MELODYA

MELODYA
Eps 33


__ADS_3

Kursi penonton lapangan basket SMA Starlight sudah dipenuhi para siswa dari kelas X sampai XII. Beberapa perwakilan siswa dari SMA Garuda juga hadir menonton pertandingan basket kali ini. Hari ini, pertandingan basket SMA Starlight melawan SMA Garuda akan dilaksanakan.


Anak-anak basket SMA Starlight sedang berkumpul di ruang ganti khusus anak basket. Mereka diberi arahan oleh pak Adit, guru olahraga mereka, berdoa bersama, dan saling memberi support. Setelah selesai memberikan arahan, pak Adit keluar, membiarkan para anak didiknya berbicara satu sama lain. Ia sudah memberikan tanggung jawab sepenuhnya kepada Nathan, selaku kapten basket.


"Kita harus semangat. Menang atau kalah urusan belakang. Kerjasama nomor satu. Usaha ngga akan menghianati hasil, bro." ucap Nathan tegas. Ia benar-benar memegang peranan besar dalam timnya.


Semua anggota basket mengangguk setuju. Satria mengulurkan tangannya ke tengah kumpulan mereka, diikuti yang lain hingga tumpuk menumpuk. "SMA Starlight...!!!"


"Pasti bisa!!!" ucap mereka semua.


Mereka mempersiapkan diri masing-masing. Ada yang melakukan pemanasan kecil, memakai sepatu, ada juga yang sedang merapikan jambul badainya, siapa lagi kalau bukan Satria.

__ADS_1


Tak lama setelah itu, pak Adit masuk dan memerintahkan anak didiknya untuk segera menuju ke lapangan karena pertandingan akan segera dimulai. Nathan meneguk air mineralnya sedikit, lalu mengawali rekan setimnya menuju ke lapangan.


Saat mereka tiba di lapangan, lawan mereka sudah berkumpul disana. Sorakan penonton mulai terdengar riuh. Mereka saling berjabat tangan dengan tim lawan sebelum pertandingan dimulai.


Anak-anak basket mulai memposisikan dirinya masing-masing. Nathan berdiri paling depan, berhadapan langsung dengan kapten lawan. Mata hitam pekatnya berkilatan. Wasit meniup peluit nya, dimulailah pertandingan itu.


Melodya, Ayna, dan Sasya, fokus memperhatikan pertandingan basket dihadapannya. Mereka terlihat tegang, terutama Melodya. Mata coklat gelapnya fokus mengikuti posisi Nathan yang sedang berlari menangkap bola.


Ayna melirik kesal ke arah Fennah dkk yang terus terusan meneriaki nama trio most wanted. Tiga tiganya ia teriaki. 'Dasar kecentilan!' batinnya.


Di tengah pertandingan, salah satu anggota tim SMA Starlight mengalami cidera karena tersikut oleh tim lawan dan akhirnya terjatuh. Nathan yang jelas-jelas melihat kejadian itu mengumpat pelan. Saat seperti ini, tingkat kepudulian Nathan berada di atas rata-rata. Pertandingan sempat dijeda. Nathan menghampiri temannya yang cidera, yang bernama Farel. Ia membantu memapah Farel ke pinggir lapangan. Nathan berdecak kesal karena tak menemukan satu pun tim medis disana.

__ADS_1


"Mana petugas PMR?!" tanyanya dengan nada membentak.


Dari kejauhan, ia melihat petugas PMR yang berjalan menuju ke arahnya. Nathan mendudukan Farel di kursi, membiarkan ia ditangani petugas PMR. Sebelum ia kembali ke lapangan, Farel menahan pergelangan tangannya. Nathan menoleh, mengangkat sebelah alisnya. "Gue percaya kemenangan berpihak ke kita, kapten." Nathan menepuk punggung Farel pelan dan kembali ke lapangan.


Pertandingan dilanjutkan. Skor sudah 20-16 untuk SMA Starlight. Kali ini, bola ada di tangan Kenzo. Cowok itu mengoper bolanya ke Nathan. Nathan mendribble bola mendekati ring. Ia memusatkan pandangannya ke ring, lalu melempar bola itu. Bola hampir saja masuk, tapi gagal. Bola oranye itu kini diambil alih oleh Rizki, kapten lawan. Rizki mengoper bola ke temannya, ia berlari lalu menerima operan dari temannya dan memasukan bola ke dalam ring. Dan...bola itu meluncur sempurna ke dalam ring. Skor 17-20 untuk SMA Garuda.


Teriakan penonton bertambah keras. Nathan geram melihatnya. Ia memindai seluruh penonton, setelah menemukan seseorang yang ia cari, ia tersenyum singkat, lalu melanjutkan pertandingan.


Melodya menajamkan penglihatannya saat melihat Nathan tersenyum ke arahnya. 'Apa gue salah liat ya? Ngga mungkin Nathan senyum ke gue.'


...****************...

__ADS_1


__ADS_2