
Melody dan Nathan berlatih di ruang musik di rumah Melodya. Musical yang biasanya ikut mengamati ada di kamarnya. Ia beralasan ada yang harus ia kerjakan, Melodya tidak tau itu.
" Nat, serius!"
"Iya iya."
"Jangan iya iya doang, lakuin dong! "
"Iya, astaga. "
Nathan menekan tuts piano dengan kekesalan sehingga hasilnya terdengar buruk.
"Nekennya yang betul dong, dihayati. "
"Iyaaaaaaa. Ya ampun. "
"Mainin yang betul Nathan! " Tiba tiba Musical muncul di ambang pintu dengan kedua tangan yang masuk ke saku celananya. Nathan dan Melodya kompak menoleh ke arahnya.
Nathan mendengus " Iya kak, iya. Ulang dari awal aja deh. "
Melodya dan Nathan memulai lagu dari awal. Musical duduk manis mengamati keduanya. Kaki kanan nya ditekuk, diletakan di atas kaki kirinya. Matanya mengamati setiap pergerakan Nathan dan Melodya. Telinganya mencermati setiap nada yang mereka mainkan. Kaki kirinya mengetuk ngetuk lantai mengikuti irama.
Musical mengembalikan posisi kakinya seperti semula. Ia bertepuk tangan dan mulai mengomentari permainan mereka. "Good! Permainan yang bagus. Kakak suka. Semuanya udah pas. Inget, pertahanin kekompakan kalian. Ikuti irama lagu, jangan nyepetin jangan ngelambatin, semua nya harus sesuai takaran. " Ia memperhatikan sebentar Nathan dan Melodya yang sama-sama memasang wajah datar tengah menatap ke arahnya, memperhatikan komentarnya.
Teriakan Eliyana dari lantai bawah terdengar samar di ruang musik yang kedap suara. Musical keluar sebentar. "Ada apa Ma? "
"Suruh Melodya sama Nathan turun ke bawah. Buruan! "
"Iya Ma." Musical masuk kembali,
"Kalian di panggil Mama. Turun gih. "
"Ngapain?" Tanya Melodya. Musical mengendikkan bahunya.
Melodya, Musical, dan Nathan turun bersama. Betapa terkejutnya mereka, oh bukan, betapa terkejutnya Nathan saat melihat Mamanya, Nadia, ada di dirumah Melodya. Ia terlihat sangat akrab dengan Eliyana. Ada juga Mbak Naya yang merupakan asisten Mamanya di Butik.
"Mama? "
__ADS_1
Eliyana dan Nadia kompak menoleh. Eliyana menyuruh Nathan dan kedua anaknya untuk ikut duduk bersamanya.
"Sini duduk dulu."
"Mama kok bisa disini? " Tanya Nathan sewot.
"Suka suka Mama dong. Kepo deh kamu. " Nadia menjulurkan lidahnya, mengejek Nathan. Melodya dan Musical bertatapan, merasa sedikit aneh dengan perilaku Nadia yang gaul. Nathan justru berdecak kesal. Iya yakin, Mamanya akan bercerita banyak hal tentangnya, lebih lebih dengan Eliyana, ia yakin kedua emak ini akan saling membuka aib anaknya masing-masing.
"Jadi gini nih, Mama belum cerita ke kamu ya Dy. Mamanya Nathan ini, tante Nadia, itu teman SMPnya Mama. Mama aja belum lama inget, soalnya waktu naik kelas VIII, Mama kan pindah sekolahnya. " Jelas Eliyana.
"Dunia ternyata sesempit ini. " Ucap Melodya refleks.
"Ngomong apa kamu?! "
"Hah? Em.. Itu.. Anu.. Melodya ngga ngomong apa apa kok Ma. "
Sebagai bentuk sopan santun, Musical dan Melodya menyalami tangan Nadia. Nadia tersenyum senang melihat kedua anak Eliyana. "Anak kamu yang satu ganteng, yang satu cantik. " Puji Nadia. "Ini toh yang mau tampil sama Nathan? Kayanya dress yang tante bawa pas deh buat kamu. " Tambahnya.
