
Waktu dan peristiwa hidup membuat manusia berubah. Sayangnya perubahan itu tak selalu baik. Kejadian-kejadian masa lalu yang berkaitan dengan penilaian orang akan kepribadianku berpengaruh besar terhadap hidupku dari waktu ke waktu. Pengaruh itu memberikan dampak yang lebih buruk untuk masa mendatang.
__ADS_1
βMengapa aku seperti ini? Mengapa aku tidak seperti orang lain? Mengapa aku terlalu memikirkan segala sesuatu? Apa di luar sana ada orang sepertiku? Di satu sisi aku merasa menjadi manusia yang tidak baik, di sisi lain aku bertanya apakah itu salahku? Aku hanya korban dari ketidakbaikan kata-kata orang lain di masa yang laluβ. Terkadang aku juga membuka sebuah sudut pandang lain, bahwa di banyak titik di seluruh sudut bumi setiap anak mendapatkan perlakuan yang tidak adil secara verbal maupun nonverbal dari orang yang lebih dewasa. Mirisnya orang-orang dewasa itu tidak menyadari bahwa mereka sedang melakukan kejahatan pada mental anak tersebut. Di sisi lain, aku menyadari bahwa banyak pula anak yang juga menerima kata-kata dengan kualitas ketidakbaikan yang sama namun mereka baik-baik saja. Aku sudah pernah mencari tahu tentang hal ini, karna aku percaya lebih dari 98 % peristiwa di bumi ini dapat dijelaskan secara ilmiah, logis dengan ilmu pengetahuan. Meskipun aku percaya ada kurang dari 2 % yang tidak mampu dijelaskan dengan aspek akal, walau persentasinyanya kecil tapi kita tidak boleh menafikkannya begitu saja. Karna kepercayaanku akan hal itu aku mencari tahu tentang diriku sendiri lewat penelitian dari berbagai sumber yang kutemukan, baik internet maupun buku bahkan pendapat dari orang-orang yang tanpa sengaja kudengar.
__ADS_1
Perkembangan mental setiap orang berbeda-beda dan hal itu dipengaruhi oleh berbagai macam aspek kehidupan. Kepribadian akan memberi respon terhadap implus atau rangsangan yang dapat mempengaruhi mental. Implus sendiri bisa berasal dari eksternal mapun internal. Setiap anak bisa memiliki respon yang beragam tentang suatu hal dan hal tersebut dipengaruhi oleh kepribadian akibat pola pikir yang berbeda-beda. Misalkan 10 orang anak dihadapkan pada seekor cicak. Pertanyaannya apakah ke-10 anak itu akan memberikan respon yang sama? tentu tidak! Mungkin ada yang merasa geli, ada yang ketakutan, menjerit, histeris, atau mungkin ada yang suka karna menaganggap cicak lucu, ada yang senang karna ingin membuat cicak itu menjadi mainannya, atau bahkan ada yang tidak terlalu bereaksi secara ekspresi tetapi ia justru berpikir mengenai kenapa cicak bisa merayap, mengapa warna kulitnya demikian, mengapa bentuk tubuhnya seperti itu, dan ada pula yang benar-benar tidak tertarik sama sekali. Itu adalah contoh bahwa setiap orang memiliki kepribadian yang beragam akibat pola pikir yang berbeda, dan kepribadian itu bisa diturunkan dari orang tua atau keluarga, bahkan seorang manusia bisa membawa kepribadiannya sendiri sejak lahir.
__ADS_1
ππππππππππππππππ
__ADS_1