
Memang enak bersantai dirumah sendiri, itulah yang ada dipikiran Yudha saat ini. Duduk-duduk santai di gazebo belakang sambil mendengarkan alunan musik. Dhika asyik mewarnai disebelahnya.
"Oom, Dicky ... "
Yudha melihat kearah pintu dalam. Dicky datang seorang diri.
"Hai, sayang. Lagi apa?"
"Mewarnai mobil Oom. Lihat! Bagus tidak?!"
"Bagus sekali. Pintar kamu"
Dhika menyelendot pada Oom ganteng kesayangannya.
"Bagaimana kabar Kak Yudha?", sapanya pada kakaknya
"Alhamdulillah, sehat. Kamu tidak kekantor, Dek?"
"Tadi Dicky ada sedikit urusan sekitar sini, jadi mampir sebentar sekalian pengen ketemu Aldis dan Dhika"
"Sekalian menengok pacar ya, Dek?"
"Pacar siapa, Pa?"
"Pacar Oom Dicky"
"Ooo... "
Dicky tertawa melihat ekspresi kepo keponakannya tersayang.
"Kenapa pacar Oom Dicky tidak di ajak kesini, Oom"
"Wah, kami terlalu menodong Oom Dicky, sayang. Denger tu, Dek?!", goda Yudha.
"Kami ini bisa saja memojokkan, Oom"
"Emang kenapa Oom?"
"Kenapa apanya?"
__ADS_1
Dhika menarik nafas panjang. Greget lihat Oom nya yang tidak kunjung menjawab pertanyaannya.
"Oom..."
"Hmmm...."
"Tadikan Dhika tanya, kenapa pacar Oom Dicky tidak dibawa kesini"
"Kenapa ya. Belum pas saja waktunya", jawab Dicky sekenanya.
"Oom Dicky, takut dimarah Papa ya, bawa pacar. Kayak tante Adel sama pacarnya"
Dicky dan Yudha saling berpandangan.
Hahahahaha.... Yudha tertawa mendengar nya.
"Wahh... Anak ini tahu banyak rupanya", batin Yudha.
Dicky tidak dapat berkomentar banyak terhadap celoteh keponakannya. Polos sekali ucapan anak kecil ini, pikirnya.
"Nah, seperti yang Dhika katakan barusan, Dek. Kapan kamu mau memperkenalkan calon mu itu?"
"Dalam waktu dekat, Kak"
"Ya... Dicky punya niat baik untuk melamarnya"
Yudha tersenyum, lalu menepuk pundak adik laki-lakinya itu.
"Bagus, memang sudah waktunya kamu menikah, memikirkan masa depanmu sendiri, Dek"
"Ya, Kak"
"Kak Yudha mendukung kamu. Soal Mama dan Papa mereka juga pasti senang mendengarnya"
"Terima kasih, Kak. Dicky senang Kak Yudha bisa mendukung niat baik Dicky"
******
"Hi, sayang. Kamu sedang apa?"
__ADS_1
Klik ..
Dicky menekan tombol kirim pada layar ponselnya.
"Sedang bersantai sebentar diruangan. Baru saja keluar kelas. Ada apa, Kak?"
"Sudah mau pulang?"
"Iya, sebentar lagi"
"Kalau begitu Kak Dicky jemput, ya?"
"Boleh kalau tidak merepotkan, Kak"
Tentu saja tidak, pikir Dicky. Dia memang sedang mencari celah untuk bicara pada perempuan cantik solehah yang menjadi pujaan hatinya itu. Apalagi setelah mendapat dukungan dari kakak tertuanya.
Tidak memerlukan waktu lama, Dicky sudah sampai di kampus tempat pujaan hatinya mengajar. Marchellia Ramadhani, Chelli begitu dia akrab dipanggil, seorang dosen FISIP jurusan Ilmu Antropologi Sosial ini terlihat bersahaja. Cara berpakaiannya sopan dan muslimah sekali dengan hijabnya. Itulah yang membuat Dicky jatuh hati pada perempuan cantik itu.
Dicky sengaja mengajaknya keluar malam ini, dia sudah mempersiapkan segalanya dengan matang. Tiga tahun menjalin hubungan dengan nya, mulai dari sebatas teman biasa hingga menjadi sepasang kekasih. Dan kali ini Dicky ingin menghalalkan hubungan mereka berdua.
"Maaf ya, Dek. Kak Dicky tiba-tiba mengajak mu keluar seperti ini. Sebenarnya ada hal penting yang ingin Kak Dicky bicarakan dengan mu"
"Kak Dicky mau bicara apa?" Bicara saja. Kenapa jadi formal begini sih. Tidak biasanya, ada apa, Kak?"
"Kak Dicky rasa, kita sudah lama saling mengenal. Dan Kak Dicky merasakan kecocokan dengan mu, jadi Kak Dicky ingin secepatnya meresmikan hubungan kita ini, Dek. Kak Dicky bermaksud menemui kedua orang tuamu untuk melamar mu"
Marchellia tersenyum malu-malu.
"Kak Dicky yakin dengan keputusan itu?"
"Yakin, Dek"
"Aku ini bukan perempuan sempurna, Kak. Aku masih banyak kekurangan, aku takut Kak Dicky kecewa nantinya"
"Kak Dicky, tidak mencari yang sempurna. Tapi kak Dicky mencari perempuan yang bisa menyempurnakan hidup Kak Dicky. Yang bisa saling melengkapi. Dan pilihan Kak Dicky jatuh padamu. Apakah kamu mau menikah dengan Kak Dicky?"
Chella terkejut kekasihnua melamarnya malam itu. Hatinya jadi berbunga-bunga mendengarnya. Dengan malu-malu iya menjawabnya.
"Iya, Kak. Aku mau menikah dengan Kak Dicky. Mudah-mudahan semua niat baik kita di permudah"
__ADS_1
"Aamiin", balas Dicky.
******