MELODYA

MELODYA
Eps 30


__ADS_3

Mereka berenam sudah sampai di rumah Melodya. Melodya dan Nathan yang sampai terlebih dahulu sengaja menunggu yang lain di teras rumah. Setelah memarkirkan motor, mereka masuk didahului Melodya, Ayna, Sasya, lalu disusul Nathan, Kenzo, dan Satria.


"Assalamualaikum, Ma. Melodya pulang!"


"Waalaikum salam." bukan Eliyana yang menjawab. Tapi musical.


Melodya mempersilahkan teman temannya masuk kedalam rumah nya. Mereka semua duduk di ruang tamu.


Musical turun ke lantai bawah, mendatangi adiknya. "Ada temen temen kamu, Dy?"


"Iya kak. Kakak kok udah pulang?"


"Iya. Kakak cuma ada kelas pagi." Melodya ber'oh panjang lalu berpamitan pada teman-temannya untuk meletakan tas dan sepatunya.


"Hai kak Musical!" sapa Sasya. Sasya tersenyum hingga menampilkan sederet giginya. Satria yang melihat senyum Sasya yang begitu manis, yang tertuju bukan untuk dirinya, sedikit jealous.


"Hai kak!" Ayna juga menyapa Musical sambil tersenyum singkat.


"Hai juga, Sasya, Ayna. Udah lama kalian ngga main kesini." Musical ikut duduk di salah satu sofa.


"Hehee, iya kak. Ngga ada waktu." jawab Sasya.


"Mama mana kak?" tanya Melodya sambil turun dari tangga.


"Mama sama Papa lagi dateng ke acara pernikahan rekan kerja nya Papa. Mungkin nanti sore baru pulang, soalnya katanya tempatnya jauh."


"Yaudah, gue ambil cemilan dulu ya." Melodya berjalan ke dapur. Disusul oleh Ayna dan Sasya yang memang sudah terbiasa menjelajah isi rumah Melodya.


Di ruang tamu, keadaan sempat canggung. Kumpulan cowok-cowok ganteng.


'Ini toh kakaknya Melodya. Sedikit beda sama di foto. Di foto keliatannya lembut gitu, nyatanya, cuek juga kaya Melodya.' batin Satria.


'Ini kak Musical? Mukanya ngga beda jauh kaya dulu. Mirip banget sama Melodya.' batin Nathan.

__ADS_1


'Apa diantara mereka ada yang namanya Nathan?' batin Musical.


Hanya Kenzo yang tidak membatin apapun. Ia sibuk mengamati salah satu sisi dinding di rumah Melodya yang berisi banyak foto-foto. Ada foto keluarga mereka yang terpampang paling besar di tengah tengah, ada foto pernikahan orang tua Melodya, ada foto Melodya dan Musical saat kecil, ada foto Melodya dan Musical yang sedang menerima piala, ada foto Musical yang masih memakai seragam SMA sedang merangkul Melodya yang masih memakai seragam SMP, dan masih banyak lagi. Dan yang benar-benar menyita perhatian Kenzo adalah, foto Martin muda sedang bermain biola, memukul drum, foto Eliyana muda sedang menyanyi, bermain piano, foto Musical saat bermain gitar, bermain piano, foto Melodya saat bermain biola, bermain piano.


"Oya, kalian udah lama temenan sama Melodya?" tanya Musical memecah keheningan.


"Belum lama sih, kak." Kenzo yang menjawab, karena hanya dia yang fokus.


"Oh gitu. Emm..kita belom kenalan nih. Gue Musical, kakaknya Melodya."


"Gue Kenzo, kak. Yang ini Satria. Terus yang ini Nathan."


Tepat setelah nama Nathan disebut, Musical mengamati cowok bernama Nathan itu. Bertepatan juga dengan datangnya Melodya dari dapur dengan tujuh gelas jus dan beberapa cemilan di atas nampan.


"Ayo diminum." Sasya dan Ayna sibuk memindahkan minuman dari nampan ke meja. Sedangkan Melodya menarik Musical untuk mengajaknya berbicara sebentar.


"Ada apa?"


Di ruang tamu, Musical mengambil gelas jus jatahnya, lalu berpamitan menuju ke kamarnya, tidak ingin mengganggu. Meskipun matanya terus aja menatap Nathan.


"Langsung ke atas aja yuk!" ajak Melodya.


"Ruang musiknya di atas, Mel?" tanya Kenzo.


"Iya."


"Keluarga lo pecinta musik semua ya, Mel?"


"Ya gitu deh."


"Gitu gimana?"


"Papa gue, dulu pernah jadi violinis, drummer, sama gitaris. Mama gue pernah jadi vokalis, pianis, keyboardis, sama gitaris. Kak Musical gitaris, pianis, vokalis, bassis, vokalnya juga bagus sih."

__ADS_1


"Buset keluarga lo bener-bener gila!" heboh Satria. "Kakak lo bukan violinis?" lanjutnya.


"Bukan. Dia cuma suka ndengerin doang, bukan mainin." Melodya menjawab sambil melirik Nathan, berniat untuk menyindir.


Mereka semua menaiki tangga menuju ruang musik yang ada di ujung. Ketika mereka masuk, Satria terkagum dengan ruangan itu. "Gila, Mel! Gede banget ruangannya. Lengkap banget alat musiknya. Anjir kalo gini mending lo buka les musik juga bisa!"


"Santai woy! kek ngga pernah liat aja!" tegur Kenzo. "Gitarnya keren, Mel. Punya lo?" Kenzo mencoba gitar elektrik itu.


"Punya kak Musical. Kakak gue cinta banget sama gitar. Sama piano juga sih, tapi lebih prefer ke gitar." Melodya mengambil biola dari kotaknya. Ia menyetelnya lalu mencoba memainkannya.


Sasya sibuk menekan nekan tuts piano. Satria sibuk memainkan drum. Ayna juga sibuk bernyanyi dan bermain gitar akustik sendiri. Hanya Nathan yang hanya duduk diam tanpa melakukan apapun.


"Lo cuman mau diem gitu, Nat?" tanya Melodya.


"Ya gimana lagi. Gue ngga bisa main alat musik. Puas lo?"


"Eh, mending kita dengerin Melodya main biola dulu deh. Itung-itung kita istirahat gitu." usul Sasya yang langsung disetujui semuanya.


Melodya memposisikan biolanya. Ia mulai menggesek bow ke senar biola itu, memulai lagu Beautiful In White. Semua memandang Melodya takjub. Ayna dan Sasya yang sudah sering melihat saja selalu kagum. Terlebih lagi Nathan. Tatapan matanya terfokus hanya pada Melodya. Cara ia memainkan lagu itu terlihat santai, namun menjiwai.


Gesekan biola Melodya diakhiri dengan tepuk tangan teman temannya. Melodya tersenyum tipis.


"Bagusss!!!"


"Hebat lo, Mel!"


"Baper gue dengernya!"


"Serasa lagu pengantar tidur."


"Perfect." ucap Nathan lirih. Nyaris tak terdengar. Mungkin diantara mereka tidak ada yang mendengarnya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2