MELODYA

MELODYA
Episode 3


__ADS_3

Gadis itu masuk ke dalam kelasnya dan duduk dikursinya. Ia mengambil novel di tasnya yang memang belum selesai dibacanya. Ia mencoba meresapi novel itu, tapi gagal. Entah apa yang ada dipikirannya kali ini. Kejadian kemarin masih terngiang di kepalanya. Ia masih bertanya tanya tentang maksud cowok bernama Nathan yang memberikan brosur itu.


Disekolah, Melodya merahasiakan kemahirannya dalam bermain biola. Hanya Ayna dan Sasya yang tahu Akan bakat Melodya yang satu ini. Melodya hanya tidak ingin kejadian dulu terulang lagi. Kejadian yang membuatnya hampir kehilangan Musical, kakak kesayangannya.


Melodya menghembuskan nafas panjang untuk menetralkan pikiran nya. Ia kembali sibuk dengan novelnya hingga ia benar-benar bisa meresapi isi novel itu.


❣︎❣︎❣︎


Tring...tring...tring...


Bel pulang sekolah berbunyi membuat siswa siswi segera bersiap membereskan buku-bukunya. Pelajaran hari ini kelas Melodya jamkos karena guru matematika mereka ada rapat dengan kepala sekolah. Siswa siswi cepat-cepat merapikan buku dan alat tulisnya. Mereka segera berhamburan keluar kelas.


"Indraa!!! piket lo! enak aja main kabur. Kelas kotor banget noh, buruan ambil sapu terus nyapu." Arya yang sebagai ketua kelas, kewalahan mengurus para anak buahnya.


"Males gue." Indra berlari keluar kelas dan entah menuju kemana. Arya yang kesal membuang sapu ke sembarangan arah dan tak sengaja sapu itu mengenai kepala dafina.


"Arya, lo ngapain sih? nggak liat ada gue disini hah? kalo mau naro sapu itu disana! Di pojok noh. Ngapain sih ngelempar---" Arya tak tahan mendengar ocehan Dafina yang cepat nya nauzubillah itu langsung membekap mulut Dafina dengan tangannya.


"Berisik, Daf. Lo itu kalau ngomong kagak kira-kira ya. Kek kereta aja cepet banget. Kagak ada spasinya lagi. Sakit kuping gue."


"Lepas ih! Ngapain lo? Lo berani megang-megang gue?! Ya allah. Jauh jauh lo!" Dafina menghempaskan tangan Arya yang tadi membekapnya. Ia segera berjalan keluar kelas dengan gaya bak model yang di buat-buat.


"Pusing gue liat perdebatan mereka." Ucap Melodya tiba-tiba. Sasya dan Ayna saling bertatap keheranan melihat tingkah Melodya. Tumben sekali ia mau mengomentari orang lain. Wah, suatu kejadian langka!


"Lo sehat, Mel?" Ayna menempelkan punggung tangan nya ke dahi Melodya.

__ADS_1


"Lah? gue? alhamdulillah gue sehat. Ngapain tangan lo?"


"wow! suatu keajaiban dunia lo mau ngomentarin mereka. Kesambet apaan lo?" tanya Sasya dengan heboh.


Kelas mereka sudah sepi sekrang. Hanya tersisa mereka bertiga. Indra tadi juga langsung pergi entah kemana. Sapu yang tadi dilemparnya pun masih tergeletak rapi dilantai. Melodya, Ayna, maupun Sasya tidak peduli dengan sapu itu. Toh bukan mereka yang membuangnya.


"B aja keles. Udah yuk pulang. Kak Musical udah di depan jemput gue."


Sasya dan Ayna mengiyakan ajakan Melodya. Mereka bertiga menggendong tas masing-masing dan berjalan bersama menuju gerbang. Melodya dan Ayna berpisah dengan Sasya yang berpamitan ke tempat parkir untuk mengambil motor scoopy nya. Sampai di gerbang, Ayna berpamitan pada Melodya karena sudah dijemput oleh supir pribadinya. Melodya langsung berjalan ke mobilnya. Kakaknya sudah menunggunya di dalam mobil.


