
Jalan lurus kian berliku dengan kehadiran sesosok wanita dengan paras penuh kasih sayang yang sangat ingin kuhindari. Terdiam tak berubah gerak sedikit pun, tatapannya semakin mengarah tajam padaku yang sampai saat ini hanya bisa terus menundukkan sedikit kepalaku merasa semua semakin terasa berat untuk dilalui.. Rangkulan penuh cinta yang selalu ingin kurasakan seketika berubah menjadi tangisan yang tidak ingin kulakukan dikala hati ini merasa bahagia dan penuh rasa syukur akan hadirnya penerimaan untuk diriku yang dikatakan masih jauh bahkan amat jauh dari kata sempurna.
Rangkulan yang berujung pelukan seolah tidak merasa ketakutan sedikit pun dapat terasa jelas olehku bahkan jika aku melakukan penolakan hebat pun, wanita berparas cantik ini akan semakin keras untuk menggenggam tanganku didalam pelukannya.. Hanya tertunduk malu tak sanggup untuk berkata, akhirnya suasana semakin terasa seperti kabut asap yang menyelimuti disaat pria yang ingin kuhindari justru terbawa semakin dekat dan dalam masuk ke dalam kehidupanku yang kutahu, mungkin waktu hidupku tidak akan selama yang aku pikirkan..
Tatapan mata diwajahnya yang tampan semakin menusuk hati disaat ibunya melepaskan pelukannya padaku dan membiarkannya untuk berjalan semakin dekat kearahku hingga saat ini, aku dapat dengan jelas melihat wajahnya yang hanya berjarak tidak lebih dari 1 meter memberikan suguhan pertanyaan dan pernyataan agar dapat kuterima dihadapan mereka semua..
“ Jadi, bagaimana keputusanmu?”
Ucap Serkan kepada Almira dengan wajah penuh serius
“ Sejak kapan kau ke indonesia?. . . . Apa kau sadar atas semua yang kau lakukan ini? Untuk apa Serkan?”
Almira yang bertanya dengan mulai menitikkan air matanya tanpa dia sadari
“ Untukmu.”
“ Apa? . . . . Serkan, kehadiranku kemari bukan untuk me..”
“ Aku tahu Almira. Aku juga tidak memaksamu untuk menerimaku. Terlebih dengan ibuku disini yang berharap aku melamarmu saat ini.”
Serkan memalingkan pandangan kepada ibunya yang sedang menatap Almira
“ Hentikan. Jangan membuatku semakin merasa bersalah dihadapan semua orang!”
“ Kau kesal? Bagus. Jadi, aku pun memiliki hak untuk melakukan hal yang sama dengan yang kau lakukan padaku.”
“ Kau sengaja melakukan semua ini, bukan begitu?”
“ Ya Almira. 2 tahun lebih aku bersabar bahkan rela melakukan pertunangan konyol dengan wanita yang entah siapa tiba tiba masuk melintas dihidupku. Berharap aku melihatmu bahagia atau memang kau tidak mempunyai perasaan yang sama denganku! Tapi, kau benar benar membuat kesabaranku menipis.”
“ Sebentar lagi aku akan kembali ke Indonesia dan tidak akan kembali lagi kemari.”
“ Tidak masalah, bukankah kau juga tahu rumahku, keluargaku, termasuk aku sendiri pun memiliki beberapa hubungan bisnis di Indonesia? Jadi berhentilah membuat alasan!.”
Tatapan Serkan semakin terlihat kesal mengarah kepada Almira
Tarikan tangan dari orang tercinta yang menjauhkannya dariku seraya untuk berbincang dengannya tanpa kehadiranku pun akhirnya dapat membuatku bernafas walau hanya sekejap.. Bu Farrah terlihat menarik Serkan menuju suatu ruangan dimana Emre dan Lilian pun berjalan masuk mengikuti mereka dari belakang, sedangkan Kirey dan Hammet berusaha untuk menenangkanku yang entah mengapa, air mata ini tidak bisa terhentikan walau aku mencoba untuk mengalihkan pandangan dan pikiranku. Namun tiba tiba handphoneku berbunyi dengan panggilan tugas kembali yang mengharuskanku untuk segera kembali ke Rumah Sakit dan terdengar seperti keadaan darurat.
