MELODYA

MELODYA
Episode 28


__ADS_3

Sasya masuk ke kelas pagi ini dengan muka ditekuk. Melodya dan Ayna yang sudah datang daritadi kebingungan. Tidak seperti biasanya, Sasya selalu berteriak menyapa kedua sahabatnya saat pagi.


"Tuh muka kenapa ditekuk gitu tuh?" kepo Ayna. Sasya hanya melirik sebentar lalu duduk di kursinya.


"Napa, Sya?" tanya Melodya.


Ayna pindah tempat, yang tadinya di belakang Sasya menjadi didepan Sasya. Ia memposisikan badannya menghadap Sasya, siap mendengarkan ceritanya. Melodya pun begitu. Raut wajahnya tak sedatar tadi.


"liatin guenya biasa aja kali" tegur Sasya.


"Udah buruan, lo kenapa?"


"Pinky rusak!!!" Sasya berteriak heboh lalu menangis dibuat buat. Melodya dan Ayna mendengus kesal. Mereka sudah benar-benar bersiap mendengar cerita, malah toa Sasya yang berbunyi. Pinky itu adalah motor scoopy pink milik Sasya. Sasya sendiri yang memberinya nama.


Melodya kembali memasang wajah datarnya. "Udah gitu doang?"


"Iihhh..." Sasya menggebrak meja "Gue kan sedih, Mel. Tiba-tiba aja kemarin waktu gue mau nemenin bunda ke supermarket, pinky ngga bisa nyala. Terus bokap gue bawa pinky ke bengkel. Huu gue sedih!!"


"Ulu uluuuu Sasya, sabar ya. Pinky pasti cepat sembuh kok" hibur Ayna. Ia memeluk Sasya sesaat sambil berakting layaknya ikut sedih.


Melodya mencibir melihat tingkah kedua sahabatnya. "Terus lo berangkat naik apa?"


"Sama bokap gue lah"


Tiba-tiba saja, Sasya menarik tangan Melodya sehingga akhirnya mereka bertiga berpelukan tidak jelas. Beberapa siswa yang sudah datang memandang mereka. Semua memandang mereka layaknya mannequin challenge🤭.


...****************...


Melodya, Sasya, dan Ayna berjalan sambil berangkulan sepanjang koridor. Mulai dari adik kelas, teman seangkatan, hingga kakak kelas, memandang mereka dengan tatapan yang berbeda. Sebagian besar sih, memandang dengan tatapan kagum tapi juga iri. Karena persahabatan mereka terlihat goals sekali.


Di tengah jalan, Melodya melupakan sesuatu. Ia ada janji dengan Nathan. Melodya segera berpamitan kepada kedua sahabatnya lalu ngacir ke ruang musik. sasya dan Ayna yang penasaran, memilih mengikuti Melodya.


Melodya masuk terburu buru ke ruang musik. Disana sudah ada Nathan yang sedang memainkan ponselnya. Dan ada kedua sahabatnya juga, Kenzo dan Satria. Apa maksudnya?

__ADS_1


"Eh, hai Mel!" sapa Satria


"Hai semua!" sapa Melodya sambil tersenyum. Setidaknya ia akan menjadi sedikit lebih ramah pada mereka.


Nathan mendongakkan kepalanya saat mendengar suara Melodya. Ia menyimpan ponselnya di kantung celananya. "Lama banget sih lo. Kemana aja?"


"Kepo. Udah langsung aja. Lo ngapain ngajak gue kesini?"


"Latian lah" jawab Nathan enteng.


"Hah?"


Satria akhirnya angkat bicara. "Si Nathan nih, Mel. Ngajak gue sama Kenzo suruh ngajarin dia main alat musik. Aneh banget tiba-tiba gitu. Ngga inget apa kalo dulu dia pernah jebolin drum kesayangan gue" sindir Satria.


"Udah gue ganti!" sangkal Nathan.


Gubrak!!!


Melodya, Nathan, Kenzo, dan Satria kompak menoleh ke arah pintu. Mereka lalu keluar dan melihat dua orang gadis yang sepertinya sedang tertangkap basah karena ketahuan menguping.


