MELODYA

MELODYA
Eps 36


__ADS_3

Musical tengah berkutat dengan beberapa lembar kertas diatas meja ruang keluarga dan pensil di tangannya. Telinganya sibuk mendengarkan permainan biola Melodya sekaligus menyesuaikan dan mencarikan nada yang pas untuk lagu yang sedang ia aransemen. Melodya sendiri sibuk menggesek senar biolanya mengikuti perintah Musical.


"Stop! Coba dibagian itu pake C." perintah Musical yang langsung di kerjakan oleh Melodya. Melodya mengulang beberapa nada sebelumnya lalu mengganti nada yang ditunjuk Musical menjadi kunci C.


"Stop! Kok aneh ya?" Musical berpikir sebentar. "Coba naikin ke D."


Melodya mencibir pelan. "Tadi sebelumnya kan Ody udah nyoba pake D kak. Ketinggian itu. Pake Cis aja ya?"


"Yaudah coba." Melodya mengganti kunci tadi. Musical tersenyum puas saat nadanya sesuai.


"Masih banyak yang harus diganti kak?"


"Sebentar, kakak cek dulu. Sabar dong, ini kan juga buat kamu."


Adik Musical itu memutar bola matanya jengah. Ia bosan sedari tadi hanya mendengarkan perintah Musical lalu melakukannya. Begitu saja.

__ADS_1


Yup, mereka sedang mengaransemen lagu River Flows In You yang akan dimainkan Melodya dan Nathan saat pensi besok. Sekarang Nathan sudah lancar memainkan pianonya. Walaupun belum terlalu mahir, setidaknya jari-jarinya sudah lincah menahan tuts piano.


Saat latihan, tak jarang Musical memarahi Nathan karena permainannya yang tidak serius, tidak bersemangat, tidak menghayati, dan hal-hal lain. Itu semua Musical lakukan untuk Nathan sendiri. Juga untuk adiknya, tentu saja.


Kemarin saat mereka latihan, Musical merasa ada beberapa bagian yang perlu diubah lagi karena tidak sesuai antara biola dan piano. Maka dari itu sekarang Musical dan Melodya sibuk mengaransemen ulang. Tidak mungkin kan kalau Nathan yang melakukannya?


"Anak anak mama serius banget sih."


Tiba-tiba Eliyana datang dengan nampan berisi empat gelas cokelat panas dan sepiring roti bakar coklat keju kesukaan Musical dan Melodya. Tak lupa Martin yang berjalan di belakangnya.


"Jangan naroh biola sembarangan woy!" teriak Musical.


"Hus, jangan teriak teriak Musical." nasihat Martin. Ini nih, kalau Martin sudah buka suara, tidak ada yang berani menentangnya. Musical menyingkirkan biola Melodya, memasukkannya ke kotaknya. Merasa sudah cukup mengaransemen, Musical membereskan kertas-kertas yang berserakan di atas meja bahkan ada beberapa yang tercecer di lantai.


Martin mendudukan tubuhnya di sofa, di sebelah kanan Eliyana dan di sebelah kiri Musical. Ia menatap Melodya yang duduk di sofa tunggal di hadapan Musical sambil memakan roti bakar. "Kamu udah persiapan buat pensi besok Dy?"

__ADS_1


Melodya menoleh ke arah papanya dengan mulut yang penuh dengan cokelat. Musical berdecak lalu segera mengelap bibir Melodya dengan tisu. "Udah SMA tapi makan masih belum khatam."


"Biarin wleee."


"Kenapa tadi pa?" Martin tersenyum melihat kelakuan kedua anaknya. Ia lalu mengulang pertanyaan nya.


"Ooh, semuanya udah siap sih. Tinggal latihan lagi aja, kan diaransemen ulang. Lagian kemaren ada yang ngga pas, Pa." jawab Melodya.


"Kamu besok mau pake kostum apa? Udah ada rencana?" pertanyaan Eliyana membuat alis Melodya menyatu. 'Iya juga ya? Gue sama Nathan belum ngebahas apapun tentang kostum.'


"Emm...belum ada rencana sih Ma. Besok Melodya diskusiin sama Nathan deh."


Eliyana mengangguk. Mereka semua menikmati cokelat panas beserta roti bakar buatan Eliyana di ruang keluarga.


...****************...

__ADS_1


jangan lupa LIKE, KOMENT and RATE


__ADS_2