“ Almira? Kau kamu kemana?”
Kirey tiba tiba menarik tangan Almira yang terlihat sedang tergesah gesah mengambil tasnya
“ Aku harus segera kembali ke Rumah Sakit, sepertinya Berguzar.. Dia...”
Almira tiba tiba terdiam saat mengatakan namanya dihadapan Kirey dan Hammet
“ APA? BERGUZAR? ATAS URUSAN APA DIA DENGAN RUMAH SAKIT TEMPATMU BEKERJA?”
Kirey yang terlihat kesal merasa tidak terima dengan menarik tangan Almira meminta penjelasan
“ Jujur aku pun terkejut, karena baru siang tadi dia menjadi Pasien di Rumah sakit..”
“ APA? PASIEN?”
“ Akan aku jelaskan pada kalian semua nanti, tapi aku benar benar harus segera pergi sekarang.. Sampaikan permohonan maafku pada Bu Farrah..”
Almira menarik tangannya dan langsung berlari keluar menuju mobilnya
“ Apa? Tunggu dulu Almira.. ALMIRA TUNGGU!! . . . . LILIAN, SERKAN, EMET!!”
Kirey yang langsung berlari menghampiri mereka untuk memberitahukan tentang Almira
Meskipun aku sangat tidak ingin untuk datang dan menangani kasus ini, namun terlepas dari itu semua.. Tersadar akan tanggung jawab yang berada di pundakku, aku pun segera lekas berlari menuju kendaraan dan dengan kecepatan secepat yang kubisa untuk segera kembali menuju Rumah sakit. Sesampainya dirumah sakit, entah mengapa suasana terlihat begitu mencengkam dimana terlihat mobil sedan mewah berwarna hitam terparkir dengan sangat rapi di pelataran Lobby masuk Utama pintu Rumah sakit.. Para pria bertubuh tinggi dengan muka tak berekpresi seolah siap untuk menerima pukulan atau tendangan pada tubuh mereka masing masing.
__ADS_1
Mengalihkan pandanganku berlari masuk sembari mengenakan kembali jubah putihku, aku segera berlari menuju lantai 7 tempat dimana ruangan Berguzar berada.. Tidak seperti dibawah, diatas ini terlihat lebih tenang namun amat sangat sepi sekali seolah tak berpenghuni.. Kemana perginya semua orang?. Berjalan dengan kokoh, akhirnya terlihat pada belokan menuju ruangan VVIP milik Berguzar, beberapa perawat terlihat ketakutan bahkan beberapa Dokter pun seolah berjalan mundur bingung harus melakukan apa pada saat ini..
“ Dokter Almira, aku sarankan kau untuk tidak masuk kedalam ruangan.. Karena Pak Turan pun terlihat tidak bisa menangani keadaan.”
Ucap salah satu rekan Dokter kepada Almira dengan sedikit berbisik berbahasa Turki
“ Ada apa? Apa yang sebenarnya terjadi?”
Almira yang kebingungan bertanya kembali dengan bahasa Turki
“ Suami Pasien datang kemari dan mengatakan bahwa Pasien itu harus keluar dari Rumah sakit saat ini juga karena sudah ada Dokter Pribadi di Rumah yang akan mengurusnya..”
Mendengar pernyataan darinya, akhirnya pikiranku pun bercabang akan apa yang sedang dilakukan Berguzar disini, mengingat jarak tempuh dari Ibu kota Istanbul yang memerlukan jarak hingga 1 jam lebih untuk datang kemari, dan kenapa dia memilih Rumah sakit ini? Bukankah daerah sini sebelumnya dikatakan terjadi Pemberontakan.. Tunggu dulu, apa yang dimaksud Pemberontakan disini adalah keluarganya yang bermasalah dengan pihak lain yang menyebabkan perkelahian, mengingat Keluarga Berguzar merupakan orang ternama dengan kedudukan yang bukan hanya sekedar warga biasa..
