
"Sayang, kamu pulang saja duluan bersama Dicky. Kak Yudha harus menemani Burhan dulu ke kantor kepolisian. Nanti jika urusan sudah selesai Kak Yudha pulang ke rumah"
"Kak Yudha serius? Tidak main-mainkan. Dhika dan Aldis pasti senang Papa nya pulang"
"Ya, sayang. Tunggu saja dirumah"
"Hati-hatilah, Kak", ucap Dicky sambil mengambil tangan kakaknya lalu mencium punggung tangannya.
Risa pun melakukan hal yang sama. Setelah meyakinkan kalau Yudha baik-baik saja, Dicky dan Risa masuk ke Mobil. Dicky mengantarkan Risa kerumahnya. Lalu dia memberitahukan kabar baik itu pada Juan, Papanya. Satu jam kemudian Juan, Yulia dan Adel sudah sampai dirumah Yudha. Mereka tak sabar menantikan kepulangan putra sulung keluarga Marabahan pulang.
******
Setelah dari kantor kepolisian, Yudha bersama Burhan menuju kantor badan intelijen. Memberikan laporan apa yang telah terjadi pada bapak kepala. Disana sudah ada orang-orang CIA menunggu mereka. Kasus kriminal yang dilakukan oleh Richard akhirnya ditutup dengan kematian tersangka. Dan semua anak buahnya sudah dilumpuhkan oleh CIA.
"Kendalikan dirimu teman, jangan campur adukan masalah",bisik Burhan saat melihat ekspresi Yudha ketika bertemu dengan Dave Stanley.
Yudha hanya diam. Dia tahu ini adalah urusan pekerjaan. Tapi hatinya selalu kesal kalau melihat atau pun mendengar mana Dave Stanley.
"Thank you for your cordination, Mr. Yudha. I am so proud of you", Dave mengulurkan tangannya. 1)
Dengan terpaksa Yudha pun menerima uluran tangan rival cinta nya itu.
"See you next time, dear", bisik Dave. 2)
"I'll kick your *** next",balas Yudha. 3)
Dave tersenyum. Lalu membungkuk hormat dan pergi meninggalkan ruangan itu. Burhan menepuk pundak Yudha dari belakang. Memuji ketenangan dan kesabaran Yudha kali ini.
******
"Adam, aku minta maaf padamu. Aku tak bisa memenuhi janji ku untuk menolongmu. Tuhan lebih sayang padamu dan Dialah yang akhirnya menyelamatkan mu dari kekejaman dunia ini. Tapi aku akan membatu anak mu kelak, aku berharap dia akan jadi anak terbaik buatmu. Ini adalah janjiku!"
Ucap Yudha di hadapan pusara Adam. Dia dan Burhan menyempatkan diri untuk mengunjungi makam sahabatnya itu.
"Apa maksud ucapan mu tadi, Yudha?", tanya Burhan dalam perjalanan pulang.
__ADS_1
"Yang mana?"
"Masalah anak"
"Ooo..."
"Bukan Ooo... Jawab pertanyaanku, Yudha"
Yudha tertawa mendengar protes sahabatnya. Dia menyandarkan tubuhnya lebih dalam lagi pada sandaran kursi mobil. Burhan yang berada disebelahnya, dibelakang kemudi, jadi greget melihat tingkah Yudha.
"Yudha ..."
"Hmmm..."
"Kami ini ...!!!"
"Oke... Oke... Baiklah. Maksudku tadi adalah anak Adam. Anak kandung Adam dan Milea"
Burhan mengalihkan laju kendaraannya ke tepi jalan dan menginjak rem mobilnya dalam-dalam sehingga Yudha terperosot dari duduknya.
Burhan tak memperdulikan protes sahabatnya itu. Dia menoleh kearah Yudha. Matanya melotot seperti tak percaya dengan apa yang didengarnya tadi.
"Adam dan Mile??"
"Hmmm..."
"Kamu serius, Yudha!"
"Ya"
"Kami yakin dengan ucapanmu barusan?!"
"Ya"
"Bagaimana mungkin!?"
__ADS_1
"Mereka saling mencintai dan akhirnya melakukanya atas dasar suka sama suka. Tanpa adanya pernikahan. Dan Mile saat ini sedang mengandung anak Adam. Dua atau tiga bulan lagi akan melahirkan"
"Dan anak itu akan lahir sebagai anak yatim", ucap Burham lirih.
"Mile ingin membesarkan anak itu. Dia tak ingin membuat kesalahan kedua dengan menggugurkannya. Yang pasti akan terpukul dengan kematian Adam adalah Mile. Maka nya aku ingin membantunya membesarkan anak itu. Kebutuhan hidupnya"
"Tentu. Aku juga pasti tak akan tinggal diam. Apakah yang lain sudah tahu cerita ini?"
"Belum. Bari kamu yang aku ceritakan. Aku belum sempat memberi tahu yang lain"
"Dimana Mile sekarang?"
"Dia di Bogor. Dia sudah tahu masalah Adam. Ken yang kesana memberitahukan nya"
"Aku akan bicara dengan yang lain. Kita pikirkan nasib anak itu bersama. Bagaimanapun Adam dan Mile adalah sahabat kita. Tak mungkin kita akan membiarkannya kesusahan seperti itu"
Yudha menganguk, dia setuju dengan ucapan Burhan barusan.
******
"Papa....", Dhika berlari memeluk Papanya.
Yudha pun langsung memeluk putra sulung nya. Menciumnya bertubi-tubi. Melepaskan rasa rindunya. Yudha mendekati Yulia mengambil tangan mamanya dan menciumnya, lalu memeluk Yulia dengan erat. Pada dia pun melakukan hal yang sama.
Adel tak kalah terharunya memeluk kakak sulungnya itu. Orang yang selalu ada untuk nya yang selalu menjaga dan melindunginya itu. Orang yang sangat dirindukan nya beberapa bulan ini.
Akhirnya kerinduan keluarga terhapus sudah dengan kepulangan Yudha Lintang Marabahan ke rumahnya. Ketengah pelukan Keluarga nya.
******
Terjemahan
1) "Terima kasih atas kerjasamanya, Pak Yudha. Saya bangga dengan anda"
2) "Sampai jumpa, sayang"
__ADS_1
3) "Akan ku tendang pantatmu nanti"