
“ KAK MIRAAA.. MA! PA! KAKAK PULANGGG..”
Ucap Andre yang melihat keluar jendela saat pintu parag terbuka
“ Almira.. Anakku..”
Ucap sang ibu yang berlari keluar menyambut Almira diikuti sang ayah di belakangnnya
“ Mama.. Papa.. mira pulang..”
Mama dan papa menangis begitu melihatku.. Haru, tawa, bersatu mengingat kepergianku selama 3 tahun terakhir. Aku mencium tangan dan bersimpuh dikedua kakinya yang terlihat mereka begitu mengkhawatirkanku. Aku kemudian mengeluarkan 2 sertifikat yang kudapatkan dari Onur bey, serta piagam penghargaan sebagai lulusan terbaik dan dengan IPK Cum Laude. Tangisan mereka pun betul betul sudah tak terbendung lagi meskipun aku mencoba untuk menenangkan mereka.. Mereka mengusap kepalaku dengan lembut disertai doa doa yang sangat menenangkan hatiku.. Saat kami semua selesai melepas rindu dan merasa lebih tenang, mereka menyuruh andre untuk membantuku membawa barang barangku kembali kedalam kamarku untuk beristirahat..
Entah hanya keinginanku ataukah hanya perasaanku saja, kenapa aku sangat merindukan kamarku saat di istanbul. Terasa keheningan dan kekosongan mengisi hatiku saat ini, bahkan jam dinding yang terpajang ini terlihat sangat berbeda. Berjalan masuk memasuki kamar ku saat ini, baru kusadari bahwa kamar ini terasa sangat luas. Terduduk termenung memandang sekitarku mengingat hari sebelum keberangkatanku saat itu, yang ingin sekali kuulangi kembali. Saat ini waktu menunjukan pukul 00.45 malam.. Karena indonesia memiliki waktu yang lebih cepat 4 jam dari turki jadi disana baru jam 21.45 malam, mungkin mereka berdua belum tidur.. Kemudian aku secara langsung mengambil handphone untuk mencoba menghubungi lilian dengan menggunakan aplikasi yang bisa menghubungkan kami.. Namun pemandangan yang kulihat saat panggilan ini tersambut, membuatku bersedih..
“ Sedang apa kalian di kamarku?”
“ Mira.. Saat kami kembali kemari, kami merasa seolah kau masih disini dan tak menyangka bahwa kau sudah pulang.. Kau meninggalkan buku catatan kecilmu dimeja..”
“ Dilemari kulihat kau juga lupa membawa scraft milikmu..”
“ Apa kau ingat diwaktu kosong pada jam ini biasanya kita menonton film horor bersama..”
“ Mira.. kembalilah kesini.. Kami sangat kesepian..”
Ucap Lilian dan Kirey bergantian
“ Kalian membuatku jadi ikut menangis.. Berhentilah menangis dan segeralah lulus. Bukankah kita berjanji akan bertemu di jakarta?”
“ Tentu mir.. Tapi siapa yang membantu kami saat kami merasa bingung? Apartment ini tiba tiba terasa sepi mir....”
“ Aku tadi seperti melihatmu keluar kamar dengan memakai piyama yang biasa kau gunakan dengan membawa lembaran kertas ditanganmu menuju dapur.. Biasanya d ijam ini kau selalu membuat susu hangat..”
“ Hentikan kalian berdua.. Kalian membuatku menjadi semakin sedih..”
“ MIRAAA....”
Kami bertiga menangis tersedu malam ini, hingga akhirnya kami merasa lelah sendiri.. Kami terdiam untuk beberapa saat dan tidak ada niat baikku atau mereka untuk menutup panggilan ini.. Akhirnya kami melanjutkan berbincang hingga tak terasa waktu berputar cepat dan kami semua tertidur dengan handphone yang masih terhubung saat melakukan panggilan video. Memikirkan seakan aku masih berada di kota indah itu, aku pun sangat merindukan mereka, dan juga semua yang berada di kota yang indah itu.. Serta... Bagaimana kabarnya? Bolehkah aku juga menghubunginya?
............................
“ Kak... Kak mira.. KAK MIRA!! BANGUN!!”
Ucap Andre yang dengan sedikit kesal
“ Kenapa susah sekali untukku mendapatkan ketenangan??”
Almira yang terbangun dan langsung terduduk
“ Lihat ka.. Ini proposal yang Andre buat..”
