Mencari Sisian Hati

Mencari Sisian Hati
Kebisuan Ken


__ADS_3

Kenzo, salah satu kaki tangan dan orang kepercayaan Yudha Lintang Marabahan. Dia dan Yudha saling mengenal saat di bangku kuliah. Ken adalah adik tingkat Yudha, tiga tahun dibawah Yudha. Dia juga bawahan Yudha saat bekerja sebagai pegawai di sebuah perusahaan, saat itu Ken masih semester dua. Dia mengambil kerja sambilan sebagai selles marketing dan Yudha saat itu sebagai Leade nya, walaupun hanya satu tahun dan Yudha berangkat ke London melanjutkan kuliah S2 nya.


Saat Yudha menjabat sebagai, staf di kedutaan mereka bertemu lagi. Lalu setelah Yudha naik menjadi seorang atase teknis, Yudha memintanya untuk menjadi asisten pribadinya. Orang yang dipercaya olehnya untuk membantunya dalam segala hal. Yudha tau keahlian Ken dalam berbahasa asing tidak perlu diragukan lagi, dia menguasai bahasa Inggris, Jerman dan Jepang. Serta mahir dalam bidang IT serta beladiri.


Sikap nya yang pendiam membuat siapa saja segan padanya. Sepadan dengan karakter Yudha.


Seperti kejadian ini, awalnya begitu terpukul mendengar apa yang menimpa bos nya itu. Tapi sampai dia melihat sendiri bagaimana keadaan bos nya itu, dia baru percaya. Dia yakin bos nya itu dalam keadaan baik-baik saja.


"Ken, ada apa kamu pagi-pagi kesini?", tanya Risa.


"Mohon maaf Bu Risa, saya hendak mengambil beberapa berkas yang disimpan pak Yudha di loker nya, diruang kerja beliau. Berkas ini diperlukan untuk rapat koordinasi kerja di kantor, Pak Yudha. Saya diminta mengambilnya"


"Siapa yang memintamu?"


"Seorang staff beliau yang membutuhkan berkas itu, Bu Risa"


"Baiklah, ikut aku!"


Risa menuju ruang kerja Yudha dilantai atas. Begitu sampai diujung tangga mereka berbelok ke kanan, menyusuri koridor lalu berhenti di ujungnya. Sebuah pintu besar yang terkunci. Risa membuka pintunya. Lalu mencari berkas yang dimaksud di loker.


"Apa ini yang kamu maksudkan, Ken?"


Ken mendekat dan mengambil map itu. Lalu membuka dan memeriksanya.


"Benar, Bu Risa. Inilah yang saya cari. Terima kasih"


Ken memberi hormat lalu hendak meninggalkan ruangan.

__ADS_1


"Ken..."


"Ya, Bu Risa. Apa ada hal lain yang bisa saya bantu,?"


"Kamu tahu sesuatu tentang, Kak Yudha?"


"Sesuatu tentang Pak Yudha?"


"Ya, apa kamu tahu dimana dia?"


"Tidak, Bu Risa. Bukankah pencarian masih dilakukan?"


"Sudah hampir sebulan ini belum mendapatkan hasil. Sebagai orang kepercayaannya barangkali kamu tahu sesuatu. Katakan padaku, Ken"


"Mohon maaf, Bu Risa. Kali ini saya tidak bisa membantu anda. Permisi"


Risa menghela nafas panjang. Kalau pun Ken tahu sesuatu dia pasti tak akan mengatakannya. Ken orang yang paling setia dan pantang berkhianat. Dan juga pandai menjaga rahasia. Disitulah letak kesukaan Yudha pada asisten pribadinya itu.


******


"Selamat pagi, Nona Adel"


"Apa yang kamu lakukan disini?"


"Saya mengambil beberapa berkas yang diminta oleh staf kementrian"


"Berkas? Staf kementrian?"

__ADS_1


"Benar. Saya permisi dulu. Selamat pagi, Nona"


Ken tak banyak bicara pada Adel. Adel memandangnya penuh curiga. Apa sebenarnya yang sedang dilakukan Ken.


"Ada apa, Dek?", sapa Risa yang melihat adik ipar bungsunya melamun di ujung tangga.


Adel terkejut disapa dengan tiba-tiba, dia lalu mendekati kakak iparnya dan menyalaminya.


"Ada apa, sih? Kok melihatnya horor begitu?"


"Tadi Ken kesini, Kak!?"


"Iya"


"Ada perlu apa?"


"Mengambil berkas. Staf kementrian memintanya"


"Kak..."


"Apa tidak aneh?"


"Aneh kenapa?!"


"Ken bekerja untuk Kak Yudha. Dia hanya menuruti perintah Kak Yudha. Jangankan staf, menteri sekalipun tak bisa memerintah dia. Ini kenapa staf bisa memintanya untuk mengambil berkas. Itu sangat tidak mungkin. Aku curiga sama dia, Kak"


"Kamu benar, Dek. Tapi selama ini Ken sangat terpercaya. Mana mungkin dia berkhianat. Kak Risa sangsi akan hal itu, Dek. Kak Yudha saja sangat mempercayai dia"

__ADS_1


"Iya, sih Kak. Tapi saat ini Kak Yudha sedang tidak diketahui keberadaannya. Kita tidak tahu ada apa sebenarnya"


******


__ADS_2