Terlihat kerutan di kening Melodya. Nadia meminta asistennya untuk mengambil sesuatu di mobil. Dan setelah asistennya kembali, ia membawa beberapa Dress.
Melodya memberanikan diri untuk bertanya, "Dress ini buat ngapain tante? "
Nadia menunjuk dress dress itu. Ada lima dress, Ada yang sampai mata kaki, yang ekornya panjang, yang sebetis, yang selutut, ada juga yang diatas lutut. Ada yang berwarna putih, maroon, blue baby, soft pink, dan pink fanta. Ada yang lengan nya mengembang dan tanpa lengan.
"Jangan bengong, anak cantik. Pilih aja yang kamu suka. "
Melodya menoleh ke Eliyana, lalu Musical, lalu Nathan. Eliyana dan Musical tersenyum, Nathan biasa saja. Menyebalkan!
Gadis itu menatap satu persatu dress dihadapannya. Hingga tatapannya berhenti pada dress sebetis dengan bagian bawah yang mengembang, tanpa lengan, berwarna soft pink.
Nadia tersenyum saat Melodya menyentuh dress itu. "Pilihan yang bagus. Tante juga suka yang itu. Ya udah, nih, kamu coba dulu ya. "
"Ngga papa tante? "
"Ya ngga papa lah. Udah buruan. "
Melodya menuju ke kamarnya ia mengganti pakaiannya dengan dress itu. Ditatapnya bayangan tubuhnya yang sudah berbalut dress di cermin. Ia menyisir rambutnya yang sedikit berantakan karena sudah berkali-kali diacak-acak oleh Musical. Gadis itu turun ke lantai bawah. Terlihat semua orang yang ada disana terkagum.
__ADS_1
"Wah, cantik. " Puji Nadia. "Pas banget. Oh ya, Nat, Mama udah siapin baju juga buat kamu. Ada dirumah. "
"Iya Ma. "
"Cantik banget sih adik gue. " Musical memperhatikan Melodya dari bawah sampai atas. Biarpun wajah Melodya natural, tetap saja ia sudah terlihat cantik.
Melodya mendekat Ke tempat Nadia berdiri. "Tante, makasih ya dress nya. Melodya suka." Nadia membelai rambut Melodya. "Iya sama-sama. Tante seneng kalo kamu suka. "
Kini Nadia beralih ke Eliyana. "Eli, aku pamit ya. Aku masih harus balik ke butik. Nat, mama pulang duluan. "
"Iya Ma. Ati ati. "
"Oke. Ayo aku antar kedepan. " Eliyana mengantar Nadia dan asistennya ke depan rumah.
Tatapan Nathan beralih dari punggung Mamanya ke Melodya yang masih memakai dress itu. 'Cantik. Sekarang aja udah cantik, gimana besok?'
"Ngapain senyam-senyum? " Celetuk Musical.
Nathan menatap sebal ke arah Musical. Ia akhirnya kembali ke ruang musik untuk melanjutkan latihannya tanpa menunggu Melodya ataupun Musical.
Assalamu'alaikum 🙏
Halo semua, apa kabar?.
aku mau kasih kabar bahagia buat kalian.
Jadi aku bakalan UP lagi cerita aku ini. Setelah aku pikir-pikir lagi, ceritanya sayang kalau gak di lanjutin karna udah setengah jalan dan dikit lagu mau ending.
Akhirnya aku putusin buat UP cerita ini lagi. Tapi mungkin aku UP nya gak tiap hari, karna aku juga punya urusan yang gak bisa aku tinggalin. Jadi mungkin aku UP cerita nya SEMINGGU Sekali atau Dua kali.
ITU AJA INFO DARI AKU. DAN MAKASIH YANG MASIH UDAH SETIA NUNGGUIN CERITA INI BUAT DI UP LAGI.
SEKALI LAGI TERIMA KASIH, DAN SEMOGA KALIAN SUKA CERITA INI SAMPE SELESAI YA😊
...SALAM HANGAT DARI AKU,...
...SASA🥰...
__ADS_1
...BONUS PICK DRESS MELODYA...