
Bunga hidup yang dirangkai dalam pas bunga tak pernah mengira jika mereka akan singgah di benda mati kemudian dimanipulasi dengan air seolah-olah mereka akan baik-baik saja. Aku juga tidak menyangka akan mengalami manipulasi perasaan, berpikir bahwa aku baik-baik saja padahal jika aku bertanya sungguh-sungguh pada hatiku maka jawabannya akan jauh berbeda. Sakit. Begitu yang kurasakan saat ini.
Memangnya apa yang terjadi padaku setelah hari yang manis bersama Ivan? Tidak ada yang istimewa, hanya ada aku yang sesekali berhalusinasi tentang mungkin aku jatuh cinta. setelah berpikir begitu aku akan menyangkalnya sendiri. Hari\-hari melelahkan dengan pikiran yang lelah. Bodohnya aku terus meladeni kelelahanku sendiri kemudian menjadi semakin lelah. Menyerah? Sudah pasti aku melakukannya namun hanya sebentar untuk kemudian bangkit dan mengatakan aku baik\-baik saja dan ayo mulai hari yang lebih baik, tapi tidak terlalu berhasil. Damn! I’m in trouble!
Apa yang lebih sial dari perasaan yang tumbuh sebiji zarrah terus ditimpa batu gedek? Ya mungkin aja sih gak langsung mati, tapi ya gitu, tumbuhnya di luar normal.
Sorry ngelantur, jadi intinya gini. Waktu libur semester kemarin, saat aku masih di kampung halaman, si Yasemin yang cantik jelita nodong aku pake curhatan miris tentang perasaannya ke Ivan. Doi rindu setengah idup sama Ivan tapi ngadunya sama aku. Gak taulah apa maksud si miss populer. Yang jelas, katanya sih, si Ivan suka juga sama dia, tapi Ivannya berubah setelah libur semester ini. Ya mana ku tahu lah, enakan juga tempe. Lagian Ivan juga gak ada tu ngechat aku selama libur. Laluh aku bisa apah?
__ADS_1
Nah, setelah masuk sekolah di kelas XII si Ivan cicak pucet mulai berubah jadi kadal, bentar lagi jadi biawak tu anak. Kenapa? Dia berubah. Gak ngerti apa yang menimpa beliau, yang jelas auranya agak beda, ada horor-horornya. Ketempelan setan kali dianya.
Oke gak gitu juga, si Ivan itu berubah jadi ambisius dan lebih sedikit ngomong akhir-akhir ini, aku sama Ella sering disuruh lebih giat belajar dan ikut les ini dan itu untuk masuk universitas katanya. Ya oke oke aja sih pasal itu, tapi dia terlalu goyang kali ya menghadapi tahap pendidikan selanjutnya ini. Maksud aku bukan aku dan Ella gak khawatir dengan kelanjutan masa depan pedidikan kita tapi gak gitu juga ampe serius level gilak.
Ivan udah hampir gak pernah nongkrong abal-abal bareng aku dan Ella, gak ada hari libur untuk belajar buat Ivan. Obrolan bareng dia juga udah gak asik, dia gelisah walau sekedar ngobrol santai sambil makan bakso di kantin. Heran ini anak disuntik vaksin apa, gak ngerti sama perubahannya.
Aku dan Ella hanya berusaha untuk memaklumi Ivan, dan keputusan itu tepat membuat aku dan Ella perlahan tapi pasti menjauh dari Ivan, entah siapa yang mengambil keputusan demikian. Ibarat air sungai yang awalnya mengalir satu arah, tapi di ujungnya ada dua muara yang memisahkan kita. Udah fix gitu aja.
__ADS_1
**Tamat
--------------------------------------------------------------------------------
Aku mau buat catatan ini, ya walaupun aku gak tau ada yang baca apa enggak. Yang jelas aku pengen buat aja.
Aku udah lama banget gak up, karna sebagai penulis yang keamatirannya gak perlu diragukan aku gak nyaman dengan cara menulis aku sedari awal, aku selalu ngerasa ada yang salah dan kurang tapi gak tau apa. Nah sekarang aku udah nemuin masalah semetara. Yang aku analisis masalahnya ada di akunya, ini novel pertama aku dan aku gak tau harus mencurahkannya biar indah itu gimana. Kedua, konflik yang kubuat itu terlalu personal dan mengambil sudut pandang si “Aku”. Aku juga baru tau, untuk menulis dengan sudut pandang “Aku” itu kesulitannya lebih tinggi dari sudut pandang yang lain. Ini yang aku tau sih.
__ADS_1
Ke depannya aku bakalan lanjutin cerita ini tapi dengan gaya bahasa yang lebih santai dan konflik yang lebih ringan. Aku janji untuk nyelesain cerita ini pake happy ending. Judulnya nanti Walk Into You. Thanks bagi yang udah baca MOIG (Memories Of Introvert Girl). Dan maav banget kalau ada yang kecewa, yah kali aja ada :I
See you in “Walk Into You**” ;)