Tersadar akan Pria yang menjadi Suaminya kini, aku pun penasaran akan sosok Pria yang menikah dengan Berguzar, terlebih dengan masa lalunya yang setiap orang kini sudah mengetahuinya bahkan tersebar luas.. Namun kembali memberanikan diriku, aku berjalan sekuat hati ini untuk melangkah dan tanpa sadar kini aku berdiri tepat dihadapan mereka semua yang terlihat sedang beradu argumen dengan kemarahan yang memuncak dari kedua belah pihak, yaitu pihak keluarga Berguzar dan suaminya.
“ Selamat malam semua.. Ada apa ini?”
Ucap Almira berbahasa Turki berjalan memasuki Ruangan dan berdiri ditengah ruangan
“ Siapa Dokter ini? Berani sekali dia masuk kemari?!”
Ucap Suami Berguzar dengan Nada Kesal
“ Dialah salah satu Dokter yang bertanggung jawab atas Istri anda.. Selain mengobatik Luka eksternal istri anda, Psikologis istri anda adalah tanggung jawabnya..”
Turan yang mencoba menjelaskan kepada Suami Berguzar
“ Wanita yang terlihat Lemah ini? AAHAHAHAA. . . . Katakan Dokter, menurutmu bagaimana kondisi istriku saat ini?”
Ucap Suami Berguzar dengan nada dan tatapan penuh menghina
“ Anda serius Pak?. . . Namun, sebelum itu aku harus menanyakan pendapat Nona Berguzar terlebih dahulu.. Apakah dia mengijinkan atau ti..”
“ DIA ADALAH ISTRIKU!! JADI SEMUA MENGENAINYA ADALAH HAK DAN TANGGUNG JAWABKU!!”
“. . . . . . . . . . .”
Almira yang hanya terdiam mendengar perkataan Suami Berguzar sembari menatapnya
“ Kenapa kau menatapnya? Tidakkah kau dengar apa yang kukatakan? AKU ADALAH SUAMINYA, DASAR KAU DOKTER TIDAK BERGU..”
Suami tersebut mengangkat tangannya mencoba menampar Almira
#SRAAAKKKK #BRUUAAKKKK
Suara tangkisan tangan dengan berujung tersungkurnya Suami Berguzar dilantai
“ Jangan pernah berani menyentuhnya.”
Serkan yang tiba tiba berdiri dihadapan Almira, memukul wajah Suami Berguzar
“ Serkan....”
Ucap Berguzar yang terkejut melihat kehadiran Serkan
" Serkan? Ada apa kau datang kemari?"
Ucap Almira yang juga terkejut melihat Serkan tiba tiba berdiri dihadapannya
“ Ada apa ini Almira? Kenapa dia bisa menjadi Pasienmu?”
Serkan yang langsung berbalik menghadap Almira tanpa memperdulikan perkataan Berguzar
__ADS_1
“ Aku juga ti..”
“ AHAHAHAHAAA.. Serkan? Serkan Emuler?. . . Apa kau ingat aku?”
Ucap Suami Berguzar yang mencoba untuk berdiri kembali
“ Apa maksudmu? Apa aku mengenalmu?”
Ucap Serkan yang membalikkan tubuhnya dan menatap Suami Berguzar
“ Aaahhh, ternyata kau sudah lupa? Baiklah, aku bantu kau mengingat.. Bagaimana kita mulai dengan Mobil BMW Sport Hitam dengan SUV Audi berwarna Merah? Apa kau ingat?”
“ Apa, kau bilang?”
“ Masih perlu kubantu mengingat Serkan? Baiklah, bagaimana jika SUV Audi merah yang menabrak mobil BMW hingga terhempas terjatuh kedalam jurang?”
“. . . . . . . .”
Serkan yang terdiam mendengar perkataan Suami Berguzar
“ Baiklah, aku bantu memberi satu point kembali agar kau mengingatku.. Kulihat seorang gadis muda terhempas keluar dari mobil itu dan berusaha meminta tolong karena kau sepertinya sudah tidak sadarkan diri didalam mobil BMW itu.. Sungguh tragis sekali bukan?”
“ Kau, Damien?”