“ Proposal?? Untuk apa?”
“ Katanya Ka Mira mau membiayai usaha kecilku jika aku membuat rinciannya.. Kau lupa ka?”
“ Aahh.. Studio foto?”
“ Ya.. Tapi konsepku berbeda dari studio foto lainnya ka.. Lihatlah..”
Aku melihat dan mendengar proposal yang diajukan oleh andre.. Tanpa disadari dengan kepergianku selama 3 tahun merubahnya menjadi lebih mandiri dan juga sudah bisa membantu papa dan mama.. Proposal yang diajukan andre ternyata lumayan menarik dengan konsep yang tidak terlalu muluk muluk.. Aku pikir di jaman era digital seperti ini, pasti usahanya akan maju tanpa harus melakukan publikasi secara besar besaran yang mengeluarkan uang banyak. Aku pun akhirnya menyuruh andre untuk mencari tempat dimana dia akan memulai usahanya itu.. Tapi ternyata andre juga sudah memiliki tempat rekomendasi dan memintaku untuk pergi melihat bersamanya..
Saat selesai bersiap dan menuju lantai bawah, mama tiba tiba memanggilku kekamar.. Ternyata mama dan papa memberitahukan juga bahwa akan membuka usaha bisnis kuliner di masa pensiunnya ini.. Aku yang mendengar setuju dengan pendapat mereka, lalu andre masuk ke kamar dan memberitahu bahwa tempat usaha yang akan didirikannya tidak jauh dari tempat makan yang didirikan oleh mama papa.. Mendengar itu semua membuatku tenang sehingga dengan waktu yang tidak begitu lama aku bisa mulai merintis karierku..
Setelah memohon pamit kepada mama dan papa, andre langsung menarikku menuju mobil dengan tidak sabarnya.. Kami pun berkendara menuju lokasi yang dituju.. Saat dalam perjalanan andre menjelaskan bahwa dari hasil uang pensiun papa tahun lalu, papa dan mama langsung membeli tanah dan bangunan 2 lantai.. Untuk lantai pertama akan digunakan untuk papa sebagai tempat makan karena memiliki teras halaman belakang yang lumayan luas dan dilantai 2 akan menjadi toko kue milik mama.. Mendengarnya jujur aku sedikit meragukan ide itu, tapi kita lihat dulu bagaimana kondisi tempat dan lokasi yang mereka maksudkan.. Lalu setelah sampai...
“ Andre.. Kemarilah.”
Ucap Almira dengan menundukkan kepalanya menahan kesal
“ Yaa ka?”
Andre yang menghampiri dengan wajah tanpa dosa
“ Siapa yang mendesain tempat ini?”
“ Tentu saja aku! Dengan otakku ini semua masalah terselesaikan..”
“ Dengan otakmu?”
Almira menjadi semakin merasa kesal
__ADS_1
“ Yaa.. Lak mira tidak melihat betapa luas dan besar bangunan dan tanah ini?”
“ Bukan itu yang kumaksud, tapi DEKORASI andre.. DEKORASI!!”
“ Memang ada yang salah?”
Andre yang melihat ke kanan, kiri, atas, dan bawah
“ Coba sini.. Sini sebentar.. Lebih dekat.. BERIKAN OTAKMU ITU PADAKU!!!”
Almira yang menarik leher Andre dan memintir kepalanya
“ Ouuw!! OOOWW kak sakit!! Kenapa kau memitir kepalaku??”
“ Apa yang ada diotakmu itu? Kenapa kau bisa diterima berkuliah?!”
“ Memangnyaa kenapa ka?? ”
“ Apa kau mau merubah tempat ini menjadi tempat prostitusi? Lalu mana papan bannernya?”
“ Laahh itu apa ka??”
“ ITU PAPAN PENUNJUK ARAH ANDRE!!”
“ Yaa.. Dengan tulisan *jangan menoleh kesebelah kiri* apa kakak tidak tahu itu daya tarik marketing?”
“ Lalu setelah orang menoleh kemari, apa yang mereka lihat? Apa mereka akan pijat pluss pluss atau ke tempat prostitusi?”
“ Bagian mananya si kak, andre berusaha menggunakan otak jeniusku untuk...”
“ BERIKAN OTAKMU ITU!!”
