Mencari Sisian Hati

Mencari Sisian Hati
Perjalanan Cinta Pangeran Kedua - Bagian Kedua


__ADS_3

Rumah keluarga Marabahan di akhir pekan ini ramai, semua keluarga inti berkumpul. Yudha dan keluarga nya sudah dua hari menginap disana. Hari ini Dicky berencana memperkenalkan pujaan hatinya pada Papa Mama dan keluarga lainnya.


Yulia, Risa dan Adel sudah sibuk di dapur sejak pagi. Mereka memasak menu istimewa untuk menyambut calon istri Dicky. Saat semua nya sudah terhidang dimeja, Dicky dan Chella datang.


Dicky memperkenalkan kekasih hatinya pada kedua orang tuanya, kakak dan kakak iparnya, lalu pada adik bungsunya. Dan tak lupa pada keponakan kesayangannya.


"Wah... Cantik. Pintar juga Dicky milih calon istri", bisik Risa pada Adellia.


"Iya, Kak. Selera Kak Dicky boleh juga ya" sahut Adellia.


"Mama sih setuju kalau mereka mau menikah", Yulia menambahkan.


Ehmmm....


Yudha yang melihat para perempuan dirumah itu sedang berbisik-bisik mendehem. Membuat mereka bertiga membubarkan diri.


"Dasar perempuan, senengnya gosip", batin Yudha.


Makan malam keluarga besar Marabahan sukses dan semua menyukai keberadaan Chilla. Mereka pun sudah menentukan tanggal lamarannya. Minggu depan.


******


Ada waktu seminggu buat Yulia bersibuk diri mempersiapkan acara lamaran putra keduanya. Dia dibantu oleh Risa dan Adellia memepersiapkan segala sesuatunya dengan sempurna.


Pada hari H nya, semua keluarga memakai gaun yang seragam. Untuk para perempuan kebaya bernuansa coklat lembut dan bawahan batik yang elegan. Senada dengan baju batik para lelakinya.


Tok...tok...


Cekreeeeekkk


"Kak Dicky...", Adel muncul dari belakang pintu.


Yudha dan Dicky yang ada didalam kamar menoleh. Adel menghampiri kakak nya yang sudah rapi dengan batik dan celana hitamnya.

__ADS_1


"Aduuh... Ganteng bener sih kakak ku ini?", goda Adellia.


Yudha tertawa sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan nakal si bungsu. Yudha menarik tangan Adel lalu merangkul pundaknya.


"Kalau dengan Kak Yudha mana yang ganteng, Dek"


"Iiih... Kak Yudha, Cemburu ya"


"Biasa aja", jawab Yudha santai.


Adel menyandarkan kepalanya di pundak Yudha. Dia sedang ingin bermanja-manja dengan kedua kakak laki-lakinya.


"Yang tadi belum dijawab, Dek", tanya Dicky yang duduk disebelahnya.


"Yang mana, Kak"


Dicky menarik nafas panjang. Dia merangkul pundak si bungsu.


"Pertanyaan Kak Yudha tadi. Kamu tim Kak Yudha atau Kak Dicky?"


Kali ini Adellia memeluk Dicky, dan kakaknya membalas pelukan adik bungsunya itu.


"Nanti pada saat acara pernikahan Dicky, kau boleh ajak saja pacar mu itu", ucap Yudha


"Pacar? Ooo... Kenapa Kak Dicky tidak tahu?"


"Kalau soal menyelidiki orang, Kak Yudha jagonya, Kak", sindir Adel.


Yudha mencubit pipi sibungsu. Adel sewot lalu Dicky mengelus pipinya. Adel tersenyum, dia merasa ada yang membelanya.


"Ingat kalau laki-laki itu benar-benar serius denganmu, dia harus menghadapi Kak Yudha terlebih dahulu baru boleh kalian berhubungan"


"Tentu saja Kak Dicky tak akan tinggal diam. Dia juga harus menghadapi Kak Dicky juga"

__ADS_1


"Apa-apaan sih, Kak. Memangnya mau seminar skripsi apa. Harus menghadap sana sini"


"Siapa laki-laki itu? Namanya? Keluarganya?",tanya Dicky.


Adellia menatap Yudha sesaat. Yudha hanya duduk memperhatikan Dicky yang mewawancarai Adellia. Dicky mengusap lembut kepala adiknya sambil tersenyum.


"Dimas. Dimas Anggara"


"Dimas Anggara? Pengusaha minyak bumi itu?"


Adellia menganguk malu-malu.


"Sudah berapa lama kalian saling mengenal?"


"Baru setahun ini kok, Kak. Dia orang nya baik dan tekun bekerja"


"Tentu saja, kalau bukan orang baik-baik dia tak akan bisa membawamu dari rumah ini", sambung Yudha.


"Apa dia serius denganmu?"


"Dia sudah meminta ku untuk menikah dengannya. Tapi aku belum memberikan jawabannya"


"Kamu sayang sama laki-laki itu, Dek?"


"Iya, Kak"


Kali ini pertanyaan Dicky mengenai sasarannya, Adellia menunduk malu. Dengan tiba-tiba kedua kakaknya mengintrogasi dirinya.


Mendengar jawaban itu Yudha bangkit dari duduknya dan menghampiri kedua adiknya. Yudha memegang pundak Adellia dengan kedua tanganya. Menatap dalam ke manik mata adik bungsunya.


"Setelah acara Dicky suruh dia menemui Kak Yudha. Kalau memang kalian berdua serius kak Yudha tak akan menghalanginya. Hanya saja kamu bisa menikah setelah kuliahmu selesai. Paling tidak kamu lulus dulu sarjana kedokteran"


Adellia tersenyum lalu memeluk kakak sulungnya. Dicky pun menghampiri nya dan tiga kakak beradik ini saling berpelukan.

__ADS_1


******


__ADS_2