
"Permisi, Bik. Kami mau ketemu sama Yudha. Orang nya ada, Bik?"
"Ooo... Mas Yudha. Ada. Mbak sama mas nya ini siapa ya?"
"Kami teman-temannya Yudha"
"Kalau begitu, silakan tunggu sebentar"
Bik Iyah menuju kedalam rumah, bermaksud memanggil Yudha.
"Siapa, Bik?", tanya Yulia.
"Ooh, itu Bu. Didepan ada beberapa orang tamu nya Mas Yudha, mereka bilang sih temannya Mas Yudha"
"Temannya?"
"Iya, Bu. Ada lima orang, Bu"
"Ya, sudah Bik. Tolong panggilkan Yudha di atas"
"Baik, Bu"
Yulia menuju ruang tamu. Melihat siapa orang yang datang mencari putra sulungnya itu.
"Halooo.... Tante. Apa kabar?"
"Burhan, dan kalian... Ya ampun... Sudah lama sekali"
"Masih ingat kami tante"
"Tentu saja. Kamu Burhan. Topan. Irene. Milea. Dan mana Adam?"
"Wah tante absen nya tepat sekali. Rupanya masih mengenali kami dengan baik ya", celetuk Topan.
"Yudha ada tante? Tadi kami kerumahnya tapi penjaga bilang dia disini. Jadi kami langsung kemari"
"Ooo, ada. Dia di dalam. Masuklah"
__ADS_1
Pasukan hebring itu masuk kedalam mengikuti Yulia. Mereka adalah sahabat Yudha di SMA. Tentu saja Yulia hapal sekali dengan mereka.
"Pagi, Oom...", sapa Burhan pada Juan yang sedang duduk di sofa bersama Dicky.
"Ooo... Burhan. Pagi .... "
"Oooo... Pasukan hebring. Para pembuat onar udah kumpul toh", sambung Adellia yang baru turun dari kamarnya di lantai atas.
"Pagi-pagi sudah judes kamu, Dek. Sarapan cabe rupanya", balas Topan.
Adellia cuma ketawa saja, lalu dia menghampiri Milea dan Irene. Dua perempuan di kelompok penyamun ini betah juga berteman dengan cowok-cowok itu, pikir Adel.
"Hei, kami ga salam sama aku, Dek. Tak rindu rupanya pada Kak Topan"
"Idiiih... Banyak pilihan lain kali, Kak. Ogah deh ... ", ledek Adellia.
Topan gemes dibuatnya. Dikejarnya Adel yang lari bersembunyi di balik punggung Dicky.
"Aiih, curang dia. Pake bawa body guard"
"Tak bisa lebih pelan ya suaramu, Pan. Mengganggu tidurku saja",Yudha yang tiba-tiba muncul dari lantai atas.
"Baru bangun rupanya bos kita satu ini. Sudah jam sepuluh ini. Tumben sekali kau. Habis begadang rupanya"
"Baru bisa tidur jam enam tadi, bro. Kita kebelakang saja. Nanti suara kalian membangunkan Aldis. Kalian harus berhadapan dengan Risa"
"Wah... Kalau yang itu, tak berani. Kita pindah saja kalau begitu"
Mereka pindah ke halaman belakang. Duduk-duduk santai di gazebo di seberang kolam renang. Dicky memperhatikan dari jauh.
"Sepertinya mereka akrab sekali, Dek"
"Iya.. mereka itu teman-teman Kak Yudha sewaktu SMA. Beberapa ada yang satu kampus juga. Kalau Kak Milea itu, Kak Dicky pasti tau dong, dia kan bintang film terkenal. Kak Topan punya restoran besar di Jakarta, juga outlet nya dibeberapa kota lain. Kak Burhan, pejabat badab intelejen. Kalau Kak Irene itu suaminya pengusaha tambak udang. Sebenernya masih ada satu lagi"
"Satu lagi?"
"Iya. Kak Yudha, Burhan, Topan, Irene, Milea dan Adam"
__ADS_1
"Wah ... Wah... Masih di absen juga ya aku, dek?"
Adam yang tiba-tiba muncul dari belakang memutus penjelasan Adellia.
"Apa kabar, Dek? Sudah besar rupanya kamu sekarang"
"Kabar baik, Kak Adam. Kak Adam juga lama menghilang kemana aja"
"Aku bersembunyi dari kejaran dua orang itu, si intel dan Pak ketua"
"Eeh...??"
"Kayak buronan aja. Oiya... Kak Dicky, ini Kak Adam. Salah satu anggota pasukan hebring itu?"
Hahahhaa....
"Pasukan hebring?? Sembarangan", protes Adam.
Dia menghampiri Dicky lalu menyalami nya.
"Adam. Aku dulu teman sekelas Yudha. Bahkan kami pernah sebangku waktu di SMA"
"Oiya? Aku Dicky"
"Gayamu mirip Yudha, Dicky. Asal jangan sifat mu mirip dia aja ya"
Hahahahahha.... Adam tertawa. Dicky diam tak banyak beri komentar. Dia baru saja bertemu dengan orang ini.
"Wah.. kamu baru datang sudah cari musuh, Dam", sambung Yudha dari belakang.
"Oouw, maaf Pak Ketua. Masih galak saja kau, Yudha"
"Nanti kita urus urusan kita. Kau harus dapat hukuman karena datang terlambat"
Mereka berpelukan lalu bergabung dengan yang lainnya di halaman belakang. Yudha dan teman-temannya merupakan sahabat karib sewaktu SMA. Mereka sudah akrab layaknya saudara kandung. Sejak Yudha bertugas ke luar negeri mereka jarang berkumpul. Hanya sesekali jika Yudha sedang berada di tanah air. Maklum selain Yudha mereka semua adalah orang-orang penting yang punya banyak kesibukan. Jarang mempunyai waktu untuk kumpul bersama teman sepermainan seperti ini.
******
__ADS_1