Almira semakin merasa kesal mencoba untuk memukul Andre
“ Aampuun kak.. Yaa..yaa maaf kaa.. kak miraaaa....!! MAMA PAPA!!!”
Andre berlari dengan sangat kencang hingga aku tidak bisa mengejarnya.. Aku berjalan kembali menuju lokasi tempat bangunan itu dan membaca rincian dan semua detail tentang siapa dan apa saja yang melakukan renovasi.. Aku mencoba menghubungi mereka kembali dan bernegosiasi untuk melakukan renovasi. Setelah mencoba untuk berdiskusi dan banding harga hingga menyetujui, akhirnya lusa tempat ini akan di renovasi ulang.. Entah apa yang ada dipikiran anak itu! Apa anak jurusan fakultas komunikasi memang seperti ini? Bersyukur sebelum tempat ini beroperasi dan dibuka untuk umum, aku bisa mendesain ulang dengan renovasi yang baik, karena semua uang pensiun papa dilimpahkan semua untuk mendirikan usaha ini.. Jadi aku mencoba terbaik yang bisa kulakukan.. Kenapa ada saja hal hal yang tiba tiba datang menghalangiku saat aku mau memulai karierku? Tak lama aku bergumam dan merasa sedikit kesal dalam hati, handphone ku berbunyi oleh panggilan yang tidak ku kenal..
“ Halo.. Maaf ini dengan siapa?”
“ Saudari Almira Baseera?”
“ Apa betul anda mengirimkan resume anda ke rumah sakit kami seminggu yang lalu?”
“ Resume? Ahh, Rumah sakit Helsaid.. Tunggu, Maaf.. Apa ini dari Rumah Sakit Helsaid?”
“ Ya betul.. Apa anda mempunyai waktu untuk melakukan wawancara?”
“ Apa? Kapan pun pak..”
“ Baik, kalau begitu saya jadwalkan anda Lusa pada pukul 10 pagi. Bagaimana?”
“ Tentu. Baik pak.”
“ Terima kasih atas waktunya, selamat beraktivitas kembali”
Apa benar yang kudengar kali ini? Sebelum aku kembali ke indonesia, aku memang mencoba mencari lowongan pekerjaan dan mengurumkan resume ku ke 4 tempat yang menurutku mempunyai prospek sangat baik untukku.. Namun aku tidak menyangka, ternyata rumah sakit terbaik dikota ini mau memintaku untuk melakukan wawancara? Jujur aku mengirimkan resume ku pada rumah sakit ini dengan sedikit skeptis bahwa aku akan dipanggil oleh mereka.. Tenang almira, belum tentu kau diterima kan.. Tapi entah mengapa rasa bahagiaku meluap sehingga saat andre mendekatiku, aku memeluknya dengan tawa diwajahku.. Terlihat aneh, heran, bahkan takut dari gerak gerik andre saat ini yang mempertanyakan apakah aku waras atau tidak..
Aku biarkan andre yang mengemudikan mobil kali ini agar aku bisa mengabari lilian dan kirey.. Mereka pun langsung membalas pesanku dengan dorongan selamat dan doa mereka padaku.. Baiklah banyak sekali yang harus kulakukan saat ini.. Begitu sampai dirumah aku kembali mengabari mama dan papa untuk memberitahukan kabar ini.. Mereka pun terharu dan seperti biasa doa doa merekalah yang sangat kunantikan untuk kudengar.. Menjelang malam aku menjelaskan bagaimana renovasi untuk tempat makan dan toko kue nantinya.. Mama dan papa pun mendengarkanku dengan serius lalu akhirnya menyerahkan semuanya padaku.. Andre yang merasa bersalah, berdiri dengan membawa kertas proposal miliknya ditangannya dengan tatapan memelas.. Akhirnya aku kalah dan menerima proposan milik andre.. Seperti artis profesional, expresi anak ini langsung berubah 100%..
....................
“ Pak indra.. Senang bertemu anda, saya Almira.. Maaf, saya meminta bantuan anda kembali karena sepertinya Andre melakukan kesalahan desain dan dekorasi disini..”
“ Tidak apa apa.. Sudah tugas saya.. Jadi silahkan untuk menjelaskan..”
“Baik.. Andre kemarilah.. Kakak hanya akan menjelaskan satu kali karena besok kau akan mengambil alih.. Dengarkan dan perhatikan baik baik..”
