Mencari Sisian Hati

Mencari Sisian Hati
Minus Satu


__ADS_3

Milea menarik tangan Yudha, dia mengajak Yudha kesudut halaman belakang. Pembicaraan rahasia ini tak boleh diketahui siapapun.


"Yudha, sini sebentar"


"Ada apa sih? Pake tarik-tarikan segala?"


"Ada hal penting yang ingin aku katakan padamu"


Yudha mengikuti langkah Milea yang sepertinya ingin mengatakan sesuatu hal penting dan tidak boleh diketahui oleh orang lain.


"Katakan Mile! Ada apa sebenarnya? Kenapa orang lain tidak boleh mengetahuinya?"


"Sebenarnya ini masalah pribadiku. Tapi ada hubungannya dengan Adam"


"Tidak ada hubungannya denganku bukan?!"


Milea menarik nafas panjang, menatap penuh harap pada Yudha.


"Memang ini tidak ada hubungannya denganmu, Yudha. Tapi diantara kita bertujuh hanya kamu yang bisa aku percaya. Paling tidak beban hati ini sedikit berkurang dengan menceritakan nya pada mu"


"Baiklah. Katakan! Ada apa?!"


"Apa boleh aku tahu? Ada masalah apa antara kalian bertiga? Kamu, Burhan dan Adam"


"Hmmm..."


"Apa ini sangat rahasia? Sehingga kamu tak bisa menjawabnya?!"

__ADS_1


"Ya"


"Urusan pekerjaan?"


"Ya"


"Ada hubungannya dengan tindak kriminal?"


"Hmmm..."


"Demi Tuhan Yudha, kamu harus mencegah Adam jangan sampai dia terjerumus dalam kesesatan atau hal-hal buruk lainnya"


"Adam?? Ada apa kamu dengan Adam?"


"Aku tidak mau terjadi sesuatu yang buruk dengan Adam. Tolong dia Yudha. Kamu yang paling mengenal dia. Karena kalian dulu pernah jadi teman sebangku di SMA dan satu jurusan di kampus. Aku tahu beberapa waktu belakangan ini sikapnya jauh berubah. Hatinya berbalik 360 derajad. Tapi itu bukan kemauan dia Yudha. Percayalah padaku"


"Dimana Adam?"


"Dia sudah pulang?"


"Kalian bertengkar?"


"Iya ... "


Mile mengangguk. Dihadapan lelaki sahabatnya itu Mile tidak menutupi apapun. Bahkan baru kali ini dia berkata jujur tentang hidupnya. Hanya pada Yudha. Sahabatnya yang sangat dia percayai. Bahkan lebih dari dirinya sendiri.


"Mile"

__ADS_1


"Ya ..."


Yudha melepaskan kedua tangan Mile yang memegang tangannya. Dia berdiri tepat dihadaoan Mile, dan megang kedua pundak perempuan itu.


"Katakan padaku, ada hubungan apa antara kalian berdua. Kamu dan Adam. Sampai segitu nya kau membelanya"


Mile menunduk, dan airmatanya jatuh membasahi kedua pipinya. Mile mengambil tangan Yudha dan meletakkannya di perutnya.


"Adam .... "


"Adam ... Adalah ayah dari anak yang aku kandung ini. Jadi tolong, jangan biarkan anak ini menjadi anak yatim"


Makin terisak-isak tangis Mile. Dia menjatuhkan kepalanya pada pundak Yudha. Bukan main terkejutnya dia mendengar pengakuan dari sahabatnya itu. Bagaimana mungkin, dia tahu benar siapa Adam dan siapa Milea. Keduanya sudah mempunyai pasangan masing-masing. Bagaimana bisa ini terjadi? Setan apa yang merasuki mereka.


"Kamu tidak sedang bercandakan, Mile?"


"Demi Tuhan, Yudha. Ini demi masa depan anakku, tak mungkin aku berbohong"


"Kalian.... Bagaiman bisa?!"


"Panjang ceritanya. Bahkan aku korbankan rumah tanggaku demi Adam"


"What! Kalian gila!!"


Milea menceritakan semuanya, kejadian yang terjadi antara Adam dan dirinya. Yudha tidak bisa berkata-kata. Habis sudah kata-katanya. Dia hanya bisa menarik nafas panjang, menghembuskannya kuat-kuat. Dia terdiam. Menutup matanya. Entah siapa yang harus di belanya. Entah apa yang sebaiknya dia lakukan.


******

__ADS_1


__ADS_2