
Disaat keheningan merubah hal yang kita inginkan menjadi sesuatu yang tidak kita harapkan. Inilah keadaanku saat ini.. Saat melihat mereka sedang bermesraan, aku benar benar menyalahkan diriku sendiri.. Sebelum terlalu jauh, aku melangkah untuk mundur.. Tapi yang terjadi kadang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Handphone ku secara tidak sengaja terjatuh dimobil kendaraan online yang kutumpangi, sang driver turun dan membunyikan bel sehingga membuat Serkan terkejut, terlebih saat dia melihatku. Mata kami menjadi saling memandang dan aku mencoba untuk tetap terdiam dan melangkah dengan setengah berlari untuk mundur, pria itu masih saja terus memanggil namaku mencoba untuk membuatku berhenti melangkahkan kakiku.. Beruntungnya handphoneku tertinggal dimobil tersebut jadi aku bisa berlari masuk dan meminta driver untuk mengunci semua pintu dan meminta agar dia berkendara segera mungkin. Dengan kebingungan driver pun mulai berkendara, terdengar pria itu masih saja memanggil dan mengetuk ngetuk jendela dan pintu mobil, namun aku berusaha untuk tidak menghiraukannya.
Lusa adalah hari sidang akhir tesisku, aku harus fokus dengan tidak ingin memikirkan hal apa pun.. Yang kuinginkan sekarang hanyalah pergi dari sini dan kembali kerumahku.. Ya, aku sangat merindukan mama, papa, dan juga andre adikku.. Aku harus segera pulang ke indonesia. Mengalihkan pikiran dengan membaca litelatur dan buku buku serta mencari informasi apa pun yang dapat lebih membantuku dalam sidang tesisku nanti, namun sering kali disaat hati ini memutuskan sesuatu, bahkan bisa teralihkan oleh suara hati. Handphone yang berdering lebih dari puluhan kali ini, akhirnya mematahkan niat yang teguh berdiri.
“ Halo?”
“ Amira, ada yang mau kubicarakan denganmu”
“ Tidak ada yang harus dibicarakan”
“ Tidak bisakah setidaknya berikan aku waktumu untuk berbicara?”
“ Lalu yang kulakukan sekarang apa?”
“ Almira..”
“ Hentikan Serkan. Lusa adalah ujian sidang tesisku, aku ingin fokus”
" Lalu kapan aku bisa berbicara denganmu?"
" Hal penting apa yang begitu sangat ingin kau bicarakan denganku? Kita tidak mempunyai hal yang harus kita bicarakan bukan? Jadi berhenti melakukan panggilan ini karena sangat menggangguku"
“ Itu yang kau rasakan?. Baiklah, maafkan aku.”
Menutup panggilan ini tanpa membiarkannya berbicara lagi padaku, tahu yang kulakukan ini tidak baik, tapi aku merasa cukup untuk semuanya saat ini. Kembali mencoba focus dengan mengolah data kembali. Entah kenapa yang kulakukan hanya menekan tombol panah atas dan bawah dilaptopku.. Berulang kali aku lakukan itu, mencoba untuk focus namun pada kenyataannya adalah sebuah kebohongan besar.. Ya, hati ini terasa lebih sesak sekali saat ini hingga aku pun kembali menangis.. Apa aku benar benar sudah menaruh hatiku padanya? Kenapa aku lakukan itu disaat semua itu tidak mungkin untukku dan untuknya.. Lagipula duniaku dan dunianya sangatlah berbeda.. Aku berhenti menekan tombol di laptopku dengan berpindah mengusap dadaku yang terasa sangat sesak.. Cukup almira.. Hentikanlah.. Kau bukan untuknya..
…………………………..
Pagi kembali menjelang dimusim panas terakhirku disini, namun cuaca sedikit terasa dingin saat ini, apa akan berganti menjadi musim gugur? Entah mengapa menjelang siang aku ingin mencari udara segar dan menikmati suasana didekat selat bosphorus.. Banyak yang berjualan disana, dan anak anak bermain dengan riang, pasti akan membuat suasana hatiku lebih baik.. Kembali bersiap siap, kirey masuk kekamarku dan menanyakan kemana aku akan pergi.. Aku pun mencerikan padanya apa rencanaku hari ini.. Kirey yang mengerti kegugupanku untuk ujian sidang tesisku besok hari, berjalan kearahku dan tiba tiba memelukku.. Apa, dia mendengar aku menangis semalam? Tapi aku sebisa mungkin menahan suaraku untuk agar tidak terdengar olehnya dan juga lilian.. Tak lama kirey melepaskan pelukannya dan menyuruhku untuk berhati hati.. Aku tersenyum padanya dan berlalu pergi..
