MELODYA

MELODYA
Episode 27


__ADS_3

Notifikasi WhatsApp masuk ke ponsel Melodya yang tergeletak di atas kasur Musical. Musical yang sedang fokus pada laptopnya menghentikan kegiatannya sejenak. Ia mengambil ponsel Melodya yang sudah ia ketahui sandinya.


Manusia Es


Mel


"Susu panas siap!" teriak Melodya masuk ke kamar Musical sambil membawa nampan yang diatasnya terdapat segelas susu vanila untuk dirinya sendiri dan segelas susu coklat untuk Musical.


Melodya meletakan nampan itu di atas nakas. Ia heran melihat ekspresi Musical yang terlihat kebingungan, dengan ponselnya yang ada di tangan Musical.


"Ada apa kak?"


"Ini ada WhatsApp. Username nya Manusia Es. Dia cuma ngechat 'Mel' doang. Siapa sih?" Musical memberikan ponsel Melodya kepada pemiliknya lalu menyambar gelas susunya. Ia meminumnya sedikit sebelum kembali fokus ke laptopnya.


Melodya tidak menjawab pertanyaan Musical, ia langsung membuka room chatnya dengan Nathan. Baru saja Melodya akan membalas pesan itu, pengirim sudah mengirim pesan keduanya.


Manusia Es


Gue mau lanjutin obrolan tadi siang.


Tanpa pikir panjang, Melodya menolak ajakan Nathan. Masa bodo dengan pensi besok. Ia segera mengetikkan balasannya.


^^^Melodya.Anatasya^^^


^^^Gue sibuk.^^^


Manusia Es


Yaudah ngga papa kalo lo sibuk. Tapi jangan nyesel ya, padahal gue punya niat buat setuju sama permintaan lo.


'Dasar cowok nyebelin!' Melodya merutuki dirinya sendiri yang malah membalas pesan Nathan. Lebih baik ia tidak membalasnya. Selalu saja cowok itu menyudutkan dirinya.

__ADS_1


Musical menatap aneh ke adiknya. Melodya menendang nendang kasur Musical hingga sepreinya kusut. "Heh, jangan berantakin sprei kakak! Ntar mama bisa ngamuk, Ody" Melodya bersikap seakan tidak mendengarkan Musical. Ia masih saja menggerakkan kakinya. Kedua jempolnya sibuk mengetik sesuatu di layar ponselnya.


^^^Melodya.Anatasya^^^


^^^Gue udah lupa. Masa bodo sama pensi itu. Gue ngga peduli.^^^


Baru saja pesan itu terkirim, tapi langsung dibaca oleh penerima.


Manusia Es


Username itu muncul paling atas di aplikasi WhatsApp Melodya. Entah bagaimana, jari Melodya tergerak sendiri untuk mengganti username yang awalnya Nathan itu.


"Ody, jangan berantakin sprei kakak ya ampun!"


Melodya terkejut mendengar suara Musical yang seakan berada tepat di telinganya. "Hehee, iya maap. Ini Ody rapihin, kakak ganteng" ia merapikan sprei Musical hingga kembali seperti semula. Melodya meraih gelas susunya, menegaknya sampai kandas.


"Kamu ngga minum berapa hari sih? Santai aja minumnya. Nanti kesedak---"


"Uhuk...uhuk...uhuk..."


Setelah batuk nya selesai, Melodya menampilkan sederet giginya. Ia kembali memperhatikan room chatnya dengan Nathan.


Manusia Es


Gue yakin pak Andre tetep bakalan maksa lo buat tampil di pensi besok.


^^^Melodya.Anatasya^^^


^^^Yaudah buruan. Lo mau apa? Setuju? Yaudah.^^^


Manusia Es

__ADS_1


Gue bakal setuju kalo lo nonton pertandingan basket gue lusa.


Nah kan! Melodya benar-benar menyesal sudah membalas chat Nathan. Selalu saja berakhir seperti ini. Selalu Melodya yang terpojok. Ia akhirnya menyetujui perjanjian itu. Pak Andre juga pasti akan tetap bersikeras membujuk Melodya untuk tampil di pensi besok. Kerena semua siswa SMA Starlight tahu betul kalau pak Andre sudah bilang iya, akan tetap iya, dan kalau tidak, akan tetap tidak.


^^^Melodya.Anatasya^^^


^^^Fine! Besok gue nonton. Tapi pokoknya lo harus ikut tampil.^^^


Manusia Es


Oke. Deal?


^^^Melodya.Anatasya^^^


^^^Deal.^^^


Manusia Es


Besok pulsek temuin gue di ruang musik.


Melodya hanya membaca pesan terakhir Nathan tanpa berniat membalasnya. Ia membanting ponselnya ke kasur lalu rebahan di samping Musical yang masih sibuk mengerjakan seabrek tugas kuliahnya.


"Kak,"


"Hm"


"Ada kak Salma"


Musical langsung berlari keluar kamarnya ke pintu depan. Saat pintu dibuka, tidak ada siapa-siapa. Rumah juga sepi karena Martin belum pulang dari kantor dan Eliyana ada arisan.


Saat itu juga, Musical sadar kalau Melodya mengerjainya. Ia berlari menaiki tangga menuju kamarnya. Ketika kakinya menginjak anak tangga terakhir, pintu kamar Melodya ditutup dengan sekali gebrakan.

__ADS_1


"MELODDYYAAAA!!!!"


...****************...


__ADS_2