izin ke guru ya." Sasya ngacir ke luar UKS menuju ke kelasnya.


"Gue teleponin kak Musical buat jemput lo ya?" Melodya mengangguk pelan.


Di sisi lain, Musical sedang berkumpul bersama teman-temannya di taman kampus. Sekarang ia sedang tidak ada jadwal kelas. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Ia bingung melihat nama yang tertera di layar ponselnya, Ayna. Perasaannya sedikit gelisah.

__ADS_1


"Hape lo bunyi, Cal. Jangan cuma dipandengin doang." Kata Nizam, salah satu teman Musical. Sahabatnya malah. Ia dan Nizam sudah saling kenal sejak SD. Mereka juga berada di satu SMP dan SMA yang sama, dan sekarang bertemu lagi di kampus, satu jurusan yang sama pula.


Musical menggeser icon hijau lalu menempelkan ponselnya di telinganya itu. "Halo?"


"Halo, kak Musical? Kakak lagi dimana? Melodya sakit kak." Kalimat Ayna di seberang membuat Musical membulatka matanya.


"Apa?! Gue kesana sekarang." Musical menutup telponnya sepihak. Ia meraih tasnya dan pergi begitu saja meninggalkan teman temannya.


Musical berlari ke arah parkiran kampus, menuju mobilnya. Ia segera masuk ke mobil lalu mengemudikannya ke sekolah Melodya. Ia sempat mendapat umpatan kesal dari para pengguna jalan lain karena ia menjalankan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata.


Musical menggendong Melodya ala bridal style. Tas Melodya ia sampirkan di bahu kanannya. Melodya masih menutup matanya, kepalanya berdenyutan. Musical mendudukan perlahan adiknya di mobil. Kemudian ia membawa adiknya pulang ke rumah.


......................

__ADS_1


"Astaghfirullah haladzim. Kamu kenapa, Melodya?" Eliyana yang sedang asyik membaca majala sambil menonton TV di ruang keluarga dikejutkan dengan Musical yang menggendong Melodya.


Musical tidak menjawab pertanyaan mamanya. Ia berjalan menaiki tangga menuju kamar Melodya. Ia menurunkan Melodya dari gendongannya ke atas kasur. Eliyana melepas sepatu yang Melodya pakai kemudian menarik selimut hingga ke leher putrinya.


"Melodya kenapa, Musical?" Tanya Eliyana.


"Ical ngga tau, Ma. Tadi Ayna nelpon Ical dan bilang kalo Malodya lagi sakit." Jawab Musical sambil mengelus rambut Melodya.


"Yaudah, kamu balik ke kampus gih. Biar Mama yang jagain Melodya."


"Ical disini aja, Ma."


Eliyana menghela napas panjang. Ia paham, sekarang putranya pasti sangat mengkhawatirkan putrinya. Sakit Melodya, kesedihan Musical. Itu yang bisa Eliyana simpulkan. Eliyana mengiyakan keinginan Musical untuk menjaga Melodya. Ia pamit ke dapur untuk membuat susu vanila untuk Melodya.

__ADS_1


Musical menggeser tubuh Melodya. Ia duduk di pinggir kasur dan menyenderkan kepalanya di senderan kasur. Ia memandangi setiap lekuk wajah adiknya. Adik kecilnya, yang ia jaga selama hampir tujuh belas tahun ini. Ia tidak suka melihat Melodya sakit. Tentu saja. Kakak mana yang suka jika melihat adik kesayangannya sakit? Kepingan memori bersama Melodya hadir di pikirannya. Dari saat mereka masih sama-sama suka menangis dan berebut susu, sampai hal hal kecil lainnya. Melodya mengajarkannya seberapa penting seorang kakak menjaga adiknya. Musical tersenyum tipis. Ia mengambil ponselnya di saku celana jeans-nya untuk menghubungi Nizam kalau ia tidak kembali lagi ke kampus hari ini. Setelah selesai, ia membiarkan kepalanya tetap bersender di senderan kasur lalu memejamkan matanya.


...****************...


__ADS_2