Dalam perjalanan aku dikejutkan dengan secara tidak sengaja bertemu seorang wanita yang tengah mengandung.. Wanita itu memberitahuku bahwa sepertinya dia akan melahirkan.. Mendengarnya berkata seperti itu, aku langsung panik.. Dia memberikan handphone nya padaku untuk berbicara dengan suaminya.. Suami dari wanita ini pun terkejut dan memohon bantuanku untuk membawa istrinya kerumah sakit yang dirujuk olehnya.. Aku pun akhirnya membantu wanita itu dan membawanya kerumah sakit yang dimaksud.. Tak lama berselang saat di UGD, suami wanita ini datang dan langsung menuju ruangan tindakan medis. Melihat sekitar yang berada di sekitarku, rumah sakit ini.. Yaa, harapanku adalah semoga saat aku kembali ke Indonesia, ada rumah sakit yang ingin menerimaku bekerja disana..
Entah mengapa niat awalku datang melihat bosphorus berubah menjadi duduk termenung dilobby utama rumah sakit ini.. Bahkan tak terasa sudah 3 jam aku disini melihat apa saja yang terjadi.. Tak lama suami wanita itu berlari lari dengan pandangan yang tak jelas.. Aku melihatnya dan dia akhirnya melihatku.. Dia berlari kearahku dan dengan senyuman bahagia diwajahnya memberitahukan bahwa anaknya sudah lahir dan istrinya memohon ingin menemuiku.. Akhirnya aku pun ikut dengannya menuju ruangan..
“ Hai.. Bagaimana kabarmu?"
Ucap Almira yang menyapa wanita itu menggunakan bahasa turki
“ Berkat kamu, aku bisa melahirkan anak dengan selamat.. Apakah kamu ingin melihatnya?"
Wanita itu pun tersenyum sembari mempersilahkan Almira melihat bayinya
“ Bo, bolehkah aku?"
“ Tenru saja, pasti..Kemarilah"
“ Anak yang cantik.. Siapa namanya?"
Ucap Almira sembari menyentuh tangan bayi mungil itu
“ Siapa namamu?"
Ucap Sang suami kepada Almira
“ Saya? Saya Almira.."
“ Maka namanya adalah Almira"
Ucap sang suami kembali dengan tersenyum kepada Almira
“ APA?? KENAPA?? Saya tidak bermaksud meminta imbalan dengan berada lama di rumah sakit ini.. Sebenarnya saya akan lulus dari sekolah pasca sarjana, saya berharap ada rumah sakit yang akan menerima saya nanti,"
“ Kami berharap yang terbaik untuk orang baik sepertimu"
Kedua suami istri itu pun tersenyum bahagia melihat kepada Almira
“ Te, Terima kasih banyak.. Kalau begitu, saya ucapkan selamat, lalu saya pamit.. Selamat sore"
Sebelum pergi wanita itu tiba tiba menarik tanganku, dengan tatapan penuh tanya, dia tersenyum padaku.. Lalu dia keluarkan camera polaroid dan memintaku untuk berdiri tepat disebelah ranjang bayi.. Dia menyuruhku tersenyum dan memfotoku sebanyak 2x.. Begitu selesai tercetak, dia menuliskan dibawah foto itu tanggal hari ini dan namaku dikedua foto ini.. Dia menyerahkan 1 foto untukku dan 1 lagi untuknya.. Merasa terharu aku pun memeluk wanita itu dan dia pun membalas pelukanku.. Lalu kembali aku berpamitan dan berlalu pergi..
Waktu tak terasa sudah menunjukan pukul 4 sore.. Akhirnya aku memesan kendaraan online untuk mengantarkanku menuju taman di dekat selat bosphorus yang biasa kudatangi.. Saat sampai, cuaca sudah mulai terasa sedikit dingin tapi kembali aku terkagum melihat senja saat ini, dimusim ini bosphorus benar benar terlihat sangat indah.. Aku berjalan dan mencoba mencari bangku kosong.. Namun langkahku kembali terhenti saat melihat pria yang sangat ingin kuhindari.. Lagi lagi dia duduk termenung seorang sendiri dengan tatapannya yang kosong.. Mau sampai kapan dia akan melakukan hal ini? Apa aku harus menghampirinya? Hentikan almira! Menjauhlah darinya.. Tapi entah mengapa, untuk kesekian kalinya hati dan otakku tidak bisa diajak untuk bekerja sama.. Disaat pikiranku berkata lain, hatiku selalu membuatku melakukan hal yang sebaiknya tidak kulakukan kepada pria ini..
