Mencari Sisian Hati

Mencari Sisian Hati
Munculnya Sang Bintang


__ADS_3

Drr... Drr...


"Assalamualaikum, Kak?!"


"Waalaikumsalam, dek. Kamu lagi sibuk tidak?"


"Tidak juga, Kak. Dicky baru selesai meeting dengan staff. Ada apa, Kak?"


"Kalau kamu tidak ada acara siang ini, tolong temani Kak Risa sebentar bisa, dek? Ada panggilan dari pihak kepolisian buat konfirmasi masalah dokumen kemarin"


"Ooo... Baiklah, Kak. Nanti Dicky jemput Kak Risa dirumah ya"


"Terima kasih"


Dicky mematikan handphone nya. Lalu menelepon sekretaris nya.


"Tolong cancel semua jadwal saya siang ini, jadwalkan ulang buat minggu depan"


"Baik, Pak!"


******


Pukul satu siang Dicky sudah sampai dirumah kakak iparnya. Risa sudah siap menunggu nya. Mereka menuju kantor kepolisian pusat, disana Burhan sudah menunggu nya. Mereka mendapat kabar bahwa Adam tidak terselamatkan, tengah malam tadi operasi ketiganya gagal. Dia mengalami pendarahan hebat, nyawa nya tidak dapat tertolong lagi.


Pemegang kunci yang utama sudah tiada, mereka hanya berharap Yudha akan muncul dan memberi mereka jawaban atas kasus ini. Namun tak ada seorangpun yang tahu dimana dia berada.


"Apa Yudha tidak pernah menghubungi mu sekalipun, Risa?",tanya Burhan.


"Tidak"


"Hanya dia pemegang kunci masalah ini. Kita tidak dapat melakukan apapun selain menunggu nya".


Dua jam mereka disana. Dicky dengan setia menemani kakak iparnya, seperti janjinya pada kakak sulungnya dahulu.


******


"Kak .... "


"Apa benar, Kak Yudha tidak pernah menghubungi Kak Risa sama sekali?"

__ADS_1


"Hmmm.... Sebenarnya tidak juga. Tapi dia selalu menghubungi Dhika"


"Kak Risa pernah bertemu Kak Yudha?"


"Hmmm.."


Dicky menoleh kearah kakak iparnya, dia terkejut melihat Risa meng-iya-kan pertanyaannya tadi.


"Kak Yudha, baik-baik saja?"


"Ya"


"Syukurlah"


Tiba-tiba dari arah belakang sebuah mobil melaju dengan kencang dan memotong mobil yang mereka kendarai. Untung saja Dicky dengan sigap menginjak rem mobil pada saat yang tepat.


Seseorang turun dari dalam mobil itu, seorang laki-laki berkepala pelontos berpostur tinggi besar dan berkulit kemerahan. Dari fisiknya bisa dipastikan dia adalah orang asing. Dalam sekali lihat Risa tahu kalau itu adalah kakak tirinya.


"Richard?!",gumam nya.


Dicky menoleh pada kakak iparnya.


"Ya"


Dicky hendak turun namun Risa mencegah nya. Richard memberi kode pada mereka agar turun dari mobil. Dicky akhirnya mengikuti kemauan penghadangnya itu. Risa pun terpaksa mengikutinya.


"Hallo, my dear. Why don't you welcome your beloved brother?" 1)


"What do you want, Richard?", ucap Risa. 2)


"Calm down honey!?" 3)


Richard menodongkan pistolnya kearah Risa dan Dicky. Dicky berdiri dihadapan Risa, dia melindungi kakak iparnya. Risa memegang pundak Dicky.


"Tell me, where is Yudha? Where is he?!" 4)


"I don't need to tell you, Richard" 5)


"Good girl!" 6)

__ADS_1


Richard mendekati mereka perlahan-lahan dengan moncong pistol tetap kedepan. Di jarak terdekat Richard menarik pelatuk nya tepat di hadapan Dicky. Dan ...


Dooorr....


Klotakk....


Pistol yang ditembakkan itu terpental, seseorang dari suatu tempat disaat bersamaan melepaskan pelurunya dan tepat mengenai kulit pergelangan tangan Richard. Dicky mengambil pistol itu lalu menghadiahi Richard sebuah tendangan tepat di ulu hati Richard. Dia tersungkur di jalan.


"Damm!!! Who are you?! Show your face!"


Dari arah kiri mereka terdengar suara ngaungan motor yang berhenti tepat di belakang mobil Dicky. Seorang laki-laki turun dari motor dan melepaskan helm nya.


"Kak Yudha!!", ucap Risa dan Dicky hampir bersamaan.


"Kalian tidak apa-apa?",tanya Yudha pada istri dan adiknya.


Mereka mengangguk. Yudha tersenyum. Dia mendekati Dicky dan membisikkan sesuatu.


"Menjauhlah dari sini. Tolong jaga, Risa. Sisanya serahkan pada Kak Yudha"


"Hati-hati, Kak. Orang itu berbahaya"


"Ya"


******


Terjemahan :


1) "Hallo, sayangku. Kenapa kamu tidak menyambut kakakmu tersayang?"


2) "Apa yang kamu inginkan, Richard?", ucap Risa.


3) "Tenanglah sayang!?"


4) "Katakan padaku, dimana Yudha? Dimana dia?!"


5) "Saya tidak perlu mengatakannya padamu, Richard"


6) "Gadis yang baikl!"

__ADS_1


7) "Sial!!! Siapa kau?! Tunjukkan wajahmu!!!"


__ADS_2