
Dhika berjalan bergandengan tangan dengan Oom ganteng kesayangannya. Saat memasuki lobi kantor semua karyawan berdiri memberi hormat pada CEO mereka yang baru datang. Pandangan mereka tertuju pada anak laki-laki tampan yang datang bersama bos mereka.
"Anak siapa itu? Aduh ganteng banget sih?!"
Bisik-bisik diantara karyawan terdengar seru, terutama para karyawan perempuan. Mereka gemes melihat Dhika yang berjalan gagah bersama bos mereka.
Sesampainya diruangan, Dicky memanggil sekretarisnya. Dia meminta sekretarisnya untuk membawakan jus buah untuk Dhika.
"Aduuh... Ganteng banget sih. Anak siapa, Pak", tanya si sekretaris.
Belum sempat Dicky menjawab, Dhika sudah menjawabnya.
"Anak Papa nya dong, Tante?"
Sontak saja Dicky tertawa. Dan sekretaris itu makin gereget melihat tingkah Dhika yang polos.
"Kamu lucu loh adik, kecil"
"Dia anak kakak saya. Nama nya Dhika. Tolong kamu bawakan jus buah buat dia"
"Baik, Pak"
Sekretaris itu keluar dari ruang kerja CEO. Tak lama dia datang lagi membawakan jus mangga yang ia pesan dari kantin kantor.
"Terima kasih, Tante"
"Sama-sama adik kecil"
"Saya permisi, Pak"
"Terima Kasih"
Ruangan kerja Dicky cukup nyaman, AC nya cukup sejuk. Dhika duduk-duduk di sofa sambil meminum jus mangga nya.
__ADS_1
"Ooom.."
"Ya, sayang. Ada apa? Perlu sesuatu?"
"Oom Dicky ini galak ya kayak Papa"
"Eeh..??!"
"Iya, tadi wakti kita kesini kenapa orang-orang pada ketakutan liat Oom"
"Ketakutan??", gumam Dicky.
"Iya, pasti karena Oom Dicky itu galak kayak Papa"
Hahahhahaa....
Dicky baru sadar apa yang di maksud Dhika. Rupanya para karyawan yang menunduk memberi hormat padanya, dipikir Dhika mereka ketakutan. Olalalaa.... Dasar anak kecil, pikir Dicky. Pikirannya masih polos dan lucu.
******
Sesampainya disana, Dhika memesan makanan kesukaannya. Lengakap dengan paket berhadiah mainan yang ditawarkan.
"Berdoa dulu sayang sebelum makan"
Dhika menganguk. Dia mengangkat tanganya seperti orang yang sedang berdoa. Lalu mengusap kedua telapak tangannya ke wajah sambil berkata "Aamiin"
*****
"Kamu ga capek, sayang?"
"Ga dong. Dhika senang ikut Oom kerja"
"Jadi kita kembali kekantor atau kamu mau pulang?"
__ADS_1
"Oom Dicky, sudah selesai kerjanya"
"Belum"
"Ya, sudah. Tunggu Oom Dicky selesai aja. Nanti kalo ga selesai Oom Dicky kena marah"
Dicky senyum-senyum menanggapi celoteh lucu Dhika. Lagian siapa pula yang akan memarahinya. Toh perusahaan ini kan miliknya.
******
Hari sudah sore, menjelang pukul enam. Para karyawan sebagian sudah meninggalkan kantor. Dicky masih diruangannya bersama Dhika.
Drrr.....drrrr...
"Assalamualaikum, Kak"
"Waalaikumsalam. Dhika masih sama kamu, Dek?", tanya Risa.
"Iya, Kak. Ini dia sedang menggambar. Sebentar lagi kami pulang"
"Dia tidak rewelkan. Tidak nakal kan, dek?"
"Masa Dhika nakal, Kak. Dia penurut sekali loh. Dari tadi anteng saja bermain di sofa. Bahkan berkeliling kantor bersama sekretaris Dicky, Kak"
"Oiya?? Masa sih?? Tumben sekali. Kalau dengan Adellia atau Kak Risa bisa pecah perang dunia ketiga kita. Dia pasti pecicilan kesana kemari. Kenapa dengan kamu anteng ya?"
"Hmm... Begitu ya, Kak. Syukurnya dia anteng dari tadi. Ya sudah, Kak. Sebentar lagi Dicky anter Dhika pulang"
"Terima kasih ya, Dek. Kak Yudha baru pulang besok pagi. Dia ada kunjungan kerja ke Malaysia. Kamu hati-hati di jalan ya, Dek"
"Ya, Kak. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
__ADS_1
******