__ADS_1
“ Maaf, kursi ini kosong?”
Almira yang langsung terduduk disamping Serkan
“ ALMIRA?”
“ Serkan.. Maafkan aku saat, kau.…”
“ Aku hanya tidak ingin kau salah paham kepadaku di tengah semua kekacauan ini”
Serkan menundukkan kepalanya dengan mengepalkan kedua tangannya
" Apa kau tidak merasa lelah? Dan Kenapa kau masih seperti ini? Mau sampai kapan kau seperti ini? Mungkin jika Safiye melihatmu saat ini, dia akan sangat marah padamu”
“ Ya, kau benar sekali..”
“ Berhentilah datang kemari seorang diri.. Cari kesibukan lain”
“ Aku tahu”
“ Tenang.. Apa kau takut aku akan mengadu pada bu Farrah prihal malam itu?”
Ucap Almira yang mencoba menggoda Serkan dengan mendorong bahu Serkan
“ Malam itu Berguzar menciumku secara sepihak. Aku tidak menyangka dia akan melakukan itu. Jika kau melihat kearah lain, Emre pun juga sedang berada dirumahku saat itu”
“ Kau. . . .tidak harus menjelaskannya padaku..”
“ Ya.. kau benar”
Senja kali ini terasa berbeda dengan senja lainnya.. Kami bisa berbincang bahkan bersenda gurau dengan tawa dan senyuman.. Namun kali ini kami dengan pandangan mata yang hanya menjurus pada bosphorus tanpa melihat satu sama lain.. Topik pembicaraan pun menghilang.. Suasana menjadi sangat kaku dan membuat kami bingung untuk apa yang sebaiknya dilakukan.. Apa sebenarnya yang terjadi baik padaku dan padanya? Tidak bisakah kami kembali seperti biasanya.. Sesekali aku melihat kearahnya, namun dia sama sekali tidak menghiraukanku.. Kembali terdiam tak terasa waktu berubah menjadi malam, cahaya lampu seakan mengalahkan gemilang bintang pada malam hari ini.. Aku harus segera kembali untuk mempersiapkan ujian sidang tesisku esok hari..
“ Apa kau masih mau disini?”
“ Ya”
“ Ada hal yang harus aku….”
“ Aku tahu.. Terima kasih..”
“ Almira..”
“ Ya?”
“ Semoga sukses dan berjalan lancar besok hari”
" Terima kasih.."
Mendengarnya berkata seperti itu ingin sekali aku duduk dan berbincang kembali dengannya. Tersadar akan semua ini pun membuatku memilih untuk diam dan berlalu pergi meninggalkannya. Sudah kuabaikan rasa sesak dihatiku ini, aku harus mulai terbiasa merasakan sesak dihati ini. Karena, merupakan kesalahanku sendiri tidak bisa mengunci hati ini untuk tidak berlari kearahnya.. Aku kembali menuju lobby apartment, ternyata kirey, lilian sudah menungguku diluar.. Aku menghampiri mereka dan entah mengapa mereka mengajakku untuk makan malam bersama.. Aku pun setuju dengan saran mereka saat ini, karena mungkin ini akan menjadi terakhir kalinya aku bisa menikmati makan malam bersama mereka dikota yang cantik ini.. Kami pun pergi dan menikmati makan malam kami dengan penuh tawa seolah melupakan masalah apa pun dibelakang kami..
…………………………….
Jujur aku merasa sangat gugup sekali hari ini.. Karena lilian dan kirey sedang ada perkuliahan, maka hazal dan ozge yang sudah seperti satpam penjagaku.. Biarpun aku menyuruh mereka untuk bersikap santai atau ke kantin kampus untuk menenangkan diri, mereka masih saja menolak.. Sepertinya mereka juga sedang mempersiapkan diri mereka dengan melihat ujian sidang tesisku hari ini.. Melihat hazal dan ozge yang panik sendiri membuat rasa gugup berubah menjadi tawa yang tak bisa kutahan.. Mereka memukul tanganku karena merasa kesal padaku.. Tak lama pintu ruanganpun terbuka dan terdengar namaku untuk masuk kedalam ruangan.. Hazal dan ozge menyemangatiku dan aku tentu akan berjuang sekuat tenagaku..