"Kok keluar nya lama?" tanya Musical saat Melodya sudah masuk ke mobil.


"Iya tadi liat drama ketua kelas sama wakil nya dulu." Melodya tertawa kecil mengingat perdebatan Arya dan Dafina tadi.


Musical hanya ber'oh ria lalu mulai melajukan mobilnya.


Melodya adalah gadis yang sebenarnya bermuka dua. Itu karena jika disekolah, ia terkesan menjadi gadis yang cuek, kurang peduli dengan keadaan sekitar, dan hemat bicara. Lain halnya jika ia berada di rumah. Dirumah, ia adalah gadis yang cukup terbuka dengan keluarganya, gadis yang ceria, dan cukup bawel. Dirumah, Melodya akan menunjukan sifatnya yang sebenarnya. Melodya bebas berekspresi apapun.


"Melodya pulaaaannggg!!!" Teriak Melodya setelah membuka pintu rumahnya.


"Jangan teriak-teriak, Ody. Telinga mama masih berfungsi dengan baik ya." mamanya, Eliyana, menatap kesal ke arah putrinya yang justru dijawab dengan cengiran lebar. Melodya menaiki tangga rumahnya dan masuk ke kamarnya.


"Musical pulang, Ma." Musical masuk ke rumah lalu menyalami tangan mamanya.


"Musical mau ke atas yah, Ma. Mau ganti baju. Gerah." Eliyana berdehem singkat. Musical melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya yang berada di lantai atas.

__ADS_1


Sebelum sampai di kamarnya. Musical melewati kamar adiknya. Pintu kamar yang tidak tertutup sempurna membuat Musical bisa melihat Melodya yang tengah mengutak atik laptopnya. Mimik wajahnya menunjukan kalau ia sangat serius menekuni layar di depannya. Ia tengah mencari informasi tentang kompetisi biola seperti yang ada pada brosur yang kemarin ia dapat. Ia merasa penasaran dengan brosur itu. Entah bagaiman, tiba-tiba ia ingin mencari kebenaran tentang brosur itu.


Karena penasaran, Musical memutuskan untuk masuk ke kamar adiknya.


"Ody? Kamu ngapain?"


"Emm...ini, Apa bener minggu depan mau ada kompetisi biola di gedung kota, kak?"


"Hah? oh, iya. Kakak lupa. Kemarin kakak dapet brosurnya kok. Dimana yah?" Musical mengubrak abrik tasnya. Ia mengambil selembar kertas dan memberikannya pada Melodya. Brosur itu, brosur yang sama dengan brosur yang diberi Satria. Ah, bukan Satria tapi Nathan. Melodya mengerutkan keningnya. Bagaimana bisa Nathan mendapatkan brosur ini?


"Kakak dapet ini dari mana?" Tanya Melodya


"Dari temen kakak. Sepupunya dia jadi salah satu panitia di kompetisi itu. Jadi ya, dia punya brosurnya. kenapa?


Melodya menggelemg cepat "Hah? nggak papa,kak."


"Kamu mau ikut kompetisi itu? Kalau iya, kakak bisa daftarin ke temen kakak."


Melodya berpikir sebentar sebelum ia menjawab pertanyaan kakaknya. "Enggak kak. Ody lagi gak tertarik ikut kompetisi."


Musical tersenyum tipis, ia mengacak rambut Melodya sebentar. Setelah itu ia keluar dari kamar adiknya dan menuju ke kamarnya sendiri.


'Siapa Nathan?' satu pertanyaan yang berputar di pikiran Melodya saat ini. Mengapa seakan akan Nathan tahu segalanya? Bagaimana Nathan mengenal Melodya?


Melodya menutup laptopnya. Ia berjalan ke lemari pakaiannya. Memgambil baju santai, kemudian melangkah ke kamar mandi dan mengganti seragamnya.

__ADS_1


✰✰✰✰


LIKE,KOMENT,AND RATE⭐ 🤗


__ADS_2