"Emm...sori..."


"Ngga papa, ayo ikut masuk" ajak Kenzo. Tak lupa ia menampilkan senyumnya hingga matanya menyipit. Mata itu, Ayna sangat tergila gila dengan mata sipit itu. "Kok malah diem semua? Ayo semuanya ikut masuk. Nat, Sat, Mel, Ay, dan emm...nama lo siapa?"


"Sasya" ucap Sasya cepat.


"Oh ini yang namanya Sasya. Sya, Satria suka sama---" Satria segera membekap mulut Kenzo yang hampir saja membocorkan rahasia nya.


Kulit Kenzo yang putih menyebabkan wajahnya sangat merah setelah di bekap Satria. Sekarang saja, wajah Kenzo masih merah. Sekarang Nathan, Kenzo, Satria, Melodya, Ayna, dan Sasya sudah berada di dalam ruang musik. Nathan dan Melodya sudah menceritakan alasan Nathan ingin belajar alat musik. Mereka berdua juga menceritakan tentang Melodya yang mahir bermain biola, tetapi tentu saja tidak menceritakan fakta tersembunyi itu.


"Yaudah deh, untuk awalan, gimana kalo kita ngeband dulu?" tawar Satria. "Boleh" jawab mereka semua kompak.


"Eh, emang kalian ngga latihan basket ya? Lusa kan pertandingan" tanya Ayna.

__ADS_1


"Latihannya besok, sekalian gladi bersih. Sekarang rileks dulu" jawab Kenzo. Lagi-lagi ia tersenyum, sepertinya ia memang hobi senyum.


"Oke, kita bagi peran dulu. Gue drummer, Kenzo melodis, Nathan vokalis, emm...kalian bisa main apa?"


"Melodisnya gue aja ya" pinta Ayna.


"Yaudah gue rythem" timpal Kenzo.


"Gue keyboard" ucap Melodya dan Sasya bersamaan.


"Satu aja elah" Nathan jengah, di saat seperti ini ia selalu kebagian vokalis. Ia sebenarnya ingin belajar alat musik dari dulu, tapi niatnya selalu saja luntur di awal.


"Sasya aja, Mel. Lo vokal aja sama si Nathan. Ya?" pinta Satria. Satria mengedipkan sebelah matanya pada Melodya hingga Melodya mencibir. "Yaudah Sasya, lo aja. Eh, ngga ada bass?"


"Bass nya ada di ruang kesenian. Kemarin ada kakel yang ujian jadi dibawa kesana. Pake alat seadanya aja. Jauh juga kalo harus ke ruang kesenian" jelas Kenzo.


Di sekolah mereka, ruang musik dan ruang kesenian berbeda. Ruang musik ada di lantai satu, di sebelah perpustakaan. Ruang musik berisi berbagai alat musik. Sedangkan ruang kesenian ada di lantai tiga, di dekat tangga deretan kelas XII. Ruang kesenian berisi barang-barang untuk teater seperti kostum, properti, dan lain-lain. Karena ruang kesenian ada di deretan kelas XII, jadi ujian masuk kelas XII lebih sering dilakukan disana sehingga terkadang ada alat musik yang dipindah kesana.


"Emang lo bisa main bass?" tanya Nathan.


"Bisa dong" jawab Melodya sambil menjulurkan lidahnya.


"Noh, Nat. Melodya aja bisa biola, keyboard, bass juga bisa, padahal bass biasanya cowok. Jarang ada cewek yang tertarik megang bass"


"Brisik lo, Sat!"


"Astaga. Fine gue vokal!" Melodya berjalan ke lemari berisi mikrofon. Mereka berenam memposisikan diri di depan alat musik masing-masing. "Kita mau mainin lagu apa nih?"


"Hari Bersamanya, Sheila On 7. Tau semua kan?" mereka semua mengangguk, menyetujui saran Nathan.


"Siap semua?"


"Siap!"

__ADS_1


"Gue yang aba-aba" Satria mulai memainkan stik drum nya. Mulailah intro lagu.


jangan lupa bagi LIKE and KOMENT ya☺


__ADS_2