“ Oke kak”
Aku menjelaskan rincian dan bagaimana tempat ini akan melakukan perombakan ulang.. Pak indra sudah sangat mengerti maksudku dan langsung menghubungi team nya.. Proses pengerjaan pun akan dimulai besok hari dan andre yang akan memantau perkembangannya.. Saat ini pak indra dengan beberapa teamnya mengerjakan apa yang bisa mereka kerjakan untuk mempersingkat waktu perombakan.. Aku dan andre pun mencoba untuk membantu sebisa kami..
Saat istrahat siang andre memohon ijin pamit padaku dan berkata akan kembali dalam setengah jam.. Mau kemana anak itu dengan membawa mobil dan hanya setengah jam dia pergi? Seolah tidak mau ambil pusing aku berjalan mencari tempat makan pada siang hari ini.. Lalu diujung belokan terdapat warung makan dan aku pun segera berjalan kesana karena sangat lapar.. Namun begitu aku akan sampai, mobil yang dikendarai oleh andre lewat dan berhenti disebuah tempat diseberang jalan tempatku berdiri.. Lalu terlihat seorang wanita turun dari mobil itu dan melambai padanya.. Tunggu dulu, anak itu sudah punya pacar? apa dia menyempatkan diri untuk pergi berkencan? Sesampainya kembali, andre mengembalikan kunci mobil padaku dengan senyuman indah diwajahnya..
“ Pergi kemana tadi dree?”
Ucap Almira yang terduduk sembari memainkan Handphonenya
“ Aaah.. Sobatku si Hendra kak.. Dia mau meminjam data kuliah dari flashdisk yang ada padaku”
__ADS_1
“ Hendra??”
Almira menaruh Handphonenya diatas meja dan menatap Andre serius
“ Yaa.. Kakak kenalkan? Sobatku Hendra yang dari SMA suka main kerumah..”
“ Tentu saja.. Tapi kakak baru tahu sekarang rambut Hendra panjang terlebih apa dia keriting rambutnya? Apa dia juga memakai make up? Aaahhhh.. Rok.. Rok warna tosca sangat cantik dia pakai yaa”
“Kaa.. Kakak melihatnya?”
Andre yang terkejut mendengar Almira berbicara
“ Hmmm...!! Dan kau tidak perlu menjelaskannya pada kakak.. Jika kau serius kenalkan saja pada kami semua”
“ Ya kak.. Nanti akan kubawa dia kerumah..”
“ Kakak sebenarnya mau menanyakan tentang studio fotomu, itu apa benar benar akan menyatu dihalaman teras samping Restaurant Papa?"
“ Yaa!! Bisa kakak bayangkan, dengan halaman seluas itu, ada fasilitas mini studio dimana Andre yang akan jadi Photographernya”
Andre yang mencoba menghayal dengan memperagakan beberapa gerakan
“ Itu cita citamu? Kau sangat manyukai hal berbau camera??”
“ Yaa, Makanya aku meminta bantuanmu kak. Kau juga tahu harga camera dan lain lainnya berapa”
Andre yang tertunduk mencoba bersikap manja
“ Lalu apa nama untuk studio fotomu nanti?”
“ ROCKING SOUL FLUFFY”
“ Ap, apa? Ulangi lagi? Fluf apa??”
“ Rocking soul fluffy.. jadi artinya jiwa metal yang menggemaskan.. Sudah kubilang otakku ini....”
“ Otak?? Otak mu benar benar..!! Sini dree.. Sini cepet!!”
Almira yang langsung berdiri dan mengejar Andre
“ Ga mau! Terakhir kakak melintir kepalaku.. Aahhh jujur aja kakak iri kan gara gara kesepian tidak ada pasangan sedangkan aku sudah punya ??”
Andre yang mencoba meledek Almira dengan bertingkah seperti anak kecil
“ APA?? SINI KAU DREE..!! ANDRE!!!”
...............................
Pagi menyambut kembali dan dengan tergesah gesah aku bersiap siap untuk segera pergi kerumah sakit.. Tercium wangi yang sangat harum dari arah dapur\, aku berjalan dan duduk dimeja makan.. Ternyata mama sudah menyiapkan makanan untukku.. Tapi kemana semua orang? Tak lama andre mengirimkanku pesan *Kak mira maaf kami pergi saat kakak sedang mandi.. Tiba tiba papa dan mama mau lihat ke lokasi pembangunan sekalian berbincang dengan pak indra. Semoga sukses hari ini kak* Aku menyantap makananku dengan sangat lahap karena aku memerlukan energi untukku bertarung demi masa depanku.. Selesainya aku segera berlari mengambil kunci mobil dan segera pergi mengingat traffic jam disini yang begitu parah..
