MELODYA

MELODYA
Episode 24


__ADS_3

Musical dan Melodya jalan berdampingan dengan posisi Musical yang merangkul pundak Melodya dan Melodya yang merangkul pinggang Musical. Mereka menelusuri jalan komplek rumah mereka yang cukup ramai karena sekarang adalah malam Minggu. Beberapa keluarga meyempatkan berkumpul di depan rumah mereka, ada juga anak anak yang sedang bermain di lapangan komplek. Sesekali Musical atau Melodya tersenyum ke arah tetangga mereka yang tersenyum ke arah mereka.


Setelah sampai di supermarket depan komplek, mereka segera masuk. Pertama, mereka menjelajah ke rak berisi keripik. Musical asyik memilih dan memasukan satu persatu ke keranjang belanja, Melodya hanya melihat lihat dan menyaksikan kakaknya yang benar benar menggilai keripik.


"Kak, Ody pilih eskrim ya."


Musical yang masih sibuk memilih hanya berdehem singkat. Melodya melangkah menuju tempat eskrim. Ia memilih eskrim mana yang akan ia beli sekarang. Seingatnya, di kulkas masih ada satu cup besar eskrim napoleon dan tiga cup kecil rasa strawberry. Ia sebenarnya heran dengan perkataan Papanya yang bilang kalau stok eskrim nya tinggal sedikit. 'Paling Papa yang makan eskrimnya.' batinnya. Mengingat dari dulu, Martin juga sangat mengilai eskrim.


Akhirnya Melodya mengambil satu cup besar eskrim vanilla dengan remukan oreo; sepuluh cup kecil eskrim, tiga rasa strawberry, tiga rasa vanilla, dan empat rasa coklat; dan tiga cup sedang rasa mocca. Jangan heran, ini masih masuk dalam kategori sedikit menurut Melodya. Sudah bilang kan, kalau Melodya itu penggila eskrim. Terlebih saat coklatnya disita oleh Mamanya, tentu saja ia akan membeli lebih banyak eskrim.


Tak lama kemudian, Musical datang dengan keranjang belanja yang penuh dengan beranekaragam keripik kesukaanya. Mereka segera ke kasir untuk membayar semuanya. Petugas kasir terkejut melihat belanjaan dua orang dihadapannya. Satu keranjang penuh berisi keripik dan satu keranjang penuh berisi eskrim.

__ADS_1


"Ada yang mau dibeli lagi?" Tanya petugas kasir itu ramah.


"Masih kurang ya mbak?" Tanya Melodya polos.


"Ini aja mba." Jawab Musical.


Petugas kasir itu segera mengurus belanjaan Musical dan Melodya. "Mas sama mba nya so sweet banget ya, saya jadi kangen sama pacar saya." Celutuk petugas kasir tiba tiba.


Melodya mengerutkan keningnya, Musical terkekeh geli. "Ini kakak saya, mba." Jelas Melodya.


"Iya mba, ini adek saya. Saya tau kok kalo saya ganteng." Musical berkata dengan pedenya sambil menyisir rambutnya ke belakang, membuat Melodya mencubit pinggangnya. "Aww, sakit, Ody."

__ADS_1


"Bodoamat."


"Ini belanjaannya." Mba kasir itu menyerahkan dua plastik besar berisi belanjaan mereka setelah mengucapkan nominal harganya.


Musical menyerahkan dua lembar uang yang tadi diberi Martin lalu menerima kembalian yang hanya berupa beberapa keping uang receh. Musical dan Melodya membawa masing-masing plastik belanjaan mereka keluar supermarket.


Saat keluar dari supermarket, Melodya bertemu dengan Nathan. Entahlah apa yang dilakukan Nathan disini. Melodya yang sedang kesal memilih untuk tak menghiraukan Nathan. Ia berjalan santai melewati Nathan tanpa melirik sedikit pun.


'Apa segitu fatalnya hal yang gue lakuin ke lo sampe lo bertindak kayak gini? Seolah gue ini makhluk tak kasat mata.' batin Nathan.


Nathan disuruh Nadia, Mamanya, untuk membeli beberapa cemilan. Entah bagaimana ceritanya, Nathan menjalankan motornya ke supermarket itu, padahal ada supermarket yang tidak jauh dari rumahnya.

__ADS_1


Nathan menyingkirkan semua pikirannya tentang Melodya. Ia masuk ke dalam supermarket, melaksanakan perintah mamanya.


...****************...


__ADS_2