
"Lebih baik, kau ke kantor kepolisian pusat. Mereka menunggu keterangan dari kalian bertiga disana, Yudha"
Yudha diam saja. Dia duduk di sudut sofa. Sepertinya hatinya masih kesal dengan kejadian terkhir tadi. Burhan tidak memperdulikan sahabatnya itu, dia mendekati Juan dan Dicky.
"Maaf Oom. Kalau kejadian tadi membuat kalian kaget dan binggung. Perkenalkan saya Burhan. Burhan Aritonang, sahabat Yudha di SMA"
Burhan menyalami Juan dan Dicky. Memberi hormat kepada orang tua sahabatnya itu.
"Begini Oom, untuk cerita lebih jelasnya lebih baik, Oom ke kantor kepolisian pusat untuk memeri keterangan sekaligus Oom akan mendapatkan rician ke kejadian yang sebenarnya disana"
"Oiya, baiklah kalau begitu", jawab Juan.
"Kalau anak keras kepala itu masih ngambek, lebih baik Oom dan Dicky saja yang kesana lebih dulu. Biar anak keras kepala ini mencair dulu hatinya"
Mendengar sindiran sahabatnya, Yudha mengambil bantal kursi dan melemparnya kesana. Burhan terkekeh melihat kelakuan Yudha.
"Candaanmu tidak lucu, Han", protes nya sambil meninggalkan ruangan.
"Nah gitu dong"
Burhan mengikuti langkah Yudha diikuti oleh Juan dan Dicky dibelakangnya. Sampai di parkiran kantor Burhan pamit kepada mereka. Dia tidak ikut serta kesana.
Yudha meminta Dicky menunggu nya sebentar. Yudha pergi menghampiri Ken. Dia memberi beberapa instruksi untuk Ken. Lalu dia kembali ke mobil bersama Papa dan adiknya. Sementara Ken pergi dengan mobil menuju suatu tempat. Mengikuti perintah tuannya tadi.
__ADS_1
******
Di dalam mobil Juan duduk di kursi depan disebelah kursi supir, sementara Dicky berada dibelakang kemudi. Yudha berada di kursi tengah seorang diri.
"Kak Yudha, baik-baik saja", tanya Dicky sambil melirik kakaknya dari sepion depan.
"Iya. Kak Yudha, baik-baik saja. Jangan khawatir, Dek. Masalah ini tidak akan menggangu Kak Yudha, ko"
"Syukurlah, Kak"
Yudha tersenyum. Dia tak mau menunjukkan suasanya kacau yang ada dihatinya. Dia tak ingin membuat Papa dan adiknya khawatir.
"Maaf ya, Pa. Tender Papa jadi batal karena kejadian tadi. Yudha hanya tak ingin Papa kecewa nantinya"
Yudha tersenyum. Dia mengatur posisi duduknya kembali.
"Begini, Pa. Brown atau yang nama aslinya Lerent Smith adalah penjahat kelas kakap yang berasal dari London. Dia sering penipu klien nya dengan mengaku sebagai eksportir di eropa. Negara sasarannya adalah negara-negara berkembang di asia dan juga beberapa negara bagian di eropa. Dia sangat licin dan menjadi buruan Badan intelegen Inggris"
"Dia berhasil maraup keuntungan puluhan juta dolar dari nasabah dan klien yang ditipunya. Lalu dia melakukan money laundry dan melakuakan penyamaran. Sehingga polisi London sangat kesulitan mencarinya"
"Dia mempunyai nama samaran yang banyak. Juga keahliannya dalam bertransaksi dan lobi-lobi yang paten membuat banyak orang terpedaya dengan mulut manisnya"
"Beberapa bulan lalu, Yudha diberitahu Badan Inteligen Negara yang melakukan penyelidikan bersama pihak Inggris. Dan ternyata mereka mengincar perusahaan yang ada di Indonesia, termasuk perusahaan Papa"
__ADS_1
"Untung saja Kak Yudha segera mengetahui nya, kalau tidak perusahaan kita akan mengalami kerugian yang cukup besar, terima kasih ya, Kak", ucap Dicky yang masig tak percaya pada apa yang baru ia alami.
"Yah, maafkan Kak Yudha kalau tidak sempat menceritakan apa-apa pada kamu, Dek. Kak Yudha khawatir nanti Smith akan membaca gerak-gerik mu duluan"
"Strategi yang hebat, Kak", puji Dicky.
Empat puluh menit kemudian mobil mereka sampai di kantor kepolisian pusat. Mereka langsung disambut oleh kepala kepolisian. Mereka satu persatu masuki ruangan. Secara bergantian dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
******
Yudha sepertinya sudah sangat dikenal di kantor kepolisian pusat. Beberapa pejabat tinggi kepolisian yang hadir disana menyalami dan memberi hormat padanya. Begitu juga dengan para agent asing yang ada disana.
Yudha yang pertama dimintai keterangan, kurang lebih satu jam dia berada di dalam ruangan. Lalu Juan dan Dicky pada urutan ketiga.
"Terima kasih, Kak", ucap Dicky saat kakaknya menyodorkan sekaleh minuman dingin padanya.
"Santai aja, Dek. Jangan tegang. Mereka tak akan bersikap tidak ramah pada kalian. Mereka tak akan seberani itu pada adik Kak Yudha"
"Iya, Kak. Kak Yudha sepertinya mengenal baik para pejabat disini"
"Ya, beberapa dari mereka adalah teman lama ku. Jadi mereka tak akan bersikap tidak sopan ataupun tidak ramah pada kalian"
Memang benar, dengan kharisma Yudha yang kuat disana mereka tidak menemukan kesulitan apapun. Yudha sangat dihormati dan disegani disana.
__ADS_1
******