…………………………
“ Almira masih belum keluar? Kenapa dia memakan waktu begitu lama?"
Ucap Kirey serta Lilian dibelakangnya yang berlari dan berbicara pada Hazal dan Ozge menggunakan bahasa turki
“ Lilian.. kirey.. Penguji Almira adalah 3 orang Profesor yang terkenal disiplin dan sangat tegas."
Ucap Hazal menjelaskan
“ Apa? Betulkah?)
“ Semoga hasilnya memuaskan.."
Ucap Ozge yang seolah sedang berdoa
“ Yaa.."
__ADS_1
Lilian dan Kirey bersama sama ikut mendoakan Almira
Ujian sidang tesisku memang memakan waktu cukup lama terlebih karena para penguji sidang tesis mengetahui aku membuat jurnal akademik bersama onur bay sembari praktek dan lulus dengan mendapatkan sertifikat langsung dari pihak fakultas.. Setiap detail mereka tanyakan padaku dan aku pun mencoba menjawab setiap pertanyaan itu.. Saat selesai, aku menunggu hasil akhir untuk penilaian ujian sidang tesisku, dengan penuh rasa khawatir akan gagal atau penilaian buruk aku selalu berdoa.. Bahkan dengan adanya dukungan doa dan moril dari mama, papa, dan juga andre saat ini.. Dapat membuatku sedikit tenang..
Selesai istirahat siang, akhirnya penantian dari semua kerja kerasku pun terbayarkan.. Sungguh sangat diluar dugaan, predikat kelulusan Cum Laude atas namaku dengan IPK 3,9 berhasil kuraih.. Dengan kaki yang terasa bergetar dan titikan airmata seperti sudah tak terbendungkan lagi.. Hazal, ozge, Lilian, dan kirey yang melihat dan mendengar hasil pengumuman pun berteriak histeris dan memelukku hingga aku terasa sesak.. Tak kala kulihat lilian dan kirey pun bahkan sampai tersedu haru akan prestasi yang kudapatkan ini.. Lalu, hazal dan ozge memutuskan untuk mengadakan perayaan untuk di restaurant milik mete bay.. Aku pun tidak mungkin akan menolak tawaran mereka..
……………………
Terdapat tulisan papan kayu didepan restaurant yang memberikan informasi bahwa restaurant tutup lebih cepat hari ini.. Awalnya hazal dan ozge yang akan mentraktirku untuk makanan dan minuman hari ini.. Namun ketika mendengar kabar baik tentangku, Mete bey langsung meminta melimpahkan semua beban pembayaran padanya dan Ozcan hanim memanggil semua karyawan untuk menghias dengan dekorasi diteras belakang restaurant.. Semua tertawa dengan sangat bahagia.. Ditengah tengah canda tawa ini, tersadar aku berdiri ditempat pertama kali aku melihat Serkan terduduk termenung seorang diri ditempat duduk itu.. Pemandangan bosphorus pada malam hari ini pun terlihat sungguh sangat indah.. Apa dia akan datang kemari nanti? Sudahlah mir, apa yang kau pikirkan! Hentikanlah.. Saat sedang berbicara dalam hati seorang diri, lilian dan kirey memanggilku..
“ Emre? Hammet? Kalian sudah disini dari tadi? Tunggu.. Apa bunga yang berada ditangan kalian itu.. Untukku? Ayolah.. Tidakkah berlebihan..??”
“ Tentu saja tidak. Untukmu.. Selamat Almira”
Ucap Emre yang menyerahkan bunga itu padanya
“ Selamat atas kelulusannya Almira.."
Ucap Hammet menggunakan bahasa turki
“ Terima kasih banyak Hammet.."
“ Mir.. Coba lihat apa yang ada dalam kotak itu..”
“ Apa? Siapa yang memberinya? Apa kotak besar itu untuk ku?”
“ Ya.. Bukalah..”
" Kenapa kotak ini sebesar ini? Apa kalian membuang banyak uang untukku??"
" Bukan kami. Bukalah agar kau tahu siapa yang memberinya.."
