Mencari Sisian Hati

Mencari Sisian Hati
Pertarungan Hidup Dan Mati


__ADS_3

"Yudha, finally you show your face"1)


"I don't need hesitate to you. You must take responsibility for Adam and all your crimes" 2)


"Becarefull ,dear"3)


Tanpa banyak tanya lagi Richard menyerang Yudha bertubi-tubi. Dia tak memberikan kesempatan untuk Yudha berkelit. Dan Yudha pun seperti sudah siap dengan keadaan ini, dia menangkis semua serangan lawan dengan baik.


Perkelahian sengit tak terelakkan, mereka baku hantam menggunakan tangan kosong. Semula keadaan berimbang, namun Yudha secara tak sengaja sedikit memberinya peluang Richard berhasil membekuk Yudha dari belakang. Tangan kekarnya melingkar dari arah belakang ke leher Yudha, sementara tangan kanannya mengeluarkan sebilah pisau.


"Make your choice, Risa. Your husband or your beloved brother" 4)


Richard menyeringai penuh kemenangan. Tawanya mengejek Yudha yang sudah ada dalam tangannya.


"Don't give a difficult choice to Risa. Your opponent is me " 5)


Yudha berbalik dan berputar lalu menghajar Richard dengan kaki kanan nya. Kali ini dia tak memberikan lagi celah untuk Richard menang. Dan dia pun kali ini tersungkur.


Dari arah depan terdengar ngaungan mobil polisi. Lima buah mobil polisi dan dua buah mobil lainnya berhenti mengepung mereka. Burhan turun dari mobil diikuti beberapa laki-laki.


"Give up Richard Miller. Put down your weapon!!", ancam Burhan sambil menodongkan pistol pada buronan nya. 6)


Richard tak perduli, dia memberikan perlawanan. Dia menyerang para polisi. Dan melarikan diri dengan mobilnya. Burhan tak ingin kehilangan buronannya lagi. Dia membidik sasarannya.


Dooor... Doorr..

__ADS_1


Tembakan itu mengenai ban mobil kanan bagian belakang dan seketika mobil itu kehilangan kendali. Dan akhirnya terguling. Lalu meledak. Beberapa anak buah Burhan mengecek keadaan, buronan mereka ikut menjadi korban dalam mobil yang terbakar itu.


******


Risa memeluk suaminya. Rasa hati nya yang bercampur aduk tergambar diwajahnya. Yudha memegang wajah istrinya dengan kedua telapak tangannya. Lalu mencium kedua pipu dan juga kepala Risa. Memberikan ketenangan dan kekuatan pada perempuan yang dirindukannya itu.


Dicky menarik nafas lega. Dia senang melihat kakak sulungnya bisa pulang dengan selamat dan bisa berkumpul lagi dengan keluarga. Yudha mendekati adik nya, lalu memeluk nya.


"Terima kasih ya, Dek"


Dicky menganguk. Dia mendekap erat kakak nya. Rasa rindunya terobati sudah.


"Kak Yudha, baik-baik saja?"


"Hmmm..."


"Ya, Dek. Maaf membuat kalian semua khawatir"


"Yudha ... ",sapa Burhan dari belakang.


"Hai, sob. Senang melihatmu kembali"


"Kamu ini memang kurang ajar?!. Paling tidak kamu bisa mengatakannya padaku. Kamu anggap apa aku selama ini. Bersiaplah akan ku hajar kamu nanti"


Yudha tertawa mendengarnya, lalu dia berjalan menghampiri Burhan dan mereka berpelukan. Dua sahabat lama ini saling memahami satu sama lain.

__ADS_1


"Kamu sudah dengar tentang Adam?"


"Ya", sahut Yudha perlahan.


Kematian Adam merupakan pukulan bagi Yudha dan sahabat-sahabat lainnya. Maklumlah mereka sudah berteman sejak SMA.


"Dia sudah dimakamkan?"


Burhan menganguk. Yudha hanya bisa menarik nafas panjang. Sedih rasanya tak bisa mengantar sahabat terbaiknya itu keperistirahatannya yang terakhir.


******


Terjemahan


1) "Yudha, akhirnya kamu menunjukkan wajahmu"


2). " Aku tak akan sungkan-sungkan. Kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu terhadap Adam dan smua kejahatanmu"


3) "Hati-hati, sayang!"


4) "Siapa yang kamu pilih, Risa? Suamimu atau kakakmu tersayang?"


5) "Jangan memberikan pilihan yang sulit pada Risa. Lawanmu adalah aku!"


6) "Menyerahlah Richard Miller! Jatuhkan senjatamu!!", ancam Burhan sambil menodongkan pistol pada buronan nya.

__ADS_1


******


__ADS_2