MELODYA

MELODYA
Episode 12


__ADS_3

Setelah mengikuti upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin, diadakan istirahat lima belas menit. Melodya berjalan ke perpustakaan untuk meminjam novel. Ia sudah tidak punya stok novel untuk dibaca, saat pulang sekolah nanti ia akan meminta Musical mengantarnya ke toko buku.


Gadis itu masuk ke perpustakaan lalu menuju ke rak khusus untuk novel. Sesekali ia mengambil salah satu novel, membaca sekilas sampul belakangnya, mengembalikan lagi ke tempatnya. Begitu terus. Sampai ia tak sengaja melihat Nathan ada di balik rak tempat ia berdiri. Melodya menghampiri Nathan, melupakan tujuannya ke perpustakaan. Ia ingin menanyakan perihal kompetisi kemarin.


Seseorang menepuk pundak Nathan membuat empunya menoleh. Ia mengangkat sebelah alisnya saat mengetahui bahwa yang menepuk pundaknya adalah Melodya.


"Kemana lo kemarin?" Nathan mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Melodya.


"Gue udah ikut kompetisi itu dan gue sama sekali ngga liat lo disana." Jelas Melodya.


"Gue ada." Jawaban singkat Nathan membuat Melodya naik pitam.


"Maksud lo apa sih?! Lo seenak jidat nyuruh gue untuk ikut kompetisi itu, gue turutin. Karena gue pikir dengan begitu gue ngga bakalan berurusan lagi sama lo. Dan sekarang? Gue udah ikut kompetisi itu, Gue belajar susah payah, dan gue menang! Gue menang Nathan! Dan itu cuma buat lo." Melodya menaikan nada bicaranya sambil menunjuk dada Nathan karena tinggi badannya hanya sepundak Nathan. Untung saja perpustakaan masih sepi dan petugas perpustakaan pun tidak mempedulikan mereka.


"Gue ada disana, lo yang ngga liat gue." Nathan mengucapkan kalimatnya santai membuat Melodya semakin kesal.


"Lo apa apaan sih?! Terus lo ada dimana kemarin? Jelas-jelas gue ngga liat lo!"


"Ck, gue ada bukti." Nathan merogoh kantong celana abu-abu nya, mengambil benda pipih berwarna hitam. Ia mengutak atik ponselnya sebentar dan menunjukan video penampilan Melodya dan beberapa foto Melodya saat menerima piala.


"Sekarang lo percaya?"

__ADS_1


"and...congratulation for your competition." Tambah Nathan.


"Oke gue percaya! Dan, makasih buat ucapan selamat lo. Sekarang lo harus jawab gue! Siapa lo dan apa tujuan lo nyuruh gue buat ikut kompetisi itu?"


Nathan tersenyum miring. Ia menjawab pertanyaan Melodya dengan santai, "Gue," Nathan menjeda kalimatnya sebentar.


"Hanar."


Nathan pergi begitu saja meninggalkan Melodya. Melodya merasakan kepalanya sakit, ia tidak asing dengan nama yang disebut Nathan.


......................


"Melodya kemana ya? Udah dua jam pelajaran masa dia ngga balik-balik dari perpus?" Wajah Sasya terlihat khawatir. Begaimana tidak, daritadi Melodya belum kembali ke kelas.


"Gimana kalo kita ca---"


"Ayna Ananta! Jika kamu bosan dengan pelajaran saya, kamu boleh keluar sekarang!" Teriak Bu Erin yang sedang mengajar di kelasnya.


Ayna hanya menunduk malu. Ia berniat untuk mencari Melodya saat jam istirahat nanti.


Bel istirahat berbunyi. Para siswa berhamburan menuju ke kantin. Ayna dan Sasya memulai aksinya, mencari Melodya. Pertama, mereka pergi ke perpustakaan. Hasilnya nihil. Penjaga perpustakaan hanya mengatakan kalau tadi Melodya bertemu dengan Nathan dan sempat berbicara dengannya, kemudian Melodya pergi entah kemana. Ayna dan Sasya pergi menjelajahi setiap kamar mandi di sekolah, siapa tau Melodya mendapat panggilan alam kan? Hasilnya juga nihil. Mereka berniat pergi ke kantin, siapa tau Melodya kelaparan dan langsung ke kantin. Di koridor menuju kantin, mereka bertemu Nathan. Tanpa aba-aba, suara Sasya memenuhi koridor.

__ADS_1


"Heh, Nathan! Dimana Melodya?!" Untung saja koridor agak sepi karena sebagian besar siswa menghabiskan waktu istirahatnya di kantin.


Yang ditanya hanya mengendikkan bahunya dan berjalan santai melewati kedua gadis itu.


"Eh, eh, eh, Tunggu!" Tangan Sasya mencekal lengan Nathan. "Penjaga perpus bilang, tadi lo ketemu dan sempat ngobrol sama Melodya. Sekarang dimana Melodya?"


Untuk kedua kalinya Nathan mengendikkan bahunya. Dan kali ini, ia benar benar pergi melewati kedua gadis itu.


Ayna menghentakan kakinya kesal, "Ih, Nathan itu manusia atau robot sih?! Heran gue."


"Tau tuh! Maunya apa sih tuh orang?! Sekarang kita harus nemuin Melodya." Sasya menarik tangan Ayna sebelum seseorang datang menghampiri mereka.


"Eh, kak Sasya sama kak Ayna?" Ayna dan Sasya saling pandang.


"Iya, ada apa ya dek?" Ayna yang merupakan anggota OSIS sedikit tau kalau ini adik kelasnya karena ia merasa pernah melihat gadis ini saat MOS.


"Emm...itu kak, kak Melodya ada di UKS."


"Apa?!" Ayna dan Sasya kompak menjerit.


"Astaga Melodya!!!" Sasya berlari meninggalkan Ayna yang memang suka telmi. Ayna loading sebentar, ia mengucapkan terimakasih ke adik kelasnya dan berlari menyusul Sasya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2