Serkan terlihat begitu kesal hingga kedua tangannya mengepal dengan terlihat getaran dari kepalan itu seolah dengan sekejap Serkan berlari kearahnya dan memberikan pukulan kembali kepada Pria itu yang entah bagaimana begitu mengingat kejadian kecelakaan mobil yang dialami Serkan bersama Adiknya hingga menyebabkan kematian adiknya dan kondisi Serkan yang memburuk. Namun Mendengar penjelasannya barusan, terdengar jelas seolah dia bagai berada disana dan menyaksikan dengan kedua kepalanya sendiri kejadian yang menyedihkan itu..
Tersadar akan Serkan yang masih mencoba untuk menahan emosinya, entah mengapa tangan ini terulur dengan menggenggam salah satu tangannya hingga Serkan memberikan reaksi yang tidak kubayangkan sebelumnya dengan berbalik dan menatap wajahku secara tiba tiba. Melihat wajahnya yang memerah dikulit putihnya, semakin terlihat jelas amarah yang ditujukannya yang siap untuk meledak begitu saja saat tuas pengaman terlepas. Dengan tatapan mata dan berbagai mulut yang berada diruangan ini, aku berusaha memberikan isyarat pada Serkan untuk mengontrol emosinya dan akhirnya menggandeng salah satu tangannya untuk berdiri dekat denganku.
“ Dokter itukah wanitamu sekarang? Kenapa? Kau sudah tidak tertarik kepada istriku lagi?”
“ Hentikan Damien sebelum aku kehilangan kesabaranku!”
Serkan mulai tersulut emosi dengan membalikkan tubuhnya namun berhasil ditarik kembali oleh Almira
“ Ada apa Dokter? Almira? Namamu Almira? Akan aku ingat itu. Jadi, Dokter Almira seperti perkataanku sebelumnya.. Katakan padaku, bagaimana kondisi istriku saat ini?”
“ Baiklah, akan aku jelaskan padamu bagaimana kondisi istrimu saat ini. Terdapat luka cekik di leher istri anda, pada bagian perut dan kaki kanannya terdapat Luka lebam seolah akibat dari tendangan keras, yang lebih terlihat jelas bukankah terdapat luka pukulan diwajahnya sehingga Bibirnya terobek dan pelipis matanya juga terlihat lebam?”
“ Lalu, menurutmu siapa yang melakukan itu padanya?”
Ucap Damien dengan menunjuk kepada Berguzar yang terlihat ketakutan
“ Hanya orang bodoh yang masih memerlukan penjelasan atau pertanyaan seperti ini lagi.”
“ KAU!! BERANI SEKALI!!”
#BHUAAKKK #BHUAAKKK #BHUAAKKK #BRAAKKKK #PRAANGGGG
Suara pukulan yang dilakukan Serkan kepada Damien yang berujung terdorongnya Damien keatas meja kaca hingga terpecah
“ Bukankah sudah kukatakan, jangan pernah menyentuhnya?!”
Ucap Serkan dengan raut wajah penuh dendam yan berdiri gagah dihadapan Damien
“ Serkan hentikan! SERKAN!!”
Almira menarik tangan Serkan untuk menjauhkannya dari Damien
“ Kau pikir aku takut padamu? Aku tidak perduli meski pun saat ini aku sedang berada di Rumah sakit! KEMARI KAU SERKAN!!”
Damien yang berdiri mencoba berlari kearah Serkan dengan membawa Vas kaca bunga dari atas meja yang pecah
“ HENTIKAANNNN.....!!”
__ADS_1
Teriak Berguzar dengan histeris
Kondisi apakah ini? Kenapa jadi seperti ini? Apa yang harus aku lakukan sekarang, kenapa aku menjadi semakin terikat dalam hubungan ini? Disaat takdir mencoba mempermainkan kita, haruskah kita mengikuti arus permainannya atau menolak takdir dengan berlari sekuat tenaga untuk menghindar?. Namun, jika aku melakukan itu, apakah semua akan kembali normal seperti awal? Serkan, hubungan apa yang sebenarnya terpaut diantara kita hingga kita mengalami hal seperti ini?