Mencari Sisian Hati

Mencari Sisian Hati
Ikut Oom Ganteng Kekantor


__ADS_3

Pagi-pagi Dicky sudah membersihkan diri dan berganti pakaian. Selesai berpakaian dia duduk di tepi tempat tidurnya. Dia mengambil ponselnya di atas tempat tidur.


Tuuuuttt .... Tuuuuttt ...


"Halo ... "


"Halo, ponakan Oom Dicky yang ganteng. Sudah bangun, sayang?"


"Oom Dicky. Sudah dong Oom"


"Sudah mandi belum?"


"Sudah dong Oom. Sudah ganteng nih"


" Masa sih?!"


"Hehehe... Oom Dicky belum mandi yaa..."


"Eiits, enak aja. Sudah dong. Sudah ganteng juga kayak kamu, Dhika"


"Oom Dicky ga kerja? Bolos ya, Oom?!"


"Bolos"


Hahahaha ... Dicky tertawa terbahak-bahak. Celoteh polos keponakannya itu membuatnya tak dapat menahan tawa nya.


"Oom Dicky ga pernah bolos dong"


"Kantor Oom Dicky gede ya. Banyak orang-orang nya ya , Oom?"


"Iya dong, banyaaaaak sekali"


"Dhika boleh ikut, Oom Dicky ya kekantor?"


"Eh... Kamu mau ikut, sayang?! Tentu saja boleh. Tapi apa nanti kamu tidak bosan?"


"Dhika ga akan ganggu, kerjaan Oom Dicky. Janji deh. Ikut ya, Oom??! Please..."

__ADS_1


Dicky tidak kuat mendengar keponakannya memohon seperti itu. Di meng-iya-kan nya. Tanpa basa-basi lagi Dicky turun kebawah untuk sarapan. Lalu berpamitan pada Mama dan Papa nya. Seperti biasa Adelia ikut kakaknya sampai di kampus.


"Kamu kuliah jam berapa, Dek"


"Hari ini ga terlalu pagi kok, Kak. Aku ada kuliah jam 9 nanti. Kenapa, Kak?"


"Kita mampir sebentar ya, dek"


"Mampir kemana?"


Dicky tak menjawab. Dia mengemudikan mobilnya ke arah selatan ibukota. Melihat arah nya Adellia langsung tahu kemana mereka akan pergi.


******


Setelah gerbang dibuka, mobil Dicky terparkir disamping mobil kakaknya. Rupanya Yudha belum berangkat. Mereka berpapasan di halaman.


"Kak Yudha, belum berangkat?"


"Iya, Kak Yudha baru mau jalan. Kamu tidak ke kantor, Dek"


Dari dalam rumah Dhika sudah berlari menyambut Oom Dicky nya.


"Ooom Dicky .... "


"Waduuh... Sudah ganteng rupanya"


Hehehe... Dhika tertawa kecil mendengar pujian Oom pujaannya itu.


"Ya, sudah. Kak Yudha berangkat dulu ya, Dek"


"Hati-hati ya, Kak", kata Adellia yang langsung menyalami kakaknya.


"Papa"


"Hmm..."


"Yang semangat kerjanya, Pa. Jangan nakal ya"

__ADS_1


Gaya Dhika yang mengatakan jangan nakal sangat lucu, membuat semua orang tertawa.


******


Dicky dan Adellia masuk kedalam rumah. Risa menyambut kedua adik iparnya.


"Kak, hari ini Dicky mau ajak Dhika ke kantor ya. Kebetulan hari ini tidak terlalu banyak kerjaan"


"Aduh, nanti dia merepotkan kamu, Dek. Malah mengganggu pekerjaanmu nantinya"


"Iya, Kak. Anak ini pecicilan luar biasa. Sulit di jinakkan"


Dhika menjulurkan lidahnya, meledek tante bungsunya itu. Tidak terima di ejek begitu, Adellia menghadiahi Dhika dengan kelitikan di perutnya. Sehingga membuat dia tertawa-tawa. Lalu berlari memeluk Dicky, meminta perlindungan dari Oom ganteng nya.


"Jangan khawatir, Kak. Nanti kalo dia bosan atau minta pulang, Dicky antarkan lagi. Tapi Dhika pasti akan jadi anak baik nanti ya, sayang"


Dhika menganguk. Dia harus bersikap manis agar mama nya mengizinkan iya ikut kekantor Oom Dicky. Dan akhirnya Clarissa menyerah dan mengizinkan anaknya ikut bersama Dicky.


Setelah berpamitan Dhika ikut kekantor bersama Dicky. Dia duduk dikursi depan disebelah supir. Dicky duduk dibelakang kemudi lalu Adellia duduk di kursi tangah. Sebelum kekantor mereka menuju kampus Tante Adel. Dhika kagum melihat kampus Tante nya yang sangat besar.


"Waah... sekolah Tante Adel besar sekali. Apa Tante ga nyasar masuk kelasnya. Kelasnya kan banyak ya, Tante"


"Tentu tidak dong, Cintaku. Tante kan pintar. Jadi hapal jalan kekelas Tante"


"Oom Dicky dan Papamu juga lulusan sini loh"


"Iya, Oom?!", Dhika menoleh ke pada Oom Dicky, meyakinkan pernyataan Tante Adelnya.


"Iya", jawab Dicky sambil tersenyum.


"Oooh... kalo begitu, Dhika juga mau sekolah disini juga lah, biar kayak Papa, Oom Dicky dan Tante Adel"


"Aamiin..."


Adellia dan Dicky mengaminkan perkataan keponakan mereka.


******

__ADS_1


__ADS_2