Memories Of Introvert Girl

Memories Of Introvert Girl
Memory 13 Iya, Sial!


__ADS_3

“Introduce your self, please.” Ucap Mr. Cloud mempersilahkan anak lelaki itu.


“Mm hi, my name Ivan. Ivan Hadiawan.” Ucapnya memperkenalkan diri. Benar, dia Ivan yang itu. Orang yang entahlah, aku mual karna mengingat kejadian beberapa waktu lalu, terbayang wajahnya saat itu. Aku harus melakukan sesuatu. Apa aku harus pindah kelas? atau pindah sekolah saja sekalian? Tidak, aku tidak bisa. Orang tuaku tidak akan membiarkan itu terjadi. Baru saja aku ingin memulai hidup yang lebih baik, eh sekarang aku sudah sial saja. Iya, sial!


Wait, ada apa ini? apa yang kulewatkan, aku terlalu sibuk dengan pikiranku sendiri. Mengapa si tengil ini berjalan ke arahku? Aku menatap Ivan bingung, namun wajah Ivan biasa saja.


“Aku duduk di pinggir atau kamu?” tanyanya. Aku jadi bertambah eror, dan hanya bisa terpaku mendengar pertanyaannya. Maksudnya apa?



“Nak, saya meminta Ivan duduk di sampingmu.” Cetus Mr. Cloud menjawab kebingunganku. Serius?! Sempurnalah sudah! Dan aku membodoh seketika mendapati pernyataan Mr. Cloud.



“Ekhemm” deheman Ivan menyadarkan aku dari keterpanaan nasib yang sedang menguji ketabahanku. Mau tidak mau aku pindah ke kursi yang biasa diisi oleh tubuh Dia, memindahkan tasku ke laci dan menggeser seluruh peralatan belajarku ke depan kursi yang sekarang kududuki. Kurapatkan kursiku ke dinding, yup, mejaku berada di sudut paling depan dekat pintu masuk kelas.



Aku tidak bisa berpikir saat ini, aku kehilangan mood yang dengan susah payah kubangun dari pagi buta. Apa yang harus kulakukan dengan tugas ini? Aku benar\-benar frustasi sekarang. Kubuang napas berat, seberat karung beras 100 kg dengan isinya.


Tuhaaaaaannn...


“Tugasnya apa, ya?” tanya si abal\-abal Ivan berbisik memecahkan lamunanku yang isinya ketidak berdayaanku saat ini. Bulu kudukku bergidik mendengar suaranya, menyeret ingatanku kembali ke samping perpus sekolah kala itu. Suara si abal\-abal yang membuat aku mual waktu itu. Kubalas pertanyaannya dengan tatapan tidak suka yang kentara. Namun ekspresi Ivan biasa saja. Aku jadi ragu, apa ini Ivan yang waktu itu? Kenapa ia seolah\-olah tidak memiliki masalah denganku? Aku yakin ini orang yang sama. Apa dia kecelakaan lalu amnesia? Apa mungkin kejadian seperti itu benar terjadi? Aku bingung, tapi aku harus menyingkirkan pikiran\-pikiran itu dulu, tugas Mr. Cloud harus segera diselesaikan. Kuambil secarik kertas dan kutuliskan intruksi Mr. Cloud di sana ditambah instruksiku juga.



‘Tulis semua hal yang ingin kamu beri tahu pada teman\-teman tentang dirimu dan berikan padaku, biar kusalin ke buku latihanku. Begitu pula sebaliknya.’ Itu isi kertas yang kuserahkan pada Ivan. Menulis kalimat itu saja sudah membuatku bertambah mual, aku memang tidak memiliki kuasa atas keadaan ini. Tapi aku harus bertahan. Selama 20 menit jam pelajaran, tangan kiriku terus saja mengurut keningku yang memang terasa agak berat dan pening saat ini. Aku tidak habis pikir dengan nasibku sekarang.

__ADS_1



“Ok students, time is over. Sekarang saya ingin melihat apakah kalian mengerjakan tugas yang saya inginkan dengan benar. Bagaimana kalau kita melihat kemampuan berteman anak baru di kelas ini?” tanya Mr. Cloud kepada seluruh siswa. Dayung bersambut, yang ditanyapun bersorak setuju. Masalahnya Ivan akan membacakan hal\-hal yang sudah kutuliskan tentangku. Tapi ya sudahlah, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, aku memaparkan diriku layaknya biodata singkat.



“Silahkan maju Ivan.” Mr. Cloud memberikan instruksi. Ivanpun beranjak dari kursinya, berdiri di depan kelas dan menatap ke semua arah yang dia mau, dan yang pasti tidak ke arahku. Tidak ada aturan ia harus melihat ke arah orang yang akan ia perkenalkan. Ivan memegang erat buku latihan bahasa Inggrisnya yang sudah berisis biodata diriku, ia terlihat ragu, entah apa yang sedang bersemayam di balik rambut yang tertata rapi layaknya anak baik itu. Dari sudut mata aku sedikit memperhatikan gerak geriknya yang agak salah tingkah kurasa. Mungkin ia malu dan gerogi berdiri di depan kelas dan menjadi pusat perhatian semua orang di dalam ruangan ini.



“Her name is Nayya Tritania. Born 16 May. Her hobby is reading.” Ivan membacakan isi tulisan di buku yang ia pegang, mungkin ia memiliki kecemasan berbicara, karna ia membacanya dengan suara patah\-patah. Ya, itu hal yang sangat wajar. Ivan menurunkan tangan kanannya yang menggengam buku dan menaruh tangan itu ke belakang pinggangnya. Udah selesai? Perasaan aku menuliskan berapa orang aku bersaudara, makanan kesukaan dan lagu paforitku. Mungkin Ivan merasa itu terlalu panjang. Kuhela napas berat, apa aku kecewa? Tentu tidak, aku juga tidak ingin orang lain tahu banyak tentangku, lagi pula aku memang tidak memiliki banyak hal yang bisa diberitahukan kurasa.



“Nayya like rain, i don’t know why, she not tell me the reason. Baby blue and grey is her favorite colors. And she love listening to songs all day.” Suara Ivan kembali bergema dalam kelas, senyum tipis sesekali menghiasi wajahnya di sela kata\-kata karangannya. Ekspresi bingung dan heran berkolaborasi indah di permukaan wajahku. Si Ivan mengarang bebas! Tapi tunggu dulu, karangan Ivan benar. Si Ivan punya kemampuan menerawang kehidupan orang lain. Akan sangat berbahaya lama\-lama berdekatan dengannya. Baru 20 menit duduk bersebelahan, ia sudah tau beberapa hal tentangku apalagi 1 tahun. Bisa\-bisa aku tidak memiliki privasi. Tetapi apa benar ivan memiliki kemampuan paranormal? Sejenis indra tambahan begitu? Mungkin saja, siapa yang tahu.


-------------------------------


CARA VOTE




Pada bagian bawah deskripsi sinopsis novel klik vote.


__ADS_1



Klik vote lagi.




Pilih poin/koin.




Pilih 10/100/1000.




Klik beri tips.




Terima kasih 😊

__ADS_1


__ADS_2