
Ken sampai di villa pagi sekali, saat semua anggota keluarga Marabahan baru mempersiapkan diri untuk kembali kekota. Yudha memintanya untuk menjemput nya di villa.
"Pagi , Pak"
"Pagi, Kens. Tepat waktu kamu datang. Aku mandi dulu, setelah itu kita berangkat"
"Baik, Pak"
Ken menunggu di halaman depan. Sebagai asisiten pribadi Ken harus siap dengan segala tugas yang diberikan bos nya itu, kapanpun dimanapun. Ken sudah sangat terlatih. Mengemudi, pekerjaan kantor, pekerjaan rumah, bahkan dia juga jagi bela diri. Dia dan Yudha satu perguruan bela diri saat masih kuliah. Jadi dia pun merangkap bodyguard pribadi Yudha, walaupun sebenarnya ilmu bela diri bosnya jauh lebih tinggi darinya.
"Biar Dicky bantu, Kak"
Dicky membantu kakak iparnya membawa dan menyusun barang di dalam mobil. Melihat istri bos nya datang Ken berdiri dan memberi hormat.
"Kamu datang menjemput, Kak Yudha?", tanya Risa
"Benar, Bu"
"Ada urusan apa, Kak Yudha pagi-pagi begini. Bukannya ini hari libur?"
"Maaf bu, saya tak bisa mengatakannya"
"Ken, kamu ini sudah seperti bos mu. Susah di tanyai".
"Kak Yudha, kemana?"
"Beliau sedang mandi. Mungkin sebentar lagi turun"
Benar saja, taklama Yudha sudah keluar dengan rapi. Style casual yang dia pakai sangat cocok di tubuhnya.
__ADS_1
"Kak Yudha, mau kemana pagi begini?", tanya Risa pada suaminya.
"Ada urusan sebentar di Bogor. Mungkin Kak Yudha nanti tidak pulang untuk beberapa hari. Kamu hati-hati dirumah. Jaga diri dan anak-anak ya, sayang"
Yudha mencium kepala istrinya, Risa mengambil tangan suaminya dan mencium punggung tangan nya. Dicky pun demikian.
"Hati-hati dijalan, Kak", ucap Dicky.
"Hmm..."
"Kak ... ", Risa memanggil.
"Apa tidak bisa ditunda berangkatnya. Perasaanku tidak enak, Kak. Please ya ... "
Risa memegang lengan suaminya, memohon agar dia tidak pergi. Ada pucuk airmata diujung matanya. Yudha paham betul perasaan istrinya, dia menarik tangan Risa dan memeluknya. Mencium kepala nya dengan lembut. Lebih lama lagi dia menenangkan Risa dalam dekapannya. Mentransfer kekuatan pada perempuan yang di cintai nya itu.
******
"Ada apa? Kenapa kamu belum tidur?",tanya Juan yang ikut keluar kamar
Belum dia menjawab pertanyaan suaminya, datang Dicky yang baru pulang dari acara kantornya diluar kota.
"Mama belum tidur?"
"Oo, kami baru pulang Dicky? Bagaimana acaranya?"
"Lancar, Pa. Ada apa? Kok Mama gelisah sekali?"
"Kakakmu ko tidak bisa dihubungi ya. Perasaan Mama tidak enak sekali"
__ADS_1
"Mungkin Kak Yudha sudah tidur, Ma. Ini kan sudah hampir tengah malam"
"Bukannya dia bilang tidak pulang beberapa hari. Coba kamu hubungi Risa, Dicky?"
Dicky mengambil ponselnya lalu menghubungi kakak iparnya.
Tuuuut.... Tuuuut...
"Halo, dek"
Risa mengangkat telepon nya dengan cepat, malam itu pun dia tak dapat tidur. Aldis sedari tadi juga rewel.
"Aldis kenapa, Kak?",tanya Dicky saat mendengar keponakannya menangis.
"Entah lah, dia dari tadi rewel aja, Dek. Badannya tidak panas tapi sedari tadi tidak mau tidur"
"Kak Yudha, belum pulang, Kak?"
"Belum, dek. Tadi siang Ken datang memintaku untuk mengambilkan sesuatu di meja kerjanya yang tertinggal. Dia bilang pekerjaan Kak Yudha belum selesai. Mungkin beberapa hari, lagi dia pulang"
"Ya, sudah Kak. Kak Risa hati-hati dirumah. Kalau ada apa-apa hubungi Dicky kak. Handphone Dicky standby kok, Kak"
Dicky mematikan teleponnya, setelah meyakinkan keponakan dan kakak iparnya baik-baik saja.
"Aldis kenapa, Dicky?", tanya Yulia
"Tidak ada apa-apa, Ma. Hanya rewel saja. Tidak mau tidur"
"Barangkali badannya tidak nyaman, sebaiknya besok di bawa urut saja"
__ADS_1
"Ya sudah besok, Dicky jemput mereka. Sekarang Mama tidur saja"
******