Mencari Sisian Hati

Mencari Sisian Hati
Mencumbu Hati Yang Cemburu


__ADS_3

"Yudha ..."


"Ya, Ma..."


"Sini sebentar"


Yulia manggil putra sulungnya yang baru turun dari lantai atas. Dia membawanya ke ruangan belakang. Dicky, Adel dan Juan yang ada di teras belakang merasa heran melihat raut wajah serius Yulia yang datang bersama Yudha.


"Duduklah"


Yudha menuruti perintah Mamanya. Dia duduk di pojok ruangan, tak jauh dari Juan dan yang lainnya berada.


"Ada apa, Ma?"


"Mama yang harus bertanya seperti itu padamu, Yudha", Yulia mulai greget menghadapi sikap Yudha yang santai dan tenang saat bicara padanya


.


"Hei, pelankan suaramu. Nanti Risa mendengar", tegur Juan pada istrinya.


Adel dan Dicky saling bersitatap. Ada apa sebenarnya ini?


"Yudha, tolong jujur sama Mama"


"Baiklah?!", jawab Yudha sambil tersenyum.


"Ada apa antara kami dan Milea?"


Lagi. Adel dan Dicky lebih terkejut kali ini.


"Mile?", tanya Yudha tenang.


"Iya. Milea"

__ADS_1


"Maksud, Mama?"


"Ya, ampuun.. anak ini. Tadi itu kalian berbicafa bersembunyi-sembunyi di halaman belakang. Dia menangis di pundak mu. Lalu pake pegangan tangan itu, ada apa sih?!"


Yudha masih terlihat tenang dan tersenyum menghadapi rentetan pertanyaan Mamanya.


"Tidak ada apa-apa"


"Seperti itu tidak ada apa-apa? Kamu sudah tidak waras apa. Risa melihat kalian seperti itu apa dia akan berfikir kalian tidak ada apa-apa? Yang benar saja Yudha"


"Mile hanya curhat"


"Tapi tidak seharusnya seperti itu. Kamu tidak memikirkan perasaan Risa?"


Yulia sudah terpancing emosinya. Sesekali nada bicaranya meninggi. Yudha bangun dari duduknya. Dia mendekati Mamanya, menarik tangannya lalu menjatuhkan kepala Mama nya dalam pelukannya. Mengusap lembut kepala perempuan yang melahirkannya. Lalu mencium kening nya.


"Mama tenang saja. Risa urusan Yudha. Tidak akan terjadi apa-apa. Dan antara Yudha dan Mile tidak terjadi apa pun. Kami tetap seperti yang dulu. Sahabat lama. Nanti Yudha akan bicara dengan Risa"


Yulia mereda. Juan, Dicky dan Adel pun terdiam. Berharap semua nya baik-baik saja.


******


Cekreeeeekkk ...


Yudha membuka pintu lalu menutup nya perlahan. Baby Aldi belum tidur. Dhika menemani adiknya. Dia duduk disebelahnya. Mengajak adik bayinya bermain. Risa yang melihat kedatangan Yudha, berpura-pura acuh. Dia menahan segala perasaannya. Rasa kesal dan marahnya. Juga rasa cemburunya kepada suaminya.


"Haloo... Anak gadis, Papa. Belum tidur?"


"Adek baru bangun, Pa. Baru minum susu", sahut Dhika mewakili adik bayi nya.


"Hmmm... Main sama Kak Dhika ya?!"


Dia tersenyum. Ada rasa bangga di hati lelaki kecil itu. Sekarang dia adalah seorang kakak. Yudha yang duduk disebelanh si sulung membelai kepala anaknya. Lalu mencium keningnya.

__ADS_1


"Kakak Dhika"


"Ya, Pa"


"Boleh Papa minta tolong sesuatu?"


"Boleh"


"Papa sama Mama mau bicara sebentar. Kak Dhika bisa tunggu di bawah sebentar, sayang?"


"Hmmm... Bisa"


"Terima kasih"


Dhika tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Lalu berjalan keluar.


"Pa .."


"Ya.."


"Jangan nakal ya?!"


Brakk...


Pintu ditutupnya. Diruangan itu hanya tinggal Yudha, Risa dan Baby Aldis. Beberapa saat mereka terdiam. Yudha berjalan mendekati istrinya yang duduk disofa. Melihat Yudha mendekat Risa bangkit dari duduknya, namun tangan Yudha terlebih dahulu manahannya pergi.


Dia memegang pinggang istrinya, tangan kanannya membelai rambut dan pipi Risa. Lalu memeluknya. Risa tak menolak pelukan suaminya. Hatinya yang tadi gelisah mendadak tenang dan mereda.


"Mile ... Hanya bercerita tentang masalahnya dengan Adam. Hanya sekedar curhat. Tidak ada apa-apa diantata kami berdua. Percayalah, sayang"


"Jangan terbiasa curhat dengan lawan jenis, Kak. Takut kemasukan setan"


"Iya, sayang. Maafkan aku"

__ADS_1


Risa makin mengeratkan pelukannya pada suaminya. Dia merasa sedikit tenang. Dia tahu Yudha dan Mile sudah berteman sejak SMA. Sudah selayaknya saudara sendiri. Memang sangat wajar jika seorang istri cemburu oada suaminya, jika ada wanita lain disisi suaminya. Namun Risa berfikir kali ini, mungkin dia sangat berlebihan. Dia sangat percaya pada Yudha. Seperti Yudha percaya pada dirinya.


******


__ADS_2