
Ayna dan Sasya yang sedang asyik menonton YouTube di ponsel Ayna, kompak menoleh saat Melodya menyapanya.
"Hai." kalimat singkat namun mampu membuat mata mereka berbinar. Melodya yang jarang sekali menyapa orang kini mau menyapa mereka. Wajahnya sudah tidak sepucat kemarin, ia terlihat lebih baik hari ini.
"Melodya!!! Aaaa, gue pikir lo ngga berangkat hari ini!!!" Sasya berteriak heboh lalu memeluk Melodya erat.
"Astaga, gue ngga bisa nafas, Sya!" Sasya segera melepas pelukannya, kedua jarinya membentuk huruf V menunjukan peace.
"Lo udah sehat, Mel?" Tanya Ayna yang menampilkan raut khawatirnya.
"Alhamdulillah gue udah baikan kok. Muka lo B aja dong, Senyum." Melodya menarik kedua sudut bibir Ayna dengan dua jarinya.
"Yee, gue sebagai sahabat lo kan wajar kali kalo khawatir. Tadi tante Eliyana nelpon gue, suruh ngejagain lo."
Sasya mengerutkan keningnya, "Kok tante Eliyana ngga nelpon gue ya?"
"Sori gue lupa ngasih tau lo. Tante Eliyana nyuruh kita berdua jagain lo, Mel." jelas Ayna.
Melodya mengangguk, "Thanks ya." mereka bertiga berpelukan sebentar, lalu kembali ke kursi masing masing karena bel masuk berbunyi.
Jujur, Melodya merasa sangat beruntung mempunyai sahabat seperti Ayna dan Sasya. Sekonyol konyolnya mereka, segila gilanya mereka, Melodya tetap sayang.
......................
Para siswa buru buru keluar kelas saat bel istirahat berbunyi. Entah kemana tujuan mereka. Ayna berdiri dari kursinya, menuju ke meja Melodya dan Sasya.
"Girls, jam keempat sampe keenam nanti kita jamkos loo."
"Ada apa?" Tanya Melodya dan Sasya kompak.
"Soalnya anak anak basket mau pada latihan buat pertandingan bulan depan."
"Kita harus nonton!" Ucap Sasya dengan semangat 45-nya.
__ADS_1
Melodya melirik sebentar ke arah Sasya, "Napa lo? Mau mandangin Satria?"
"Yeee kalo udah tau ya kagak usah nanya, Mel." Ayna tertawa melihat wajah Sasya yang memerah karena malu.
"Udah deh, ngga usah ngeledekin gue. Kantin kuy." Sasya berjalan mendahului Melodya dan Ayna menuju ke kantin.
Di tengah perjalanan menuju kantin, Melodya, Ayna, dan Sasya melihat Nathan, Kenzo, dan Satria. Mereka sepertinya akan ke lapangan untuk persiapan karena mereka sudah menggunakan seragam basket dan mengganti sepatunya.
"Subhanallah, cogan anjirr." Sasya meremas tangan Melodya dan Ayna membuat empunya berteriak kesal. "Apa apaan sih?!"
"Hehee, sori, refleks." Sasya memperlihatkan sederet gigi putihnya di hadapan kedua sahabatnya.
Benar saja, jam keempat kini pinggir lapangan sudah dipenuhi oleh para siswa yang ingin menonton latihan anak anak basket. Baru latihan saja sudah banyak yang nonton, apalagi saat pertandingan nanti. Sudah dipastikan hampir seratus persen dari mereka pasti berniat untuk melihat aksi most wanted SMA Starlight. Sebagian besar siswa jamkos, para guru juga banyak yang ikut menonton.
Melodya, Ayna, dan Sasya juga sudah berada di pinggir lapangan. Masing-masing dari mereka memandang seseorang yang berbeda.
'Hanar? Arrgghh, gue bisa stres cuma gara gara mikirin lo, Nat.' batin Melodya
'Kenzo semangat latihannya, sori gue cuman bisa berdoa doang buat lo.' batin Ayna.
Hanya pikiran Melodya yang melenceng. Ia memang tidak terlalu peduli dengan pertandingan ini.
Latihan pun dimulai. Banyak siswa yang menyemangati, terutama para kaum hawa. Dan lebih parahnya lagi, Fennah dkk. Geng yang terkenal 'wajah putihnya' itu sangat tergila gila dengan trio most wanted, siapa lagi kalau bukan Nathan, Kenzo, dan Satria. Geng Fennah yang terdiri dari Fennah, Vani, fara, berteriak heboh mendukung Nathan dkk dengan kata kata yang lebay.
"Nathan!!! Semangat!!! I love you Nathan huuu!!!"
"Kenzo yeaayyy!! Kamu pasti bisa!!!"
"Satrrriiiiaaaa!!! Aku padamu huuu!!!"
Sasya geram mendengar teriakan farah dkk yang nauzubillah, membuat telinganya sakit. "Apaan sih Fennah? Apa faedahnya teriak teriak gitu kalau ujung ujungnya ngga dilirik sama sekali sama Nathan?"
Ayna melirik ke arah Fennah dkk, "Mak lampir kan emang doyan teriak teriak, Sya."
__ADS_1
"Itu mah bukan mak lampir, tapi badut ancol." Ucap Melodya santai.
"Nah pinter lo!"
Melodya, Ayna, dan Sasya fokus menyaksikan latihan basket sampai selesai. Setelah itu mereka pergi ke kantin, udara siang ini cukup panas membuat mereka kehausan.
"Gilaa, Satria keren banget tadi."
"Kerenan Kenzo lah."
"Paan sih ribut mulu. Dimana mana kerenan gue." Melodya melengos pergi setelah membeli minuman dingin. Ayna dan Sasya yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya.
"Melodya!"
Melodya menghentikan langkahnya. Dari arah yang berlawanan muncul Satria yang masih menggunakan seragam basketnya.
"Ya?"
"lo sendiri?" Melodya mengangguk.
"Dimana sahabat lo yang namanya Sa...Sas..Sasyi ya?" Tanya Satria sambil menggaruk tengkuknya.
Melodya mengerutkan keningnya, "Sasya maksud lo?"
"Nah! iya, Sasya. Dimana dia?" Mata Satria berbinar saat mendengar nama Sasya disebut.
"Oh, ada. Dia lagi di kantin sama Ayna."
"Lah, lo ngga ikut? Biasanya kalian selalu bertiga."
"Gue juga habis dari sana. Nih." Melodya menunjukan botol minuman dingin yang barusan ia beli ke hadapan Satria.
Satria ber'oh panjang. "Yaudah, gue duluan ya. Take care!"
__ADS_1
Satria tersenyum singkat dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Melodya.
...****************...