
Nathan sedikit mempelajari beberapa chord gitar. Berkat ajaran Kenzo yang super sabar dan dukungan teman temannya. Kini mereka berenam sedang bersantai setelah tiga jam bermain alat musik dan sibuk mengajari Nathan.
"Btw, pensinya kapan sih? Bukannya masih lama ya?" tanya Sasya.
"Dua bulan lagi Sya." Ayna yang merupakan anggota OSIS tentu saja tau.
"Lo sama Melodya mau tampil apa sih Nat?" tanya Kenzo.
"Gue---"
"Gue biola, Nathan piano. Klop kan." Melodya memotong perkataan Nathan. Bodoamat jika Nathan marah.
"APA?"
Nathan terkejut bukan main. Ia baru saja belajar gitar, tetapi malah disuruh tampil piano. "Gue kan barusan belajarnya gitar. Masa iya besok tampilnya piano?! Tau gitu mending gue langsung belajar piano aja!" protesnya.
"Nih ya Nat, kalo kita udah bisa gitar, kita bakalan bisa semua alat musik. Itu kuncinya!" Satria menaikkan dagunya menyombongkan diri dengan kata-katanya. Nathan mengumpat pelan. Sepertinya teman-temannya sengaja mengerjainya.
"Mau bawain lagu apa kalian?" tanya Ayna.
"River Flows In You. Instrumen favorit gue."
"Anjirr itu instrumennya bagus banget asli. Apalagi perpaduan biola sama piano. Omayy! Enak banget didengerin pasti. Gue besok nonton di barisan paling depan!" ucap Sasya sangat antusias.
"Gue juga."
"Gue juga."
"Gue juga."
Nathan memutar bola matanya. "Ya terus gimana caranya gue latian dengan waktu yang ngga banyak? Lebih lebih lusa gue tanding."
__ADS_1
"Tenang aja. Habis tanding besok, gue kasih lo waktu kok. Ya anggep aja itu waktu istirahat. Habis itu, kita latian. Bukan kita sih, tapi lo. Gue sih udah siap. Ntar gue sama kak Musical yang buat aransemennya. Terus besok latihannya, kak Musical yang bakalan ajarin lo." jelas Melodya.
"Kakak lo? Ogah! Mendingan gue nyewa guru privat sendiri."
"Ih, udah lo nurut aja. Lagian itu kan juga buat kebaikan lo sendiri, lo jadi irit duit. Ntar kalo misal lo nyewa guru privat, partiturnya gimana coba? Kan yang buat aransemen gue, nanti dia plagiat kan repot."
"Fine! Dosa gue kayaknya terlalu banyak."
Mereka semua tertawa menyaksikan perdebatan Melodya dan Nathan. Kedua manusia dingin itu saling berdebat. Dengan wajah yang sama sekali tidak menunjukan kemarahan atau ekspresi apapun. Mukanya sama-sama datar.
Karena sudah sore, Nathan, Kenzo, Satria, Ayna, dan Sasya berpamitan. Mereka juga berpamitan dengan Musical. Mereka lalu kembali ke rumah masing-masing. Ayna diantar Kenzo, Sasya diantar Satria, dan Nathan sendirian langsung melesat ke rumahnya.
...****************...
"Kak Icaaaalllll!!! Yuhuuuuu!!!"
Melodya berlari menaiki tangga menuju kamar Musical. Saat pintu terbuka, terlihat Musical sedang tersenyum sendiri sambil menatap ponselnya. Melodya menghampiri Musical yang duduk bersandar di kasurnya. Ia menghempaskan tubuhnya di samping Musical.
"Apaan sih?!"
"Kakak yang apaan. Ketawa sendiri. Lagi chat sama kak Salma nih pasti."
"Engga. Jangan sotoy!"
Melodya merebut ponsel Musical. Sempat terjadi adegan tarik-menarik hingga akhirnya Melodya yang mendapatkan ponsel itu. Melodya membaca room chat Musical dengan Salma.
^^^Besok siang ada acara, Sal?^^^
Ngga ada, Cal. Gue juga besok cuma ada kelas pagi. Sama sore sih sebenernya, tapi gue absen😁 ada apa?
^^^Ngga papa. Keliling keliling yuk!^^^
__ADS_1
Keliling? Maksudnya?
^^^Jalan. Biar bahasa anti mainstream gitu😋^^^
Ya ampun😄
^^^Jadi?^^^
Boleh deh :)
^^^Oke. besok jam 11, gue tunggu di parkiran aja ya. Males kalo harus ke gedung fakultas lo, jauh soalnya😂^^^
Oke besok gue kesana.
"Ciee ciee kak Ical lagi pedekate ceritanya sama Kak Salma ciee!!!" Melodya tertawa terpingkal-pingkal setelah selesai membaca chat Musical dengan Salma.
Maklum saja, selama sembilan belas tahun Musical hidup, ia baru memiliki satu mantan pacar. Hebat bukan? Padahal diluar sana, untuk seumuran Musical, banyak laki-laki yang punya mantan pacar banyak. Terlebih lagi, ketampanan Musical yang diatas rata-rata. Musical seperti itu karena dia sudah cukup menjaga satu perempuan di hidupnya, siapa lagi kalau bukan Melodya (kalau Eliyana, itu tanggung jawab Martin😂).
Pernah waktu itu saat Musical dan Melodya sedang duduk berdua saling bercerita.
"Kak, kak Rara kok sekarang jarang main ke rumah?" tanya Melodya polos. Dulu, Rara, pacar pertama Musical saat masih di bangku SMA, sering diajak mampir ke rumah Musical. Eliyana pun sudah menganggap Rara seperti anaknya sendiri. Tetapi, akhir-akhir ini, Rara sudah tidak pernah mampir ke rumah Musical.
"Kakak udah putus sama dia." jawab Musical enteng.
"Kok bisa?!"
"Karena kakak udah cukup punya kamu. Ngga perlu perempuan lain lagi."
"M..mak...maksudnya?"
"Kakak udah bahagia punya kamu, perempuan satu satunya yang bakalan kakak jaga sepenuh hati. Satu satunya perempuan yang kakak sayang. Mama jadi pengecualian tentunya."
__ADS_1
Kala itu, Melodya baper mendengar ucapan Musical. Yang ia lakukan setelah itu hanyalah memeluk Musical dengan erat, seolah ia tidak ingin kehilangan kakak, teman, sahabat, dan apapun itu. Musical segalanya.