
Lau Zhu bilang ‘miliaran langkah dimulai dengan satu langkah’, maka aku akan memulai satu langkah untuk hari depan yang lebih baik! semangat Nayya! Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin! Aku menyuntikkan semangat dan aura-aura positif dari dalam hatiku. Aku akan mengatasi keadaan ini, aku akan segera menemukan seseorang dan mudah-mudahan kami memiliki kecocokan dan sepakat untuk berteman. Ya, aku memotivasi diriku agar kemampuan bersosialisasiku bisa berevolusi ke arah yang lebih baik. Amin.
Semua siswa kelas X2 sudah mengeluarkan segala hal yang berkaitan dengan bahasa Inggris dari dalam tas masing\-masing dan menaruhnya di atas meja. Pagi cerah dan hangat ini akan di mulai dengan pelajaran yang kusuka. Aku suka belajar semua bahasa, bahasa verbal maupun bahasa isyarat yang digunakan untuk berkomunikasi oleh orang\-orang istimewa yang tidak dianugerahi kemampuan berbicara. Memang agak kontras jika membandingkan sifatku yang pelit bicara dengan kegemaranku belajar bahasa. Tapi begitulah adanya.
Mr. Cloud sudah membimbing kami mengawali ritual sebelum belajar, menyiapkan kelas dan berdoa. Pelajaran akan dimulai. Oo iya, nama guru bahasa Inggrisku ini sebenarnya Mr. Awan, tetapi karna beliau adalah guru bahasa Inggris maka sekalian ia menjiwai pekerjaannya dengan mentrasformasi kata ‘awan’ ke dalam bahasa inggris yaitu ‘cloud’, sebuah totalitas yang wajib diacungi jempol.
“Ok students, saya ingin kalian memperkenalkan teman sebangku kalian di depan kelas. Sebutkan semua hal yang memungkinkan untuk diketahui oleh teman\-teman yang lain agar kalian bisa lebih saling mengenal dan menjadi lebih akrab. Dan tentunya dalam bahasa Inggris seperti yang sudah kita pelajari minggu yang lalu. Bisa dipahami?” tanya Mr. Cloud setelah penjelasannya. Aku paham yang diinginkan Mr. Cloud tapi bagaimana aku bisa memperkenalkan teman sebangkuku yang tidak nampak wujudnya hari ini, Dia tidak masuk sekolah karna sakit. Iya, Dia. Maksudku namanya ‘Dia’. Gadis kecil ceria dan bertingkah bodo amat yang duduk sebangku denganku selama 2 minggu ini bernama ‘Ardia’ dan dipanggil ‘Dia’. Tentu saja begitu, tidak mungkin juga dia dipanggil ‘Ardi’, karna nama itu untuk laki\-laki. Kuharap kalian dapat memahami kerumitan ini, aku tak punya pilihan lain. Tapi apa orang tuanya tak punya pilihan lain selain membuat nama panggilan anaknya berupa salah satu kata ganti orang ketiga dalam bahasa Indonesia yaitu ‘DIA’? Tapi itu hak orang tuanya, dan tentunya bukan urusanku sama sekali.
Aku jadi bingung sendiri sekarang, aku harus mencari solusi untuk masalahku pada Mr. Cloud.
Tok tok tok
__ADS_1
Serentak seisi kelas yang hening melirik ke arah pintu, tidak terkecuali aku. Di ambang pintu sedang berdiri sesosok manusia astral dari dimensi lain kehidupanku yang telah berlalu. Aku bingung sekarang, apa aku sedang berhalusinasi? Tidak tidak, aku sadar 100 %. Apa aku minus? Juga bukan, mataku sehat tanpa gangguan apapun sejauh ini. Walau suka membaca tapi aku menjaga kesehatan mataku dengan sering mengonsumsi wortel. Berarti ini nyata? Bukan penampakan? Aku tidak memiliki kemampuan melihat makhluk gaib sejauh ini. Iya, ini pasti nyata. Aku memilih mengalihkan pandanganku dari manusia yang sedang berdiri di samping Mr. Claud di depan kelas, lebih memilih lembar kosong buku yang terpampang di atas meja. Dosa apa aku? Kenapa aku naas sekali.
---------------------------------
CARA VOTE
Pada bagian bawah deskripsi sinopsis novel klik vote
__ADS_1
Pilih poin/koin.
Pilih 10/100/1000.
Klik beri tips.
__ADS_1
Terima kasih 😊