Aku berjalan menuju meja dan menyentuh kotak besar dengan hiasan pita merah muda diatasnya.. Siapa yang mengirimkan ini? Begitu ku buka, aku pun terkejut melihat isi dari kotak itu.. Sebuah Tablet versi terbaru.. Bukankah ini mahal? Lalu disampingnya terdapat sebuah jam tangan yang dapat terhubung langsung dengan handphone.. Terakhir pada bagian bawah kotak terdapat laptop dimana fiturnya sudah sangat modern.. Dibagian ujung kotak itu, terdapat bungkusan kembali dengan hiasan bunga di atasnya, terbukalah sebuah Kemeja brukat mahal dengan hiasan renda manis yang melingkar. Dengan wajah penuh terkejut aku mengarahkan pandanganku pada mereka semua.. Mulai dari ujung kulihat mete bey hingga keujung kembali tempat hammet berdiri mereka mengakui bahwa itu bukan dari mereka.. Dan dengan tiba tiba, Emre melangkah maju dengan memberiku 1 buket bunga kembali dengan kartu ucapan yang terlihat indah di atasnya..
Selamat untuk kelulusanmu. Aku tahu kau akan mendapatkan hasil yang membanggakan. Semoga kau menemukan apa yang kau cari. Almira, bahagialah selalu. - Serkan-
Ini semua dia yang menyiapkannya? Untukku? Aku bertanya kepada emre, kemana dia? Apa dia tidak akan datang kemari? Kemudian emre menjelaskan ada urusan mendadak yang sangat penting dikantor sehingga Serkan bersama beberapa direktur harus pergi keluar kota selama beberapa hari.. Lalu kutanyakan kembali, beberapa hari itu kira kira berapa lama? Emre pun menjawab setidaknya Serkan pergi tidak lebih dari satu minggu.. Namun 4 hari lagi adalah jadwal kepulanganku kembali ke Indonesia, apa itu berarti aku tidak bisa menemuinya terakhir kali? Semua merasa bahagia pada malam ini begitu pun aku, tapi tidak dapat kupungkuri bahwa aku menjadi merasa sedikit kecewa..
…………………….
Tak terasa waktu kepulanganku pun tiba.. Pukul 10.00 pagi aku akan pulang kembali menuju Indonesia.. Semalam kembali aku berpamitan pada Pak Mete dan juga Kak ozcan .. Kak Ozcan dengan sedih memberiku sebuah hadiah berupa pulpen tinta yang terlihat mahal dan menyuruhku untuk menggunakannya hanya untuk saat terpenting dalam hidupku.. Dia pun langsung memelukku begitu juga aku yang membalas pelukannya.. Pagi hari ini, Lilian dan kirey lah yang mengantarkanku kebandara..
" Jangan menangis! Kalian sudah berjanji"
Ucap Almira yang melepaskan pelukan Lilian dan Kirey
" Kenapa 3 tahun terasa cepat berlalu?"
" Ingatlah akan janji kita bertiga nanti Almira. Kau harus menepatinya nanti disaat kami lulus"
Ucap Lilian dan Kirey yang memengang tangan Almira
" Aku tahu.. Semoga tesis kalian pun berjalan lancar.."
" Kami akan sangat merinduikanmu, Apartment nanti pasti akan terasa sepi, terlebih saat kami melewati kamarmu yang.. Ko.. Song"
Lilian yang akhirnya menangis
" Emre dan Hammet berkata Maaf tidak bisa kemari karena ada pekerjaan yang.."
Ucap Kirey menjelaskan pada Almira
" Aku tahu, aku tahu.. Sudah waktunya, aku pergi sekarang ya.. Bisa ketinggalan pesawat jika lebih lama"
" Hubungi kami mir! Jangan lupa!
" Aku tahu..Aku pergi dulu"
Almira yang mengambil tasnya dan berlalu pergi dengan melambaikan tangannya
Janji akan bertemu kembali setelah mereka lulus di Jakarta.. Bahkan dengan detail memberikan alamat atau apa pun lainnya satu sama lain. Air mata ini yang tak terasa terjatuh dengan senyuman perpisahan disaat aku harus meninggalkan kota yang indah ini, mengingat semua kenanganku selama disini.. Dapatkah suatu saat aku kembali kemari, mengambil bagian Hatiku yang terbelah dan terjatuh ditangan seseorang yang kutahu tangan itu tidak dapat merengkuhnya...
__ADS_1