Saat aku sampai dilobby rumah sakit, merasa bingung aku menanyakan pada bagian reseptionis ruangan apa dan dengan siapa aku akan bertemu.. Petugas yang berjaga pun memberitahuku dan aku langsung segera pergi.. Begitu sampai terlihat dua orang lainnya sedang menunggu diluar ruangan sama sepertiku.. Apa mereka juga akan melakukan wawancara? Terlihat dari penampilan mereka pun sepertinya mereka sangat cerdas dan berwawasan.. Baiklah, aku akan berusaha untuk tidak kalah hari ini demi masa depanku.. SEMANGAT ALMIRA!! Tak lama namaku dan kedua lainnya dipanggil namun kami dipanggil diruangan yang berbeda.. Aku pun menuju keruangan yang dituju dan mengetuk untuk masuk kedalam ruangan.. Saat kubuka pintu ruangan ini, terlihat sudah ada tiga dokter senior yang terlihat sangat berpengalaman..
“ Kau almira baseera?”
“ Ya bu..”
“ Mendapat beasiswa dan lulus dengan cum Laude bahkan mengantungi 2 Sertifikat tambahan lainnya.. Kenapa kau mau bekerja disini? Mungkin jika kau membuka klinik psikolog sendiri, kau akan sukses..”
“ Alasan saya hanya karena ingin membantu orang lain. Terlebih saat dalam keadaan mereka semua yang sudah divonis kejam oleh lingkungan sekitarnya..”
“ Apa kau tahu jika bekerja dirumah sakit, kau harus siap dengan jam kerjanya dan hal lainnya?”
“ Ya tentu saja. Dan saya siap akan itu”
“ Percaya dirimu bagus, lalu alasan mu yang lainnya? Kulihat dari laporanmu disini kau sempat membuat jurnal akademik? Bisa kau ceritakan?”
“ Ya.. Kami ingin mendengar pandanganmu mengenai dunia psikolog menurut pendapatmu”
Aku menjelaskan semua yang kubisa mulai dari hubungan sosial, keluarga, dan pandanganku sendiri tentang bagaimana psikolog saat ini.. Saat selesai menjelaskan, ketiga dokter ini terdiam tak berkata apa pun.. Akhirnya mereka menyuruhku untuk menunggu hasil pengumuman saat selesai istirahat siang nanti.. Aku pun menundukkan kepalaku dan berjalan menuju pintu keluar.. Begitu keluar ruangan, aku terkejut dengan yang kulihat.. Ternyata bukan hanya kami bertiga, tapi ada enam orang lainnya yang sedang menunggu diluar.. Dari penampilan mereka pun terlihat mereka sangat profesional..
Waktu tak terasa menunjukkan istirahat siang dan kami dibawa keruangan jamuan untuk makan siang bersama.. Jujur untuk minum pun aku merasa gugup, apa lagi untuk makan.. Lalu tak terasa waktu berjalan kembali dan hasil wawancara pun keluar.. Seorang dokter langsung menempelkan kertas didepan pintu ruangan utama.. Kami semua berjalan kesana untuk melihat hasil pengumuman.. Tanganku sudah terasa sangat dingin karena gugup.. Aku menunggu paling akhir untuk melihat pengumuman karena mereka terlihat berdesakan.. Saat aku melihat pengumuman tertulis..
Almira Baseera, S.Psi, M.Psi. Score 90. (Dr.Gilang Handira, S.Psi, M.Psi)
Fresila Yusra, S.Psi, M.Psi. Score 83. ( Dr.Hadi Cahya, S.Psi, M.Psi)
Lukman Jadad, S.Psi. Score 80. ( Dr.Danis F.T, S.Psi, M.Psi)
Aku lulus? Benarkah ini? Aku diterima bekerja di rumah sakit impianku ini? Mencoba untuk menyadarkan diriku, aku beberapa kali berkeliling dan kembali lagi kemari memastikan bahwa ini bukan mimpi semata. Terlihat pasa suster yang berjaga melihat dan menertawakan tindakanku saat ini.. Jadi.. Ini bukan mimpi??
__ADS_1