
"Semua berkas yang anda minta, sudah saya dapatkan, Pak?"
"Bagus"
"Aku tunggu di tempat biasa!"
"Baik, Pak"
Ken melarikan mobil nya ke arah utara kota. Daerah perkampungan nelayan yang sederhana. Dia memarkirkan kendaraannya di sebuah tanah lapang. Lalu berjalan kaki melewati gang-gang sempit. Anak-anak nelayan berlarian siang itu bermain sepuas hati mereka melewati gang-gang kecil itu. Tak perduli sepanas apa cuaca hari itu
Ken berbelok kesebuah gang di ujung jalan, lalu berbelok lagi ke arah kanan nya dan akhirnya dia sampai dirumah sederhana. Kalau boleh dibilang, ini adalah rumah paling sederhana yang dilihatnya. Hanya berdinding lembaran geribik dan atap nya yang reot. Lantainya pun masih tanah merah.
Ruangannya gelap, kecil dan pengap. Hanya ada sebuah meja kayu dan sepasang kursi reot didalamnya. Disudut lain ada bale-bale kecil tanpa kasur diatasnya. Di kursi itu duduk seseorang, tak begitu jelas siapa. Tapi yang pasti Ken mengenal orang itu dengan baik. Dia memberi hormat.
"Selamat siang, Pak. Maaf saya terlambat. Tadi sempat terjebak kemacetan di tengah kota"
"Duduklah"
Ken duduk di kursi seberang meja. Mereka duduk saling berhadapan.
__ADS_1
"Apa tidak ada yang mencurigaimu?"
"Tadi sempat Bu Risa dan Nona Adel menahan ku, mereka mencuriagai ku tentang berkas ini. Tapi semua bisa terkendali"
"Baiklah, mana berkas yang kuminta?!"
Ken memberikan map yang dipegangnya. Orang itu memeriksa berkas yang diserahkan. Membacanya bolak-balik.
"Serahkan berkas ini pada deputi bidang intelejen luar negeri, jangan kamu menampakkan diri, tapi pastikan berkas ini ada di tangannya. Dia tahu apa yang harus dia lakukan"
"Baik, Pak. Saya permisi"
******
Setelah cukup lama berfikir, Ken memutar lagi arah kendaraannya. Lalu dia pergi meninggalkan gedung itu. Dia harus memikirkannya dengan matang.
******
Hari hampir gelas, satu per satu pegawai dan staf gedung sudah meninggalkan kantor. Ada sebuah mobil yang masih terparkir di lantai basement gedung itu. Di pojok sebelah kiri gedung dan itu adalah tempat parkir khusu. Cukup lama akhirnya pemilik kendaraan itu keluar bersama seorang supirnya. Dia membuka pintu mobilnya. Namun sang supir mengurungkan niatnya, dia menuju pintu belakang dan melaporkan sesuatu pada bos nya.
__ADS_1
"Ada apa?"
"Maaf, Pak. Ada sesuatu yang tertempel di pintu depan mobil"
"Sesuatu? Apa itu?"
"Sesuatu terbungkus pelastik dan di lakban di pintu mobil. Saya tidak berani membukanya, Pak", ucap supir itu.
Burhan keluar dan melihat nya. Lalu memerintahkan supirnya untuk melepas benda itu. Setelah itu supir tersebut memberikanya pada bosnya.
"Ini, Pak!"
Burhan membuka bungkusan plastik itu. Lalu mengeluarkan map dan membuka isinya. Bukan main terkejutnya dia membaca isi kertas-kertas itu.
"Kau tidak tahu siapa yang meletakkan ini di mobil?"
"Tidak tahu, Pak. Dari tadi saya menunggu di ruang keamanan bersama para security"
Burhan kembali ke atas. Dia menuju ruang keamanan gedung, memeriksa semua cctv yang terpasang di area parkir dan halaman gedeng. Posisi parkir mobilnya yang verada di pojok membuatnya susah mengenali seseorang yang mendekati mobilnya. Dan dia tidakk dapat melihat dengan jelas wajah orang tersebut.
__ADS_1
******